
Sedangkan di kantor. Clara masih berkutat di laptopnya. Ia segera ke dapur untuk menyeduh kopi. Ia mulai lelah dan mengantuk walau belum larut malam. Tak sengaja matanya melihat kamar yang berada di ruangan itu terbuka. Ia pun jadi teringat ucapan Reyhan sebelum pria itu pergi. Dengan penasaran ia memasuki kamar itu dan mencari memori card yang di maksud Reyhan.
Ia segera membawa memori card itu ke mejanya dan memasangkannya di laptopnya.
"Apa yang dia ingin aku lihat?" Tanya Clara pada dirinya.
Melihat sebuah file dengan nama 'lima tahun lalu' membuatnya penasaran dan membukanya...
Deg!
Awal membuka file itu, ia langsung di kejutkan dengan foto foto vulgar seorang pria dan wanita di ranjang. Sayangnya ia tidak bisa melihat dengan jelas.
Ia menscroll foto berikutnya. Ia benar benar terkejut dan tak menyangka, pria di dalam foto itu adalah... Farel!
Tangannya mulai bergetar untuk melihat foto selanjutnya. Pikirannya mulai negatif, ia bertanya tanya dan menebak siapa wanita yang berada di kungkungan Farel. Hingga jantungnya serasa berhenti saat ia melihat foto selanjutnya. Walau terlihat samar, tapi ia tahu bahwa wanita itu adalah... Ia sendiri!
"Tidak mungkin, itu tidak mungkin aku ... Farel tidak sejahat itu. Aku yakin ini hanya editan" Clara menenangkan dirinya dengan mengatakan kalau foto itu hanya editan. Namun itu tidak berguna lagi, ia tetap saja gelisah.
"Jika ini benar, itu artinya aku sudah tidak .." Clara tak mampu melanjutkan perkataannya. Derai air mata mengalir membasahi pipinya. Sungguh ia merasa begitu kotor, wajar Reyhan mengatakannya wanita kotor karena ia memang kotor. Ia sudah kehilangan apa yang begitu ia jaga. Ia memukuli dirinya karena membenci dirinya sendiri.
Clara segera menghapus air matanya dan segera melihat foto selanjutnya. Tapi yang ia temukan bukan foto melainkan video. Ia memantapkan dan menguatkan hatinya untuk melihat video tersebut.
Baru beberapa detik video di putar, sudah terdengar suara ******* dua insan yang memadu kasih dengan begitu nikmatnya. Sang wanita tampak begitu pasrah dengan apa yang di lakukan oleh pria di atasnya. Tubuh mereka di tutupi oleh selimut. Walau si perekam merekam dari samping sehingga hanya sebagian wajah yang terlihat, tapi Clara yakin dua orang itu adalah dirinya dan Farel.
Seketika tangisnya pecah melihat itu. Ia benar benar tidak menyangka. Malam itu .. malam itu ia sudah kehilangan hal yang paling ia jaga. Sekarang semua jelas, kenapa Reyhan begitu membencinya dan mengatainya jala*g, kotor, murahan dan mengira Jonathan adalah anaknya. Ternyata karena ini ...
Reyhan membuka pintu dengan tergesa gesa. Sayangnya ia terlambat karena Clara sudah melihat semuanya.
"Ra.." Panggil nya lirih. Ia berjalan perlahan ke arah wanita yang menangis terisak itu.
Reyhan tidak bisa melakukan apa apa untuk sekarang karena ia belum tahu kebenaran video itu. Tapi melihat reaksi Clara.. ia yakin pasti video itu bohong.
"Maaf.." Ucap Reyhan.
"Kau.. Kau tidak perlu minta maaf, kak. Aku yang salah, selama ini ternyata akulah yang salah. Kau pantas membenci ku. Aku wanita kotor" Ucap Clara terbata.
"Tidak Ra" Reyhan menarik kursi Clara menghadapnya. Ia kemudian duduk dan mengusap air mata wanita itu.
