Cinta Yang Bertemu Kembali

Cinta Yang Bertemu Kembali
Bab 6


__ADS_3

Pagi yang cerah, sinar mentari pagi selalu menghangatkan tubuh, membuat siapapun semangat untuk menjalani harinya.


Clara sudah berada di kelasnya, seperti biasa dia selalu membaca buku sebelum pelajaran dimulai.


"Pagi, Ra!" Sapa Mita.


"Siang" jawab Clara cuek.


"Sialan Lo, Ra, masa gue sapa pagi, Lo jawab siang sih" Gerutu Mita, dia kemudian menuju bangkunya dan tidur.


"Eh, gue perhatiin, tuh muka Lo sama Mita kok pada luka gitu, kalian abis tawuran ya?" Tanya Wulan, teman satu kelas Clara.


"Mau tau aja Lo" jawab Clara cuek. Ia membalikkan lembaran berikutnya di buku itu.


"Hmm, biasanya kalau Clara dan Mita pada bonyok kayak gini, Santi pasti bonyok juga" Sahut Nabila duduk di samping Wulan.


"Awas lho, ntar kenak semprot Lo sama pak Rudi, gue yakin nih" celetuk Alvan.


"Udah tenang aja, lagian kan pak Rudi hari ini gak masuk, jadi santuy, asalkan kalian gak ember, pak Rudi pasti gak tau" ucap Clara.


"Eh, btw, Santi mana ya, kok belum dateng. Gue mau balikin buku yang gue pinjem kemarin" Ucap Alvan celingukan mencari Santi.


"Eleh, modus, bilang aja Lo kangen sama dia kan" timpal Rizki sambil menoyor kepala Alvan.


Alvan yang tak terima langsung memiting kepala Rizki, mereka jadi saling pukul dan menjambak.


"Hadeh kalian ini, kalau mau berkelahi ya harus jantan dong, masa main jambak jambakan, kayak cewek aja," celetuk Ruben.


Rizki dan Alvan berhenti, mereka menatap Ruben dengan tajam. Mereka berdua kemudian menariknya dan menghajarnya. Seenaknya saja mengatakan mereka berdua seperti cewek, padahal, dia sendiri gayanya agak melambai.


"Duh kepala eyke jangan di pukul, sakit tau" Ruben meringis sambil melindungi kepalanya dari pukulan Rizki dan Alvan.


"Eh, gue ketinggalan apaan nih?" Tanya Santi yang baru datang.


"Hadeehh, ini semua gara gara Lo, San." Jawab Clara.


"lho, kok gue? Gue kan baru dateng, mana tau apa apa"


"Pokoknya awalnya gara gara Lo, San. Mending Lo pisahin deh, daripada Mita ngamuk gara gara tidurnya keganggu"


Kelas pun di mulai. Saat semua siswa sibuk dengan pelajaran, suara seorang pria memecahkan konsentrasi mereka.


"Clara, Mita, Santi, ikut bapak ke ruang BK" Ucap pak Rudi tegas


"Mampus gue, kok pak Rudi bisa tau sih?" ucap Clara ketakutan.


Clara, Mita dan Santi kemudian mengikuti pak Rudi ke ruang BK.


Di sana ternyata sudah ada Reyhan, Wildan dan gengnya.


"Baiklah, sekarang bapak tanya, Wildan, kenapa kamu dan geng mu mengeroyok Clara dan teman temannya?" Tanya pak Rudi.


"Saya marah pak, karena Mita dan Santi menghina pacar saya."


"Apa itu benar?" Tanya pak Rudi pada Mita dan Santi.


"Pacar dia duluan yang menghina kami pak. Kami hanya membalas sesuai perbuatannya saja" Jawab Mita melirik sinis pada Wildan.


"Kami hanya membela diri saat Wildan dan gengnya menyerang kami pak" Tambah Santi.


"Clara?"


"Saya hanya membantu teman teman saya pak" jawab Clara.


"Reyhan?"


"Saya hanya menolong Clara pak, si brengsek ini ingin memukul Clara menggunakan kayu" Jawab Reyhan.


