Cinta Yang Bertemu Kembali

Cinta Yang Bertemu Kembali
Bab 71


__ADS_3

Hari hari terus berlalu. Tak terasa pernikahan Reyhan dan Adel tinggal dua minggu lagi.


Reyhan melajukan mobilnya dengan cepat. Ia tidak ingin terlambat dalam meeting penting ini.


"Apa meeting ini begitu penting?" Tanya Clara pada Reyhan yang sedang mengemudi.


"Ya. Jika meeting ini gagal atau terjadi masalah, maka kita akan tamat. Gilbert merupakan pemilik perusahaan terbesar di negeri ini selain perusahaan kita. Jika bisa bekerja sama dengannya, tentu itu akan menstabilkan saham kita yang menurun karena berita itu. Gilbert juga terkenal sombong dan sangat pemilih pada rekan bisnisnya. Kita harus menyenangkan hatinya agar dia mau bekerja sama dengan kita" Terang Reyhan panjang lebar.


Clara mengangguk paham.


Sesampainya ia dan Clara di kediaman Gilbert.


"Senang bertemu dengan anda pak Reyhan" Gilbert menjabat tangan Reyhan ketika pria itu keluar dari mobilnya.


"Senang juga bertemu dengan anda"


Gilbert langsung mengajak Reyhan dan Clara memasuki rumah mewahnya. Alih alih berbincang di ruang tamu, ia lebih memilih mengajak mereka ke taman belakang rumahnya.


"Anda pasti ingin menawarkan kerja sama bisnis. Tapi bagaimana ya, aku tidak tertarik. Apalagi perusahaan kalian sedang collapse. Aku takut hanya merugikan diri sendiri" Ucap Gilbert sombong sekaligus meremehkan Reyhan.


"Anda benar. Tapi anda sendiri tahu bagaimana kami selalu bangkit saat perusahaan kami sedang collapse. Aku menjamin anda tidak akan rugi bekerja sama dengan kami" Ucap Reyhan mencoba meyakinkan.


"Em, baiklah. Aku setuju. Aku akan bekerja sama dengan kalian dan juga akan menanamkan saham ku di perusahaan kalian. Semoga aku bisa membantu perusahaan kalian bangkit lagi" Ucap Gilbert tersenyum simpul.


Reyhan mengernyit kan dahinya. Ia merasa ada yang aneh. Ia merasa ini terlalu mudah. Gilbert yang terkenal begitu sombong dan sangat sulit di ajak bekerja sama, sekarang dengan mudahnya menyetujui kontrak kerja sama dengannya. Ia merasa ada maksud tertentu dari pria itu.


"Ah, karena terus membahas pekerjaan, aku sampai lupa berkenalan dengan wanita cantik di samping mu. Aku memang tidak sopan"


Clara hanya tersenyum mendengar ucapan Gilbert.


"Hai nona. Aku Gilbert Febrianto. Kau terlihat sangat cantik sampai membuatku terpesona"


"Clara" Clara membalas jabatan tangan Gilbert dengan senyum manisnya.


"Wah! Kau benar benar membuatku jantungan saat melihat senyummu itu. Aku takut terkena penyakit diabetes jika terus melihat senyum manismu. Sepertinya berada di dekat mu akan membuatku terkena berbagai penyakit" Celoteh Gilbert menatap mesra Clara.


"Itu artinya aku harus menjauh agar kau bisa tetap sehat"


"Jangan! Kalau kau jauh dariku, maka aku akan tiada karena tidak bisa menatapmu. Biarlah aku sakit sakitan asalkan bisa tetap bersamamu" Gilbert memetik setangkai bunga mawar yang berada di samping nya dan memberikannya pada Clara.


Clara menerimanya sambil tersenyum. Walau ia sedikit kesal karena Gilbert terus menggoda nya, tapi ia ingat akan ucapan Reyhan. Meeting ini sangat penting, jika ia membuat masalah atau membuat perasaan Gilbert rusak, ia takut akan menghancurkan kerja sama mereka. Biarlah ia meredam rasa kesalnya asalkan meeting berjalan lancar.


Reyhan yang kesal dan muak dengan sikap Gilbert memilih pergi sebentar.


"Pak Gilbert, aku izin ke toilet sebentar. Bisa kau beri tahu kemana arahnya?" Ucap Reyhan berdiri.


"Ya, kau temui asisten ku di dapur. Dia yang akan menunjukkan jalannya" Ucap Gilbert.


Reyhan segera bergegas pergi ke dapur.


"Apa yang sebenarnya di inginkan pria brengsek itu? Menurutku aneh saja dia mendekati Clara. Aku yakin seleranya wanita wanita cantik dan seksi yang memiliki banyak uang. Mustahil dia tertarik pada Clara" Ucap Reyhan. Ia memasuki toilet setelah sebelumnya di beritahu oleh asisten Gilbert di mana tempatnya.


"Tunggu. Apa jangan jangan dia memiliki maksud tertentu? Kenapa perasaan ku tidak enak?" Reyhan terlihat begitu khawatir. Ia mempercepat aktivitas nya dan kembali ke taman belakang.


