Cinta Yang Bertemu Kembali

Cinta Yang Bertemu Kembali
Bab 59


__ADS_3

Reyhan merasa tak tenang selama ngedate bersama Adel. Pikirannya terus tertuju pada Clara. Entah kenapa ia merasa harus menyusul wanita itu. Ia meninggalkan Adel dengan alasan ada urusan mendadak.


Reyhan segera pergi menuju hotel Bintang. Sesampainya di sana, sungguh ia tak percaya dengan pemandangan di depannya.


Clara menggendong anak kecil dan Farel berada di sebelahnya. Mereka terlihat begitu bahagia. Entah kenapa secara otomatis otaknya mengatakan bahwa anak itu adalah anak Clara dan Farel.


"Apa Clara sudah punya anak dari Farel?" Tanya Reyhan tak percaya, ia menatap dari kejauhan.


"Jadi benar .. kejadian di hotel itu, memang benar terjadi" Gumamnya begitu kecewa.


"Jo, menurutmu kita harus kemana?" Tanya Clara sambil mencium pipi anak kecil itu. Ia sudah jatuh cinta pada anak kecil itu. Sifat menggemaskan nya membuat Clara tak ingin jauh jauh darinya.


"Kita makan yuk, aku laper" Ucap Jonathan memasang wajah melas.


"Ututu, baiklah, aku akan mengabulkannya" Ucap Clara. Farel membuka pintu mobilnya dan mempersilahkan Clara masuk bersama Jonathan. Mereka kemudian segera mencari restoran terdekat.


Reyhan yang melihat mereka pergi, segera menuju mobilnya untuk mengikuti mereka.


"Sepertinya ia menyukaimu" Ucap Farel tersenyum saat melihat Jonathan berceloteh di pangkuan Clara.


"Ya, aku sangat senang karena ia bahagia saat bersamaku" Balas Clara sambil merapikan rambut Jonathan.


"Om jangan ngomong sama Tante dulu. Aku mau ngomong sama Tante, om jangan ikutan" Larang Jonathan. Kelakuannya benar benar membuat Clara gemas.


"Baik baik, sekarang ayo kita turun" Ajak Farel. Clara menggandeng tangan Jonathan memasuki restoran. Mereka segera memesan makanan.


"Kenapa kau di sini? Bukankah seharusnya kau menemui investor?" Tanya Reyhan menghampiri Clara.


"Ya, dan sekarang aku sedang makan sore dengan investor nya" Clara menjawab dengan santai.


"Maksudmu Farel adalah investor nya?" Tanya Reyhan.


"Ya, makanya kau harus membaca dan mendengarkan apa saja yang aku katakan. Bukannya malah bermain hp" Sahut Clara ketus.


"Kenapa anda bisa ke sini?" Tanya Farel pada Reyhan.


"Apa aku mengganggu acara keluarga kalian?" Tanya Reyhan duduk di samping Farel.


"Ya, om mengganggu!" Baru saja Farel ingin buka mulut, namun sudah keduluan oleh Jonathan.


"Maaf kalau om mengganggu, tapi om ada urusan dengan mereka"


"Lain kali kau harus fokus dengan pekerjaan. Bukannya berkencan dengan pria" Ucap Reyhan menatap tajam Clara yang berada di depannya.


'Cih, gak sadar diri. Kan lo duluan yang ninggalin gue karena kencan sama Adel. Sekarang lo malah marahin gue. Emang menurut lo gue lagi ngapain? Ini gue lagi kerja Bambang! Bukannya lagi debus' Gerutu Clara dalam hati.


Reyhan memesan makanannya dan ikut makan bersama mereka.


Jonathan yang merasa tak suka dengan Reyhan begitu ingin mengusir pria itu. Ia merasa kalau Reyhan akan mengambil Clara darinya dan juga dari Farel. Ia begitu ingin menjadikan Clara sebagai Tantenya yang sesungguhnya.


Dengan kecerdasan otaknya yang melebihi anak seusianya, ia mendapatkan sebuah ide.


"Ma, mama suapi aku dong. Aku gak mau makan nih" Pinta Jonathan dengan wajah cemberut.


Clara, Reyhan dan Farel terkejut mendengar panggilan Jonathan untuk Clara.


"Jo mau mama suapin? Ya udah, sekarang buka mulut Jo lebar lebar. Pesawat terbang akan datang" Ucap Clara menyuapkan nasi ke mulut Jonathan.