"Itu bohong pak, saya gak ngapa ngapain kok" Bantah Wildan.


"Cih, jelas jelas Lo mau mukul Clara pake kayu, udah main belakang lagi, dasar banci!" Ucap Reyhan mengejek.


"Apa lo bilang?!"


Wildan langsung menarik kerah baju Reyhan, kedua pemuda itu saling menatap satu sama lain. Jika ini kartun, mungkin sinar laser sudah keluar dari mata mereka.


Reyhan dan Wildan hampir baku hantam, beruntung nya suara pak Rudi menghentikan mereka.


"Sudah, Wildan, kau tidak perlu berbohong karena bapak sudah melihat semuanya. Bapak lihat kamu duluan lah yang menghadang Clara dan teman temannya, setelah itu kamu dan geng mu menghajar mereka. Benar yang di katakan Reyhan, kamu hampir memukul Clara menggunakan balok kayu, jika dia tak menahannya, maka kemungkinan Clara akan terluka parah." Pak Rudi menjelaskannya panjang lebar.

__ADS_1


"Bapak akan menghukum kalian semua sesuai dengan perbuatan kalian. Bapak tidak akan memandang status orang tua kalian di sekolah ini karena itu tidak ada di kamus bapak. Reyhan, Wildan dan gengnya harus membersihkan halaman sekolah dan toilet pria selama 4 hari, sedangkan Clara dan teman temannya harus membersihkan toilet wanita selama 2 hari sepulang sekolah, dan kalian semua harus membuat surat permintaan maaf sebanyak 10 lembar. Apa ada yang keberatan?" Tanya pak Rudi.


"Tidak pak" Semua menjawab serempak.


"Baiklah, kalian boleh kembali ke kelas, tapi ingat! Jika kalian kedapatan mengulangi perbuatan ini lagi, maka orang tua kalian akan di undang ke sekolah dan nilai kalian akan bapak kurangi, apa kalian mengerti?"


"Mengerti pak"


Semua membubarkan diri dari ruang BK. Wildan mencekal lengan Reyhan, dia menatapnya dengan penuh kebencian.


"Lo selamat kali ini, lihat saja nanti, gue pasti bakal balas perbuatan Lo dan Lo akan minta ampun ke gue"


Wildan tersenyum miring, lelaki ini memang sangat sombong, padahal semalam dia babak belur di hajar Reyhan.


Reyhan melepaskan cekalan Wildan, dia kemudian berkata dengan sinis.


"Oke, kita lihat, siapa yang bakalan minta ampun, Lo atau gue"


Reyhan kemudian meninggalkan Wildan, dia mencari-cari di mana Clara berada karena tadi Clara dan teman temannya pergi duluan.


"Clara!"


Clara menoleh dan melihat Reyhan. Reyhan bernafas lega, dia mengusap keringat di dahinya, kemudian menghampiri Clara.


"Ra, kita pergi dulu ya, cowok Lo kayaknya kangen tuh" Ucap Mita dengan senyum jahilnya.


"Yuk, Ta! Selamat bersenang-senang ya, Ra. Ingat, kalau udah selesai langsung ke kelas, jangan mojok di kantin." Ucap Santi sambil cengengesan, dia dan Mita pergi meninggalkan Clara.


"Sial! Awas aja Lo pada"


"Clara, gimana luka lo?" Tanya Reyhan.


"Sudah baikan kok kak" jawab Clara.


"Syukurlah, apa lo ada waktu lusa? Orang tua gue ingin bertemu sama lo" Tanya Reyhan.


"Ada kok"


"Baiklah, besok gue jemput lo, kita akan belanja pakaian untuk lusa"


"Tapi kak_"


Reyhan kemudian berlalu meninggalkan Clara begitu saja.


"Dasar, mau Wildan atau kak Reyhan sama aja. Kalau bukan karena biaya untuk operasi ibu, aku tidak sudi menjadi pacar bayaran mu, mulutnya pedes bener kayak sambel


ijo" Gerutu Clara.