"Cantik. Maukah kau dinner denganku malam ini?" Gilbert memegang erat tangan Clara.


Clara melepasnya perlahan dengan senyum canggung.


"Bisa saja jika aku tidak sibuk"

__ADS_1


"Kau harus mau. Aku bisa saja membatalkan kerja sama ini jika kau menolak ku" Ucap Gilbert tersenyum miring.


"Baiklah. Ke mana kita akan pergi?" Tanya Clara mencoba bersabar.


"Kita akan makan ke restoran jepang. Jalan jalan sebentar. Kemudian berakhir di hotel" Gilbert menyentuh pipi Clara membuatnya begitu geram.


"Bisa anda singkirkan tangan anda"


"Ups! Maafkan aku. Tapi kau setuju kan dengan ucapan ku tadi?" Gilbert berdiri. Ia berjalan pelan mendekati Clara.


"Aku tidak bisa menerima permintaan mu yang ke tiga" Jawab Clara menatap tajam Gilbert.


"Sayang sekali. Tapi itulah yang sangat aku inginkan darimu" Gilbert mencengkram pipi Clara dan menghadapkannya ke wajahnya.


"Kau harus mau nona cantik. Ini demi perusahaan mu. Ini demi bos mu. Apa kau pikir pemimpin perusahaan yang selama ini bekerja sama denganku tidak memberikan imbalan atau sogokan agar aku bekerja sama dengan mereka? Mereka melakukan apapun agar aku mau bekerja sama. Salah satunya adalah memberikan ku seorang wanita" Ucap Gilbert tersenyum smirk.


Clara hanya bisa menatapnya nanar saat pria itu mulai mendekatkan bibirnya.


Bugghh


"Jauhkan wajahmu darinya!"


Gilbert tersungkur ke samping saat Reyhan memukul dengan keras di pipinya.


Reyhan yang terbakar emosi saat melihat Gilbert berusaha mencium Clara segera menarik kerah pria itu dan kembali menghadiahkan bogem mentah padanya.


"Pak Reyhan berhenti! Jangan melukainya" Clara berusaha melerai, namun ia tidak bisa memisahkan dua pria yang terus bertarung itu.


"Dasar brengsek!" Dengan sekali tendangan maut dari Reyhan berhasil membuat Gilbert roboh seketika.


"Pak Rey! Apa yang kau lakukan? Kau bisa saja membatalkan kerja sama ini!" Clara segera menghampiri Reyhan.


"Ayo kita pulang" Reyhan menarik tangan Clara untuk meninggalkan Gilbert yang masih terbaring lemah dengan luka di wajahnya.


"Tapi kerja samanya_"


"Jangan pikirkan itu lagi"


Gilbert tersenyum tipis kemudian tertawa bahagia. Ia merogoh saku celananya dan segera menelpon seseorang.


"Aku berhasil membuatnya memukuliku. Ternyata dia sangat marah saat aku menyentuh wanita itu, persis seperti yang kau katakan. Karena aku sudah menjalankan tugasku, maka kau harus memberikan imbalan ku secepatnya. Haish, wajah tampan ku jadi rusak karenanya" Gilbert meringis saat ia menyentuh sudut bibirnya yang berdarah.


"Kau tenang saja. Yang penting kau sudah melakukan tugasmu" Raja mematikan ponselnya. Ia tersenyum bahagia saat rencananya berhasil untuk membuat Reyhan marah dan menghancurkan kerja sama itu.


Keesokan harinya tersebar berita bahwa Reyhan memukuli Gilbert hanya karena pria itu tidak mau bekerja sama dengannya. Gilbert sendiri yang membuat pengakuan itu. Ia menunjukkan rekaman cctv yang sudah di potongnya dan sedikit di bumbui.


Para pemegang saham dan dewan direksi langsung mengadakan rapat pagi itu. Bahkan Reza dan Arnold juga ikut hadir.


"Bisakah kau mengendalikan emosi mu itu?! Lihat apa yang kau perbuat! Kau membuat citra perusahaan ini hancur. Bagaimana mungkin seorang CEO sampai memukuli partner nya hanya karena tidak mau bekerja sama! Benar benar memalukan!" Cibir Anton terlihat murka. Padahal ia tahu kejadian yang sebenarnya bahwa Gilbert lah yang memulai dan membuat Reyhan begitu murka. Ia dan Raja memang sengaja meminta Gilbert untuk menggoda Clara untuk memancing emosi Reyhan dan menghancurkan kerja sama mereka.


"Apa kalian berpikir aku akan melakukan itu? Aku masih memiliki harga diri, jika dia tidak mau maka aku akan meninggalkan nya! Lagian kami sudah sepakat untuk bekerjasama. Tapi dia dengan lancang nya menggoda bahkan menyentuh sekretaris ku!" Ucap Reyhan memberi tahu kejadian sebenarnya.


"Jika begitu kau wajar jika marah. Hanya saja, kau tidak perlu sampai memukuli nya. Kau seharusnya berpikir ke depan dan lihat apa dampaknya bagi perusahaan. Lagian dia hanya sekretaris mu. Kenapa kau begitu marah sedangkan ia terlihat santai?" Ucap Raja tersenyum sinis. Ia ingin Reyhan tersudut dan membuatnya mengakui jika ia memiliki hubungan dengan sekretaris nya itu.


