Cinta Yang Bertemu Kembali

Cinta Yang Bertemu Kembali
Bab 23


__ADS_3

Clara dan yang lainnya mulai memasuki villa megah itu.


Di bantu pak Broto dan istrinya, mereka memasukkan barang barang bawaan mereka ke kamar masing-masing.


Karena villa itu memiliki 3 kamar, maka Clara memutuskan untuk sekamar dengan Mira, Mita dengan Santi, dan yang cowok tidur bersama di kamar paling ujung.


"Ini kamarnya ya mbak, semoga mbak betah di sini. Kalau butuh sesuatu bisa panggil saya, saya sama suami rumahnya di samping villa ini" Ucap Bu Broto saat mengantarkan mereka ke kamar.


Clara mengangguk, kemudian Bu Broto izin ke dapur untuk membuat makan malam.


"Mas udah lama gak ke sini, bapak seneng bisa ngeliat mas lagi" Ucap pak Broto berbincang dengan Fathan di ruang tamu.


"Saya juga seneng bisa ke sini lagi pak, terimakasih karena bapak sudah menjaga villa ini dengan sepenuh hati" Ucap Fathan.


"Sama sama mas. Kalau begitu saya izin pulang ya mas, mau mandi"


"Silahkan pak" Ucap Fathan mengantar pak Broto sampai pintu.


Fathan berbalik, tak sengaja matanya menatap Clara yang sedang menelepon seseorang di depan pintu kamar.


Pemuda itu menatapnya intens, dia memerhatikan setiap gerakan yang di buat oleh Clara. Matanya menelusuri setiap lekukan tubuh Clara. Tanpa sadar Fathan menelan saliva nya.


Bertepatan dengan itu, Santi keluar dari kamarnya. Dia bermaksud menemui Clara untuk bertanya menu makan malam mereka. Tanpa sengaja mata Santi memandang Fathan yang menatap Clara dengan liar.


'Benar kata Clara, cowok itu aneh. Aku harus berhati-hati, jangan sampai Clara mengalami kejadian yang sama. Kalau sampai dia berani nyentuh Clara, akan ku buat dia tidak melihat dunia lagi'


Clara sudah menceritakan kepada kedua sahabatnya tujuan mereka ikut berlibur ke villa Fathan, selain untuk healing, mereka juga ingin mengawasi Fathan dan Mira agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Clara juga menceritakan jika Reyhan merasa aneh dengan pemuda itu. Selain itu Clara juga menceritakan tujuan mereka membawa Dimas adalah untuk mendekatkan nya dengan Mira.


Santi segera menghampiri Clara saat melihatnya mematikan HP-nya. Gadis itu segera berdiri didepan Clara untuk menghalangi pandangan Fathan.


Fathan berdecak kesal kemudian pergi dari sana.


"Lo kenapa san? Kok muncul tiba-tiba kayak jin nyasar?" Tanya Clara.


"Gue gak kenapa napa kok, oh ya menu makan malam nya apa, biar gue masakin"


"Dah, Lo gak perlu repot-repot, udah ada Bu Broto yang menghandle semuanya."


...----------------...


Malam harinya semua berkumpul di meja makan. Bu Broto izin pulang karena tugasnya sudah selesai.


Suara denting sendok yang beradu dengan piring mengisi suasana meja makan tersebut.


"Setelah ini apa kegiatan kita?" Tanya Mita menatap Fathan.


"Untuk malam ini lebih baik kita istirahat dulu, tapi kalau kalian ingin jalan-jalan di sekitar villa juga boleh." Jawab Fathan.


Hening beberapa saat, semua sibuk dengan makanannya masing-masing.


"Sayang, buka mulutnya aaaa" Ucap Mira sambil menyuapi Fathan.


Fathan membuka mulutnya menyambut suapan Mira.


Mira tersenyum, kemudian ia menatap Clara dengan senyum mengejek, matanya seperti menantang Clara.

__ADS_1


Mira kembali menyuapi Fathan sambil menatap Clara, seperti nya dia ingin membuktikan kalau dirinya dan Fathan lebih romantis daripada Clara dan Reyhan.


Clara berdecak kesal, merasa tertantang Clara pun membalas dengan hal yang sama.


"Kak Rey sayang, buka mulutnya ya" Ucap Clara berusaha menyuapi Reyhan.


Reyhan hanya diam membuat Clara kesal. Gadis itu kemudian menginjak kaki Reyhan membuat pemuda itu menjerit kesakitan.


"Aarrgh!!!"


"Lo kenapa Rey" Tanya Mira.


"Gak" Jawab Reyhan sambil meringis memegangi kakinya.


"Kak Reyhan" Ucap Clara menekankan kata katanya.


Reyhan membuka mulutnya dengan wajah kesal dan menerima suapan Clara.


Clara tersenyum sombong menatap Mira.


"Sayang, sekarang kamu suapin aku ya" Pinta Mira dengan manja yang segera di kabulkan oleh Fathan. Mira kemudian menatap Clara dengan senyum kemenangan.


Clara memberi isyarat kepada Reyhan agar melakukan hal yang sama seperti Fathan. Reyhan menggeleng, tapi dia terpaksa menyuapi Clara saat melihat gadis itu melotot ke arahnya.


Terjadilah aksi suap suapan di meja makan tersebut. Dimas, Mita dan Santi yang dari tadi menonton pun di buat kesal karena tidak bisa makan dengan tenang.


"Gue duluan" Ucap Dimas beranjak dari tempat duduknya.