Clara kembali ke kelas dengan wajah masamnya. Mita dan Santi saling menatap bingung.


Jam istirahat pun tiba.


"Kenapa Lo Ra? Tuh muka kok masam gitu." Tanya Santi.


"Gak ada kok, gue sebel aja sama kak Reyhan, kata katanya itu lho, pedeess banget kayak sambal ijo" Ucap Clara ketus.


"Ohh, gak heran gue, kak Reyhan kan selain terkenal dengan wajah tampan rupawan nya, dia juga terkenal dengan kata katanya yang pedas, kejam dan dingin. Udah banyak cewek yang sakit hati saat di tolak kak Reyhan, jadi Lo sabar aja ya ngadepin kulkas berjalan yang isinya cabe rawit semua" Terang Mita menepuk pundak Clara.


"Heehhh, nasib" jawab Clara lesu


"Ke kantin yuk! Gue laper nih" Ajak Santi.


"Kuy!"


...----------------...


Waktu pulang sekolah pun tiba dan waktunya untuk mereka menjalankan hukumannya masing masing.


Clara, Mita dan Santi sedang membersihkan toilet wanita. Clara terpaksa lambat masuk kerja karena harus menyelesaikan hukumannya. Jika hanya membersihkan satu toilet mungkin tidak apa, tapi mereka harus membersihkan satu toilet wanita di tiga lantai sekolah.


"Kejam bener pak Rudi, masa kita di suruh bersihin seluruh toilet wanita di sekolah. Gue pikir toilet untuk kelas 11 aja, taunya semua." Gerutu Mita kesal.


"Sabar Ta, untung cuma toilet siswa, kalau di tambah toilet guru, bisa pulang kesorean kita" Timpal Santi.


"Iya deh" Jawab Mita.


"Kalau kita kerjanya cepat, pasti cepat juga selesainya, lagian gue juga harus kerja. Semangat!!" Ucap Clara menyemangati kedua sahabatnya.


"Semangat!!" Jawab Mita dan Santi sambil tertawa.

__ADS_1


*Byuur*


"Heh!, Apa apaan sih Lo? Mau nyari masalah dengan kita ha?!" Tanya Mita marah dengan nada marah, karena Ayunda menyiram lumpur di lantai yang sudah mereka bersihkan.


"Ups, sorry, gue pikir gak apa apa, soalnya di sini kan emang kotor. Lagian tempat ini kayaknya emang cocok buat kalian yang KO_TOR" Ayunda tertawa sinis.


"Heh! jaga ya omongan lo. Lo yang pantas di tempat ini karena Lo cewek kotor yang udah merebut pacar sahabat sendiri" Ucap Mita berapi api, dia hampir saja memukul Ayunda dengan pel jika saja tidak di hentikan oleh Clara.


"Udah, Lo jangan urusin cewek gak tau diri ini, ngatai orang lain kotor, padahal dia sendiri kotoran. Mengatai orang miskin, padahal dia mengemis untuk dapat jawaban dari soal. Kita sebagai orang yang berakal harus mengalah dengan orang yang tidak memiliki akal sepertinya alias orang GILA" Ucap Clara dengan wajah datarnya, dia tidak bisa diam lagi saat Ayunda terus menghinanya dan teman temannya.


Ayunda mendesah kesal, dia ingin pergi dari tempat itu, tapi..


*Byuurr*


Santi menyiram Ayunda dengan air bekas pel-an. Dia tersenyum melihat Ayunda basah kuyup. Dia tidak memperdulikan makian Ayunda, yang terpenting dia sudah membalasnya.


"Ini pembalasan gue buat Lo. Lo tau kan gue selalu membalas perbuatan dengan perbuatan, begitupun perkataan di balas perkataan. Jadi, Lo jangan macem-macem dengan gue ya"


Ayunda pergi dengan wajah kesal dan makian yang tak henti keluar dari mulutnya.


Mita dan Clara saling pandang, mereka bergidik melihat Santi.


"Kalian berdua kenapa?" Tanya Santi dengan wajah polosnya itu.