__ADS_1


Jonathan menerimanya dengan senang hati. Clara memilih mengikuti keinginan Jonathan, ia tidak ingin anak itu marah. Walau ia begitu penasaran kenapa Jonathan memanggil nya Mama.


Sedangkan Reyhan memakan makanannya dengan kesal. Saat ia melirik ke arah Clara, tak sengaja tatapan matanya bertemu dengan Jonathan. Anak kecil itu mengedipkan mata kemudian menjulur kan lidahnya mengejek Reyhan.


"Pa, papa kenapa gak makan? Apa mau mama suapin juga?" Tanya Jonathan saat melihat Farel hanya memandangi mereka dengan tersenyum.


"Ma, mama suapin papa ya. Please" Pinta Jonathan dengan wajah memelas. Tak tega melihat wajah anak itu membuat Clara akhirnya menurutinya.


Clara merasa canggung saat menyuapi Farel. Reyhan benar benar kebakaran jenggot. Ia hanya bisa menatap kesal ke anak kecil menjengkelkan itu. Ada rasa cemburu di hatinya saat melihat betapa bahagianya keluarga itu. Selama ini ia tersiksa dengan kenangan pahit lima tahun yang lalu, namun melihat Clara bahagia dengan keluarganya itu membuatnya merasa begitu marah. Kenapa hanya ia yang tersiksa sedangkan Clara malah hidup bahagia?


"Karena kita sudah selesai makan, bisa sekarang kita membahas pekerjaan kita?" Tanya Reyhan. Ia mencoba untuk bersikap biasa saja.


"Ma, aku mau pulang, aku ngantuk" Ucap Jonathan bergelayut manja di lengan Clara.


"Tapi sayang.."


"Aku gak mau tahu, pokoknya kita harus pulang" Kekeh Jonathan.


Karena Jonathan terus merengek akhirnya Farel memilih untuk mengantarnya pulang.


"Tapi aku maunya sama mama, pah" Pinta Jonathan. Akhirnya Clara memilih ikut bersama Farel dan Jonathan. Lagi lagi Jonathan mengejek ke arah Reyhan.


Reyhan terlihat frustasi. Anak itu benar benar membuatnya kesal.


"Kira kira dia menurun siapa? Kenapa sikapnya begitu menyebalkan?"


****


"Siapa yang mengajari mu memanggil Tante dengan sebutan mama?" Tanya Clara mengintrogasi anak kecil di pangkuan nya.


"Bukan siapa siapa. Aku hanya tidak suka dengan om itu. Aku tidak mau dia mengambil Tante dari aku dan om Farel. Aku maunya Tante sama om Farel" Ucap Jonathan dengan lugunya.


"Jo, om tadi adalah pacarnya Tante Clara. Jadi Tante tidak mungkin sama om, karena Tante udah punya pacar" Ucap Farel mencoba memberi pengertian pada anak itu.


"Kalau gitu putusin aja. Kan gampang" Ucap Jonathan lugu membuat Farel dan Clara tertawa.


"Tidak semudah itu sayang. Kau tenang saja, tidak akan ada yang akan mengambil Tante, karena Tante milik Jonathan seorang" Ucap Clara.


"Dan milik om Farel!" Sambung Jonathan. Clara hanya bisa tersenyum mendengar ucapannya.


*****


"Bagus, apa lo sudah mengantar anak lo pulang?" Tanya Reyhan memberi tepukan tangan pada Clara saat wanita itu baru memasuki ruangannya. Clara kembali ke kantor karena masih jam setengah lima, jam kerjanya belum habis.


"Bukannya bekerja, lo malah acara keluarga. Lo tahu udah berapa banyak waktu yang lo habiskan bersama mereka?" Tanya Reyhan menghampiri meja Clara.


"Maaf soal itu" Sahut Clara acuh.


Reyhan meletakkan kedua tangannya di meja Clara. Ia menundukkan wajahnya menatap Clara.


"Jangan main main sama gue Clara. Sebagai hukuman, lo harus lembur hari ini. Kerjakan semua pekerjaan gue"


Clara mengangkat wajahnya hingga kedua mata mereka bertemu.


"Baiklah, aku tahu aku yang salah. Aku akan menjalani hukumannya" Ia kembali menundukkan wajahnya dan fokus pada layar laptop nya.


"Apa kalian sudah menikah?" Seketika jari lentik Clara berhenti mengetik saat mendengar pertanyaan Reyhan.