"Emang nasib jomblo mah gini, ngenes kalau lihat orang pacaran" Ucap Mita segera menyusul Dimas.


"Yee, bilang aja iri" Cibir Clara.


"Udah, kita beresin meja makannya terus kita susul mereka" Ucap Fathan. Mereka pun segera melakukan perintahnya.


Clara dan Reyhan segera menyusul yang lain dan meninggalkan Mira dan Fathan yang masih mencuci piring.


Setelah lelah mencari, Reyhan dan Clara menemukan teman-teman mereka berada di pinggir kolam di halaman belakang.


"Nyesek banget dada gue Rey, gue gak yakin gue kuat kalau di sini terus. Mending gue balik ya" Ucap Dimas saat Reyhan duduk di sampingnya.


"Jangan gitulah dim, Lo harus kuat. Lo harus ngalahin si sethan, masa gini doang Lo udah nyerah. Mana Dimas yang dulu gue kenal" Ucap Reyhan menyemangati sahabat nya itu.


Dimas Anggara adalah pria yang pantang menyerah. Dia selalu berusaha untuk mendapatkan hati gadis yang di sukai nya. Walaupun akhirnya ia harus patah hati saat mendapat penolakan dari mereka.


"Tapi ini beda Rey, kalau dulu gue deketin siswi-siswi di sekolah kan cuma untuk ngilangin status jomblo gue, karna gue yakin cinta akan muncul seiring berjalannya waktu. Kalau Mira, gue udah jatuh cinta pandang pertama sama dia. Tapi sayang banget, dia udah punya pacar" Ucap Dimas lesu.


"Udah Lo tenang aja, gue akan ngurusin si sethan. Yang penting Lo deketin Mira sekarang." Ucap Reyhan.


"Heehhh, gue boleh tanya gak sama kalian?" Tanya Dimas kepada Clara, Mita dan Santi yang duduk tak jauh dari mereka.


Mereka bertiga mengangguk.


"Tipe cowok idaman kalian kayak mana?" Tanya Dimas serius.


"Badboy"

__ADS_1


"Goodboy"


"Cuteboy"


"Lah, itu artinya Reyhan bukan tipe Lo dong Ra, Reyhan mana ada cute cute nya" Ucap Dimas.


"Bisa di bilang gitu sih" Jawaban Clara membuat Reyhan melotot tak percaya.


"Lo kenapa suka goodboy San?" Tanya Dimas.


"Ya karena gue suka cowok baik"


"Kalau Mita kenapa suka badboy? Kan mereka bisa aja kasar sama Lo" Tanya Dimas lagi.


"Bagi para cewek, badboy itu keren, misterius, cool, mereka juga jago bela diri, mereka bisa romantis banget kalau udah bucin dan lebih agresif. Jadi kami para cewek lebih suka badboy." Jawab Mita.


"Kalau gitu gue mau jadi badboy biar Mira suka sama gue" Seru Dimas bersemangat.


Reyhan langsung tertawa mendengar ucapan Dimas, dia sampai memegangi perutnya sangking lucunya.


"Jangan mimpi deh dim, Lo mau jadi badboy tapi gelar sadboy udah mendarah daging di tubuh Lo. Udah alay bin lebay lagi, hahaha"


"Wow, kak Reyhan cute ya kalau lagi ketawa, tipe Lo banget itu Ra" Celetuk Mita menepuk paha Clara.


"Diem, Lo tau sendiri kan gimana tipe gue" Ucap Clara, tapi matanya masih menatap lekat ke arah Reyhan yang masih tertawa.


"Ada apa nih, kayaknya lucu banget" Seru Mira yang datang bersama Fathan sambil membawa camilan.


"Gak ada apa apa kok kak, cuma tadi ada semut yang mau berubah jadi tawon pembunuh" Jawab Mita.


Mereka bertujuh pun bersenda gurau bersama. Dimas tidak ingin menatap Mira dan Fathan jadi dia lebih sering mengalihkan pandangannya. Santi masih mengawasi gerak-gerik Fathan yang mencurigakan.


Malam pun sudah larut, mereka memutuskan untuk beristirahat.


Reyhan menahan tangan Clara saat yang lain sudah menaiki tangga menuju kamar masing-masing.


"Kenapa kak?"


"Jauhi Fathan, tetap berhati-hati dengannya. Usahakan jangan dekat dengannya saat gue gak ada. Gue memiliki firasat buruk padanya" Ucap Reyhan.


Clara mengangguk. "Kakak kenal sama kak Fathan sebelumnya?"


Reyhan menggeleng. "Aku hanya kenal dengan ayahnya yang merupakan rekan bisnis papaku" Jawab Reyhan.


Clara mengangguk paham.


"Tidurlah" Ucap Reyhan menatap lekat Clara.


"Oke, kakak tidur yang nyenyak ya. Kalau susah tidur bayangin aja wajah Clara, siapa tau kita ketemu di mimpi" Ucap Clara.


Reyhan membungkukkan badannya agar sejajar dengan wajah Clara.


"Aku harap aku memimpikan kejadian di perpustakaan" Ucapnya lirih namun masih terdengar oleh Clara.


Wajah Clara bersemu merah, gadis itu segera berlari meninggalkan Reyhan yang tersenyum menatapnya.

__ADS_1


"Wajahnya imut saat malu seperti itu. Ah, kenapa aku jadi seperti ini, sadar Rey, dia hanya pacar bayaran. Tapi tak bisa dipungkiri kalau dia itu cantik, manis dan imut" Ucap Reyhan segera berlalu.


__ADS_2