"Gak apa apa" jawab Clara dan Mita.


"Hm, gue seneng karena akhirnya Lo gak diem aja pas Ayunda menghina kita, Ra" Ucap Santi.


"Iya dong, gak mungkin lah gue diem aja, waktunya balas dendam kawan, hahaha" Tawa Clara.


Mereka bertiga tertawa bersama sambil membersihkan toilet tersebut.


Sedangkan di tempat lain, Reyhan sedang membersihkan halaman sekolah bersama 5 orang teman Wildan. Wildan dan 5 orang yang lain membersihkan halaman belakang.


Seorang gadis melintas di depan mereka yang sedang menyapu, gadis itu terus memaki. Awalnya Reyhan tidak peduli, tapi mendengar nama Clara di sebut, dia langsung menatap gadis itu yang sudah berjalan jauh.


"Eh, bukannya itu pacarnya Wildan ya?" Ucap Yogi, temannya Wildan.


"Iya ya, tapi kok dia basah kuyup gitu, mana bau lagi" Timpal Hendra menutup hidung nya.


"Mungkin dia jatuh di got karena keasikan telponan sama wildan" Timpal Roni bercanda.


Mereka bertiga tertawa bersama. Reyhan yang mendengar perkataan mereka akhirnya mengerti, siapa gadis itu dan kenapa dia menyebut nama Clara tadi, pasti dia seperti itu karena ulah Clara dan teman temannya.


"Jadi dia orangnya, sahabat yang merebut pacar sahabatnya sendiri" Gumam Reyhan kembali menyapu dedaunan.


"Eh, kak, apa bener Lo pacaran sama Clara?" Tanya Roni mendekati Reyhan.


"Hm"


"Kenapa Lo bisa suka sama Clara?" Tanya Zaenal yang juga penasaran.


"Eh, gue tebak, pasti karena Clara pintar dan cantik. Dia juga lembut dan sopan, pasti karena itu" ucap Hendra menebak dengan percaya diri.


"Hm"


"Kak, Lo bisa ngomong kan?" Tanya Aldo.


"Hm"


"Njir, dari tadi jawabnya hm hm doang, sariawan tuh mulut" kesal Hendra.


"Yaah, itu artinya gue gak bisa deketin Clara lagi dong" Ucap Yogi dengan wajah lesunya.


Reyhan yang mendengar nya langsung menatap tajam Yogi, entahlah, dia tidak suka saja ada yang mendekati Clara.


Yogi yang di tatap bagai singa yang ingin menerkam mangsanya menjadi takut. Dia menelan ludahnya, dia hanya mengangkat dua jarinya sambil cengengesan.


"Kalian ini, bukannya kerja malah ngobrol. Cepat selesaikan jika kalian ingin pulang, dan ingat, kalian belum membersihkan toilet. Awas saja jika tidak kalian bersihkan" Ucap pak Rudi berkacak pinggang. Setelah melihat mereka kembali bekerja, dia kemudian menuju halaman belakang untuk melihat Wildan dan yang lain.


"Kalien ini, bukennye kerja malah ngobrol, cepet selesaikan jika kalien ingin pulang. Dasar! Emang kita kuli bangunan apa di suruh kerja, kita lagi di hukum pak." Zainal mengatakan nya dengan nada mengejek.


"Udah, cepet selesa'in, gue ada janji dengan pacar gue, entar dia ngambek lagi, susah tau bujuk cewek yang lagi pms" ucap Aldo bersungut.


"Eh, kok Lo tau dia lagi pms, jangan jangan_"


"Jangan ngomong sembarangan ya Ron, gue gak ngapa ngapain. gue tau karena dia nyuruh gue beli pembalut di supermarket" Aldo memukul Roni menggunakan sapu di tangannya.


"Sial amat Lo di suruh beli pembalut, pasti Lo di diketawain sama mbak kasirnya ya" Ejek Hendra.

__ADS_1


Semua tertawa, sedangkan Aldo wajahnya memerah seperti kepiting rebus. Reyhan hanya tersenyum melihat tingkah mereka.


__ADS_2