__ADS_1


"Maksudmu?" Tanya Clara.


"Anak itu, bukankah ia anak lo dan Farel? Saat kalian melakukannya, bukankah kalian belum menikah? Jadi anak itu adalah anak ..."


"Jaga ucapan anda pak Reyhan. Jangan mengatakan hal buruk mengenai Jonathan!" Ucap Clara berang.


"Lo ibu yang baik. Anak itu pasti senang memiliki ayah dan ibu seperti kalian. Tapi bagaimana jika suatu saat ia tahu, kalau ia hasil dari hubungan terlarang. Hubungan yang terjadi karena ibunya begitu membutuhkan uang"


"Reyhan!"


Plaakk!


"Kau boleh menghinaku, tapi jangan Jonathan. Ia tidak tahu apapun" Clara terlihat menitikkan air matanya.


"Kenapa kau mengungkit ini lagi kak? kenapa kau mengungkit hal yang tidak pernah aku lakukan?! Kenapa sampai sekarang kau masih menuduhku melakukan itu dengan Farel?!" Tanya Clara dengan derai air mata.


Clara segera meninggalkan Reyhan. Ia menangis terisak, kenapa sampai sekarang Reyhan masih berpikir jika ia pernah melakukan hubungan intim dengan Farel? Bahkan menuduh Jonathan sebagai anaknya. Kali ini sungguh Reyhan benar benar keterlaluan.


"Aarrgh!!!!" Reyhan mengacak rambutnya frustasi.


"Apa aku terlalu berlebihan?" Tanya nya dengan suara lirih.


"Sial!!" Teriaknya sambil menggebrak meja.


Brakk!!


'Aku hanya marah karena ternyata ia sudah menikah dengan Farel. Aku marah karena ternyata ia sudah memiliki anak. Aku marah karena selama ini ia bahagia, sedangkan aku tidak. Aku marah dan kecewa karena ternyata Clara yang dulu aku cintai benar benar sudah tiada'


Reyhan tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Clara belum menikah, apalagi memiliki anak. Dirinya yang enggan membaca CV dari orang orang yang melamar menjadi sekretaris nya membuat ia tidak mengetahui apapun tentang sekretaris nya tersebut. Ia menyerahkan semuanya kepada Tomi.


...----------------...


Hari mulai gelap dan seluruh karyawan sudah pulang, kecuali mereka yang memiliki urusan hingga membuat mereka terpaksa lembur.


Clara masih berada di atap. Tempat di mana ia selalu mencurahkan isi hatinya selama bekerja di perusahaan tersebut. Biasanya jika Tomi sedang tidak sibuk, Clara akan mengajaknya ke atap hanya untuk sekedar berbincang. Namun sayangnya mereka sudah tak bekerja di perusahaan yang sama.


Clara menarik nafasnya dalam dalam. Hatinya mulai bertanya tanya, tidak mungkin hanya karena di malam itu ia tidak sengaja memeluk Farel dan memilih mengantarnya ke rumah sakit daripada tetap bersama Reyhan, membuat Reyhan begitu murka padanya. Tidak mungkin hanya karena kedua hal itu membuat Reyhan menuduhnya melakukan hubungan intim bersama Farel.


"Sebenarnya apa yang membuatnya begitu marah? Aku harus mencari tahu penyebabnya" Gumam Clara. Ia segera beranjak dari duduknya dan kembali ke ruangannya.


Cklek..


Clara langsung duduk di mejanya. Sedangkan Reyhan hanya menatap sekilas kearahnya.


Hanya keheningan yang menemani mereka. Mereka diam membisu dan enggan untuk berbicara satu sama lain.





"Maaf..." Ucap Reyhan lirih namun Clara masih bisa mendengarnya.


"Aku .. aku hanya tidak suka melihat kalian bersama" Lanjutnya lagi, masih dengan suara lirih.


"Aku minta maaf jika aku keterlaluan" Ucap Reyhan merasa bersalah. Namun Clara tetap diam, seakan ia tidak mendengar ucapan Reyhan.

__ADS_1


".... Kenapa kau mengatakan hal itu? .. kenapa kau menuduhku melakukan hal itu dengan Farel? Selama lima tahun aku terus mempertanyakan hal ini. Aku ingin tahu apa alasannya. Aku ingin tahu apa yang membuatmu begitu marah dan membenciku" Ucap Clara menatap Reyhan.


__ADS_2