"Karena dia karyawan ku. Aku harus membela karyawan ku" Sahut Reyhan.


"Tetap saja, kau harus mengendalikan emosi mu. Sekarang keadaan perusahaan sangat sangat kacau dan itu semua karena ulahmu! Bagaimana mungkin selama kepemimpinan mu, perusahaan ini selalu saja mengalami masalah. Kami merasa kau tak becus menjadi CEO" Ucap salah seorang dewan direksi.


"Apa yang kau bicarakan? Selalu mengalami masalah? Tak becus? Siapa yang membuat perusahaan kembali berjaya selama setahun ini? Apa menurutmu aku hanya ongkang-ongkang kaki? Baru mengalami beberapa masalah seperti ini saja kalian sudah berisik" Reyhan tersenyum sinis pada orang itu.

__ADS_1


"Tapi yang di katakan nya benar. Papah setuju jika kekacauan di perusahaan terjadi karena ulahmu. Tidak semuanya, tapi rata rata kaulah penyebabnya. Papah bukan menuduh mu tidak becus dalam bekerja, tapi sepertinya kau harus lebih banyak belajar lagi, Reyhan" Ucap Reza membuat Reyhan benar benar kecewa. Papahnya bahkan tidak membelanya dan malah menyalahkan nya.


"Melihat kondisi saat ini. Kami memutuskan untuk melakukan pemilihan CEO lagi. Ada dua kandidat, yaitu Reyhan dan Raja. Kita akan melihat siapa yang lebih baik di antara mereka berdua hingga bisa membangkitkan perusahaan lagi" Ucap Anton. Reza tidak bisa berbuat apa apa lagi karena semua anggota rapat setuju dengan ucapannya. Ia hanya bisa pasrah jika anaknya mungkin akan turun jabatan.


Reyhan kembali ke ruangannya. Ia yang begitu kecewa dan marah menghancurkan benda benda di mejanya.


Clara yang melihat itu hanya bisa menatap dari mejanya. Ia tidak ingin mengganggu Reyhan dulu. Ia baru berani bicara saat Reyhan mulai tenang.


"Maafkan aku, ini semua karena aku" Clara merasa bersalah karena Reyhan menghajar Gilbert demi menolong dirinya.


"Ini bukan salah lo" Reyhan mengendurkan dasinya. Ia mengusap rambutnya keatas.


"Kenapa mereka semua menyalahkan ku? Bahkan papah juga begitu" Tanya Reyhan frustasi.


"Tidak semuanya, hanya beberapa orang saja. Mereka pasti orang orang Raja" Sahut Clara mendekati Reyhan untuk menenangkan pria itu.


Cklek!


Clara mundur beberapa langkah dari Reyhan saat melihat Adel datang.


"Kak_"


"Jangan ganggu gue!" Reyhan segera masuk ke kamar dan mengunci pintu kamar itu.


"Sebaiknya kau jangan mengganggu pak Reyhan untuk sementara waktu" Ucap Clara. Adel mengangguk paham.


...****************...


Keesokan harinya, Raja mulai melancarkan aksinya. Ia mulai melakukan pencitraan dan menghandle beberapa proyek.


Reyhan juga melakukan hal yang sama. Ia tidak akan membiarkan Raja mengambil posisi yang begitu ia perjuangkan untuk mendapatkan nya.


Hari ini ia akan melakukan meeting dengan klien. Ia buru buru melajukan mobilnya menuju tempat pertemuan.


Saat di perjalanan, tiba tiba klien itu menelpon dan mengatakan meeting mereka batal.


"Sial! Selalu begini. Mereka beralasan membatalkan meeting padahal mereka akan melakukan meeting dengan Raja. Kenapa Raja selalu merebut klien klien ku?!" Reyhan yang kesal memukul setir mobil nya.


"Proyek yang aku pegang juga selalu mengalami masalah. Aku yakin Raja lah di balik semua ini"


Selama beberapa hari ini, Raja selalu lebih unggul darinya. Hal ini tentu membuatnya khawatir jika ia akan kalah.


Malamnya Reyhan tidak kembali ke apartemen nya. Ia memilih untuk kembali ke kantor.


Cklek


"Mungkin ruangan ini akan di ubah setelah Raja menggantikan ku. Tidak ada lagi dapur dan tidak ada lagi kamar untukku tidur saat lembur"


Reyhan membuka kunci kamar rahasianya itu dan masuk ke dalamnya.


Bertepatan besok hari libur. Ia sengaja bangun lambat. Pergi mencuci muka dan membuat sarapan.


"Ruangan ini begitu sunyi.." Ucap Reyhan menatap sekeliling dari meja makan. Tidak ada Clara yang menemaninya seperti biasa.


Setelah selesai sarapan di jam makan siang, Reyhan memilih untuk menonton tv di kamarnya.


Tok tok


"Siapa yang datang di hari libur?" Gumam Reyhan. Ia segera beranjak dari duduknya dan membuka pintu.

__ADS_1


"Vizah!"


__ADS_2