Cinta Yang Bertemu Kembali

Cinta Yang Bertemu Kembali
Bab 37


__ADS_3

Hari yang tidak di nanti pun tiba. Hari ini pesta ulang tahun Vizah yang di adakan di villa mewah milik keluarga nya sungguh meriah. Minuman alkohol dan bunyi dentuman musik memenuhi setiap sudut ruangan.


Beberapa saat yang lalu sebelum acara dimulai. Reyhan menjemput Clara di rumahnya untuk menemui sang mamah. Widya kemudian mengajak Clara dan Reyhan ke salon kecantikan. Setelah selesai merias Clara, Widya kemudian mengajak mereka menuju butik. Ia memilih beberapa gaun untuk Clara. Setelah Clara mencobanya, ia menunjukkan nya pada mamah Widya.


"Gimana Tante?" Tanya Clara sambil memutar tubuhnya.


"Wah, perfect!" Widya mengacungkan kedua jempol nya.


"Rey, coba kamu lihat Clara, cantik banget kan calon menantu mamah" Ucap mamah Widya membuat Clara tersipu malu.


'Sejak kapan aku jadi calon menantu Tante Widya?' Batin Clara yang baru sadar dengan ucapan mamah Widya.


"Iya mah, cantik" Ucap Reyhan tanpa sadar membuat Clara semakin tersipu.


"Nah, karena bentar lagi acaranya di mulai, mending kita cepetan ke sana, keburu telat" Ucap mamah Widya.


Mereka bertiga pun menuju tempat di adakan nya pesta ultah Vizah. Suara dentuman musik menyambut kedatangan mereka.


"Rey, kamu jagain Clara, ya. Mamah bareng papah dulu, mau ngobrol bareng rekan bisnis" Reyhan mengangguk dan mengizinkan mamahnya pergi.


Reyhan menggandeng tangan Clara. Ia menatap gadis itu, wajahnya terlihat cemas.


"Kamu jangan khawatir. Apapun yang akan terjadi di dalam, aku akan selalu ada di sampingmu" Ucapan Reyhan membuat Clara sedikit lebih tenang.


Mereka berdua melangkah memasuki villa.


Tak tak tak


Seketika semua hening saat mereka memasuki villa. Semua orang terpukau dengan penampilan Reyhan yang terlihat sangat tampan dan berwibawa. Begitupun dengan Clara yang terlihat cantik dan anggun.


"Shhh, Aduh, kok aku di cubit sih, sayang" Ringis Wildan memegangi lengannya.


"Makanya mata itu di jaga. Lihatin aja terus, gak papa kok. Pulang dari sini bakalan aku cabut mata kamu" Kesal Ayunda saat Wildan tak berkedip memandang Clara.


"Maaf"


Seluruh pemuda lainnya juga terpesona dengan kecantikan Clara. Gadis itu terlihat berbeda, terlihat sangat cantik. Berbeda saat di sekolah.


"Wah, Reyhan ganteng banget" Puji Lita.


"Gak nyangka gadis udik itu ternyata cantik kalau di poles" Ucap Aulia.


"Lihat, yang lain aja pada terpesona dengan gadis udik itu" Tunjuk Lita dengan dagunya.


"Kalian bisa diam, gak?" Kesal Vizah karena kedua sahabatnya memuji sang rival dalam cinta.


"Dia mencoba menjadi Cinderella di sini. Lihat saja, pada waktunya kau akan kembali menjadi gadis udik" Lanjut Vizah sambil menyeringai.


"Clara!" Panggil Mita sambil melambaikan tangannya.


Clara mengajak Reyhan untuk menghampiri teman temannya.


"Loh, kak Mira juga di sini" Ucap Clara yang melihat Mira di samping Dimas.


"Iya, di undangannya bilang boleh bawa pasangan. Jadi aku bawa Mira kesini" Sahut Dimas.


Mereka mengobrol sambil menunggu acara puncak di mulai. Reyhan tak pernah melepaskan genggaman tangannya. Ia benar-benar menjaga Clara.


"Kak, aku ke toilet dulu ya" Ucap Clara.


"Aku antar ya"


"Gak usah, aku bisa sendiri kok"


Reyhan akhirnya mengizinkan.

__ADS_1


"Lepasin dulu, kak" Clara menggoyang tangannya membuat Reyhan tersadar kalau ia masih menggenggam nya. Ia pun melepaskan genggaman tangannya.


Clara pun izin ke toilet sebentar.


"Hei, itu Clara kan?"


"Iya ya, duh berani dia datang ke sini. Apa gak malu?"


"Kayaknya urat malu nya udah putus, buktinya dia mau di bayar. Murahan, emang berapa sih harga tubuh krempeng nya itu?"


Clara tetap diam dan segera menuntaskan hajatnya. Ia membiarkan saja mereka berbisik-bisik tentangnya karena ia sedang malas. Saat ia keluar dari bilik toilet, salah satu dari tiga gadis yang berbisik tadi menarik tangannya.


"Hai murahan. Aku ingin tanya, berapa hargamu? Hahaha" Ucapnya tertawa.


Clara menghempaskan tangan gadis itu. "Jaga mulutmu!"