"Ini bukan salah mu, video itu belum tentu benar" Ucap Reyhan menenangkan nya.
"Maafkan aku karena sudah membuat mu seperti ini. Tidak seharusnya aku menunjukkan video itu" Ucap Reyhan memeluk Clara.
"Kita harus mencari kebenaran video itu dari Farel. Aku yakin semua itu bohong. Percayalah..."
Clara hanya bisa menangis, ia tidak bisa menerima kenyataan ini. Ini terlalu menyakitkan. Kenapa Farel begitu tega padanya?
__ADS_1
'Maaf Ra, ini semua karena aku. Seharusnya aku tidak buru buru menunjukkan video itu. Maaf karena aku mengikuti emosiku, kau jadi seperti ini' Reyhan mengusap lembut rambut Clara.
Reyhan benar benar merasa bersalah, apalagi mendengar Clara mengatai dirinya sendiri wanita kotor.
"Maafkan aku kak. Selama ini aku membencimu karena aku berpikir kau menuduhku tanpa alasan. Sekarang aku sudah mengetahui semuanya. Seharusnya aku membenci diriku sendiri. Maafkan aku, hiks hiks" Ucap Clara masih diiringi dengan tangis.
"Sudahlah, jangan membenci dirimu. Kau tidak bersalah, video itu belum tentu benar" Ucap Reyhan, walau ia tahu ia sudah mengecek keaslian video itu dan memang video itu asli.
Reyhan tetap menemani Clara sampai wanita itu tenang. Ia kemudian mengajak Clara pulang.
Selama perjalanan Clara terus diam. Bahkan tatapan wanita itu kosong. Hal itu tentu membuat Reyhan khawatir.
"Ra, semua akan baik baik saja" Ucap Reyhan menggenggam tangan Clara. Ia mengantar gadis itu sampai ke rumahnya.
"Jangan berpikir macam macam atau melakukan sesuatu yang buruk. Aku akan sangat marah jika sampai kau melakukannya. Aku akan mencari tahu kebenarannya dan tunggu lah sampai saat itu" Ucap Reyhan mengacak rambut Clara.
Clara mengangguk kemudian keluar dari mobil. Saat melihat mobil Reyhan sudah menjauh. Ia segera menelpon Farel.
Berkali kali ia mencoba menghubungi pria itu, namun tak di angkat. Saat ia mulai putus asa, beruntungnya kali ini telponnya di angkat.
"Kenapa Cla? Maaf ya, aku lama ngangkat nya. Aku sibuk tadi" Ucap Farel dengan suaranya yang lemah.
"Kau ada di mana? Ada hal penting yang harus aku bicarakan" Ucap Clara dingin.
"Apa begitu penting?"
"Untunglah aku sedang di jakarta sekarang karena ada urusan. Kau mau kita bicara di mana?" Tanya Farel.
"Temui aku di taman kota, sekarang!" Ucap Clara langsung mematikan ponselnya. Ia segera memesan ojol menuju taman kota.
Cukup lama ia menunggu di taman tapi Farel tak kunjung datang.
"Cla!"
Clara segera menoleh. Ia sempat khawatir melihat Farel yang terlihat pucat dan lemah, tapi saat ia teringat video itu membuatnya begitu berang dan langsung menampar nya.
Plakk!
"Cla.." Ucap Farel lirih dengan tatapan mata bertanya tanya atas perlakuan Clara.
"Kenapa Rel?! Kenapa kamu ngelakuin itu ke aku? Apa salahku Rel?! Kenapa kamu sampai merenggut kesucian ku?!" Teriak Clara sambil memukul dada bidang Farel. Ia tak dapat menahan air matanya karena hatinya begitu terguncang. Sakit, sangat sakit.
"Maaf Cla.. Aku bisa menjelaskannya" Ucap Farel, ia tahu apa yang di maksud Clara. Ia yakin pasti Reyhan yang menunjukkan video itu atau bisa saja Vizah.