"Oh, masih berani melawan. Kau akan menangis darah setelah ini. Acara puncak belum di mulai" Timpal yang satunya.


Clara memutuskan meninggalkan mereka dan kembali bergabung bersama teman temannya.


"Baiklah semua, acara puncak di mulai. Kepada nona Vizah, silahkan meniup lilin ultah nya" Ucap sang MC.


Vizah meniup lilin diiringi lagu happy birthday. Tepuk tangan pun bergema setelah Vizah selesai meniup lilin. Gadis itu memotong kue dan memberikan potongan kue nya kepada kedua orang tuanya, begitupun sebaliknya.


"Baiklah, sekarang sesi pemberian hadiah" Ucap MC.


Satu persatu memberikan hadiah kepada Vizah. Giliran Clara yang memberi hadiah, Vizah langsung membukanya dan memberi tahu kepada semua orang apa isinya.


"Oh, dompet ya. Maaf, di rumah gue udah terlalu banyak dompet yang lebih mahal dari ini. Lagian ini dompet gak cocok sama gue, takutnya duit gue malah ilang lagi kalau make dompet ini. Coba kalian lihat ini dompet model apa?" Vizah sengaja menunjukkan nya pada semua tamu undangan.


"Lia, tolong berikan ini kepada pembantu gue. Bilang aja hadiah dari gue, karena ini cocok untuknya bukan gue" Lanjut Vizah memberikan dompet itu pada Aulia.


Beberapa orang mulai mencibir hadiah dari Clara. Mereka mengatakan hadiah nya terlalu murah untuk anak konglomerat seperti Vizah.


"Maksud Vizah apa sih ngomong kek gitu?" Kesal Mamah Widya.


Clara hanya tertunduk sedih. Gadis itu sebenarnya sudah yakin ini akan terjadi tapi tetap saja rasanya menyakitkan saat hadiah dari kita di hina. Ia mencoba menahan air matanya agar ia tidak bertambah malu.


"Reyhan, apa kau tidak memberiku hadiah?" Tanya Vizah manja pada Reyhan yang berdiri di samping Clara.


"Tentu aku ada hadiah untukmu. Kau tinggal pilih" Sahut Reyhan.


"Benarkah?" Tanya Vizah berbinar.


"Benar, kau tinggal pilih, sampah atau limbah?"


Vizah terdiam beberapa saat. "Ah, kau pandai bercanda"


"Aku tidak bercanda. Kau pantas mendapatkan nya" Reyhan menggandeng tangan Clara dan meninggalkan Vizah yang kesal dengan perkataannya.


"Kau jangan pikirkan perkataan Vizah tadi, ya" Reyhan mengusap rambut Clara. Ia tahu Clara sebenarnya ingin menangis.


"Kalau kau sudah tak nyaman, lebih baik kita pulang" Lanjut Reyhan yang tak tega dengan Clara.


"Tidak perlu, aku masih kuat kok, kak"


"Kita lanjutkan acara berikutnya yaitu pesta dansa!" Ucap sang MC yang di sambut meriah oleh tamu undangan.


"Reyhan, apa kau mau berdansa denganku?" Tanya Vizah menghampiri mereka berdua.


"Tidak, aku sudah mendapatkan pasangan ku" Ucap Reyhan menatap Clara.


Vizah berdecak kesal sebab Reyhan menolaknya. Ia memilih meninggalkan mereka berdua.


"Ra, kau mau kan berdansa denganku?"

__ADS_1


Clara mengangguk. "Tapi aku tidak pandai berdansa, kak"


"Aku akan mengajarimu" Reyhan menggandeng tangan Clara menuju area dansa. Dimas dan Mira juga terlihat sedang berdansa.


"Apa lah daya kita yang jomblo" Ucap Mita lesu.


"Andai kakak gak sibuk, aku pasti udah ngajak dia ke sini. Siapa tahu Lo dan kakak gue cocok" Ucap Rena pada Mita.


"Gak lah, gue mau yang seumuran. Kakak Lo pasti udah tua" Tolak Mita.


"Iya deh iya"


Di area dansa Reyhan dengan sabar mengajari Clara bagian dasar nya. Clara terlihat mulai mengerti dan mereka mulai berdansa dengan bagusnya.


Vizah yang kesal langsung menjalankan rencana keduanya.


"Tante Widya, Reyhan belum ngasih aku hadiah ultah loh" Ucap Vizah menggunakan mic, jadi suaranya terdengar jelas oleh semua tamu.


Dengan sabar Widya menjawab sambil tersenyum. "Oh ya, kalau begitu mintalah pada Reyhan"


Reyhan berhenti berdansa dan menatap tajam ke arah Vizah.


"Ehm, aku tidak ingin benda atau yang lainnya. Aku hanya ingin Reyhan menjawab pertanyaan ku. Apa benar kau membayar Clara untuk menjadi pacarmu?"


Reza dan Widya membelalakkan matanya mendengar pertanyaan Vizah. Bukan hanya mereka, Dimas, Mira dan tamu undangan yang sama sekali tidak tahu pun di buat terkejut.


"Mengingat sikapmu yang dingin dan terkesan kejam pada seorang gadis, tentu membuatku tidak yakin kalau kalian mempunyai hubungan. Apalagi ada saksi yang mendengar sendiri bahwa Clara mengatakan dia hanya pacar bayaran mu. Berita ini juga menyebar dan viral di sekolah, kau tahu sendiri nama mu menjadi buruk kan? Aku tidak ingin mereka mengatakan yang tidak tidak tentangmu. Aku juga yakin kau tidak mungkin membayar orang untuk menjadi pacarmu. Jadi, jawab pertanyaan ku, apa benar kau membayar Clara untuk menjadi pacarmu?" Lanjut Vizah bertanya.


'Aku yakin kau akan mengatakan tidak. Kau tidak mungkin mengakui Clara sebagai pacarmu, apalagi sebagai pacar bayaran. Selera Tante Widya itu tinggi, dia tidak mungkin menyetujui hubungan kalian jika itu memang benar. Kau harus mengatakan tidak kali ini, Reyhan. Jika kau tidak ingin ancaman ku itu benar terjadi' Batin Vizah.


Reyhan terdiam mendengar pertanyaan Vizah. Ia teringat ancaman dari gadis itu.


Beberapa saat yang lalu saat Clara ke toilet. Vizah mendatangi Reyhan dan mengajaknya bicara.


"Reyhan, kau harus mengakui bahwa Clara bukan pacarmu apalagi pacar bayaranmu. Aku akan membuat namamu bersih jika kau menuruti ku. Kau tahu sendiri mereka mengatai mu lelaki hidung belang karena sudah membayar seorang gadis. Namamu menjadi buruk di sekolah. Dengan kau mengatakan tidak, namamu akan kembali bersih dan Clara yang akan semakin tercemar. Aku harap kau menuruti ku. Jika tidak, aku akan membuat Clara menderita bahkan di keluarkan dari sekolah sama seperti gadis yang kau sukai dulu" Ancam Vizah.


Reyhan tetap diam membuat semua tamu undangan semakin penasaran. Terutama kedua orang tua Reyhan. Widya yakin putranya itu sengaja membayar Clara menjadi pacarnya untuk memenuhi permintaan omah Ken.


Clara menatap wajah Reyhan dengan pasrah. 'Apapun yang kau katakan nanti, akan aku terima kak. Kau tenang saja'


"Kau bertanya apa aku membayar Clara atau tidak?" Akhirnya dari mulut Reyhan keluar sebuah kalimat yang di tunggu tunggu.


"Aku dan Clara .. kami memang pacaran. Bukan sebagai pacar bayaran, tapi sebagai pacar yang sesungguhnya. Kalian mudah termakan berita yang belum tentu benar. Bahkan berita itu tidak mempunyai bukti. Saksi? apa dia bisa menunjukkan rekaman suara saat Clara mengatakan itu? Saat itu kalian mengatakan Clara mengguna guna dan memelet ku, bahkan kalian bilang Clara menggoda ku. Itu tidak benar, akulah yang pertama mengejarnya. Aku yang pertama kali jatuh cinta dengannya" Ucap Reyhan membuat semua tercengang.


Clara menatap lekat lelaki di sampingnya. 'Kau sampai rela berbohong, kak. Kenapa kau mengatakan hal itu?'


"Aku tidak percaya, kau bilang tadi bukti kan? Maka tunjukkan pada kami bukti itu" Tantang Vizah, ia yakin Reyhan tidak bisa menunjukan nya.


Reyhan melingkarkan tangannya di pinggang Clara dan mencium bibir gadis itu. Clara membelalak karena terkejut dengan tindakan Reyhan yang tiba tiba.


Semua tamu undangan tercengang melihatnya.


"Kyuw kyuw, ciuman ke berapa tuh?" Celetuk Mita membuat semua orang yakin jika itu bukan ciuman pertama mereka.


'Ciuman ke berapa, itu artinya mereka sudah pernah ciuman sebelumnya'. Batin Vizah kesal.


Reyhan memperdalam ciuman itu membuat Clara akhirnya larut dan membalas ciuman Reyhan. Ia melingkarkan tangannya di leher Reyhan.


Semua tamu yang hadir menjadi saksi jika mereka benar benar pacaran. Mungkin setelah ini, tidak ada yang berani mengatai Clara murahan atau apalah itu.


Tiba-tiba Widya naik ke atas panggung dan merebut mic dari Vizah.


"Kalian lihat sendiri kan, Reyhan dan Clara benar benar memiliki hubungan"


Ucapan mamah Widya seketika membuat Clara dan Reyhan berhenti berciuman.

__ADS_1


"Putraku tidak mungkin membayar orang hanya untuk menjadi pacarnya. Satu lagi, aku sudah mengetahui hubungan mereka sejak lama dan sudah merencanakan pertunangan mereka setelah Clara lulus sekolah. Jika aku mendengar ada yang mengolok-olok atau mengganggu calon menantuku, aku akan mengejarnya sampai langit ke tujuh"


Vizah melotot mendengar mereka akan bertunangan. Apalagi Widya mengatakan Clara sebagai calon menantunya.


__ADS_2