"Tak ada yang perlu di jelaskan Rel! Semua nya sudah jelas! Gue benci sama lo!" Ucap Clara meninggalkan Farel.
__ADS_1
Farel tidak bisa mengejar Clara karena tiba tiba kepalanya terasa begitu sakit. Tubuhnya benar benar lemah hingga ia ambruk.
Clara yang tidak mengetahui nya meninggalkan taman begitu saja dan kembali ke rumah.
...----------------...
"Kemana Clara? Kenapa jam segini ia belum masuk?" Tanya Reyhan menatap meja Clara yang kosong.
Tiba tiba terdengar pintu di ketuk kemudian terbuka.
"Pak, Bu Clara izin tidak masuk beberapa hari karena sakit" Ucap Nita, salah satu rekan kerja Clara di kantor. Ia kemudian pamit untuk melanjutkan pekerjaan nya lagi.
"Sakit? Apa karena tadi malam?" Gumam Reyhan. Ia segera meraih jas nya dan keluar dari ruangan.
Reyhan melajukan mobilnya menuju rumah Clara.
Sesampainya di sana, ia segera mengetuk pintu, tak lupa memberi salam.
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam" Seorang wanita paruh baya keluar dari rumah.
"Siapa ya?" Tanya Bu Tari.
"Saya Reyhan, Tante. Mungkin Tante gak ingat saya, saya teman SMA Clara dulu dan sekarang saya adalah bosnya di kantor" Ucap Reyhan mencium tangan Bu Tari.
"Ah, saya sudah tidak ingat. Maklum, karena sudah tua. Kalau begitu silahkan masuk" Ucap Bu Tari mempersilahkan.
Reyhan duduk di sofa usang. Ia mengamati sekeliling, masih sama, tak ada yang berubah dari kali terakhir ia datang saat mengantar Clara pulang.
Bu Tari meletakkan kopi di depan Reyhan kemudian mempersilahkan pria itu untuk meminumnya.
"Maaf, ada tujuan apa ya nak Reyhan datang ke sini?"
"Saya ingin menjenguk Clara karena katanya dia sakit" Sahut Reyhan.
"Sakit? Tidak, Clara tidak sakit. Ia malah pergi bekerja seperti biasa pagi ini. Memang aku lihat ia membawa tas besar karena katanya akan keluar kota bersama bos-nya. Apa Clara tidak masuk kerja hari ini?" Tanya Bu Tari terlihat cemas.
"Ah, saya baru ingat jika kami memang akan keluar kota hari ini. Sepertinya saya yang kelupaan. Mungkin ia sedang menunggu saya sekarang. Kalau begitu saya permisi dulu" Ucap Reyhan, tak lupa ia meminum kopi yang di buat oleh Bu Tari sampai habis kemudian mencium punggung tangan wanita itu.
Reyhan melajukan mobilnya. Ia bingung harus mencari Clara kemana. Berkali kali ia menghubungi wanita itu, namun ponselnya tak aktif membuatnya semakin khawatir.
Reyhan kembali ke rumahnya untuk mengambil motor sport nya agar lebih mudah mencari Clara. Seharian ia berkeliling kota, mencari di taman taman, wahana permainan dan tempat tempat yang mungkin akan di kunjungi oleh Clara. Namun hasilnya nihil, ia bahkan tak menemui Clara dan hanya lelah yang ia dapatkan. Wajahnya memucat karena belum makan dari siang tadi dan sekarang sudah jam sembilan malam.
"Ra, kamu dimana? Jangan buat aku khawatir, Ra. Ini salahku karena sudah membuat mu seperti ini. Seharusnya aku tidak menunjukkan video itu" Ucap Reyhan frustasi dan merasa bersalah. Ia mengacak rambutnya kesal.
__ADS_1
Ia melajukan mobilnya kembali ke apartemen dan akan mencari Clara lagi besok.