Cinta Yang Bertemu Kembali

Cinta Yang Bertemu Kembali
Bab 27


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Semua kembali ke kamarnya masing-masing.


Setelah izin dengan Mira, Clara segera menuju kamar Mita dan Santi.


"Kenapa Ra?" Tanya Mita saat Clara mengunjungi kamar mereka.


Clara kemudian menceritakan kejadian di dapur tadi, tentu reaksi keduanya sangat marah. Mita hampir keluar dari kamarnya untuk menghajar Fathan namun di cegat oleh Clara.


"Udah Ta, dengerin gue cerita dulu" Ucap Clara, Mita mengangguk dan kembali duduk.


"Gue dan kak Dimas punya rencana bagus yang akan membuat Fathan ketahuan hanya bermain main dengan kak Mira!"


"Apa rencana Lo?" Tanya Santi.


Clara langsung membisiki kedua sahabatnya itu.


"Gila Lo Ra! Lo yakin?" Tanya Mita tak percaya.


"Ra, gue tau Lo masih trauma dengan kejadian Devan, jadi lebih baik Lo urungkan deh rencana Lo ini" Ucap Santi menasehati.


"Udah kalian tenang aja, gue pasti kuat kok. Lagian kita bertiga, gak mungkin dia bakalan menang"


"Dia cowok Ra, sedangkan kita cewek. Kekuatan dia pasti lebih kuat dari kita!" Ucap Mita.


"Udah kalian jalankan aja sesuai rencana"


Clara kemudian kembali ke kamarnya.


...****************...


Pagi sudah menjelang. Matahari terbit di ufuk timur. Suasana sejuk pegunungan membuat siapapun masih nyaman bergulung di selimutnya.


Santi berjalan menuju dapur dan membantu Bu Broto yang sedang memasak sarapan.


Setelah semua selesai sarapan, mereka memutuskan untuk berenang di kolam renang belakang villa.


Kolam nya cukup luas dengan kedalaman dua setengah meter, panjang tujuh meter dan lebar empat meter.


Clara memilih duduk di dekat kolam dan melihat yang lain berenang karena ia tak pandai berenang.


"Ra!" Seru Reyhan memanggilnya.


Clara menggeleng, ia tahu Reyhan pasti mengajaknya berenang.


Reyhan segera menghampirinya dan bertanya.


"Aku.. gak bisa berenang kak" Jawab Clara malu.


"Kalau begitu biar aku ajarkan" Tawar Reyhan.


Clara menolak. "Aku takut tenggelam kak"


"Baiklah, kalau kau berubah pikiran cepat panggil aku" Reyhan segera bergabung bersama yang lain.


Ayu yang melihat Clara duduk di tepi kolam tiba-tiba mendapat ide licik. Ia segera memanggil yang lain dan mengusulkan sebuah lomba.


"Bagaimana kalau kita mengadakan lomba renang?"


"Oke!" Jawab mereka serentak.


"Yang pertama cewek dulu ya. Oke, siapa yang akan berlomba?" Tanya Ayu.


Mita dan Mira langsung mengangkat tangannya.


"Baik, pertama lomba antar cewek baru antar cowok. Hanya ada satu pemenang dalam perlombaan, dan yang menang dari tim cewek dan cowok harus bertanding untuk memenangkan perlombaan"


Semua mengangguk dan bersiap di posisi masing-masing.


"Ready...go!" Setelah mendengar aba-aba tersebut, Mita, Mira dan Ayu melesat berenang dengan kecepatan tinggi.


Semua orang memberikan semangat. Sayangnya Mira berada di urutan terakhir, Ayu di urutan kedua dan Mita keluar sebagai pemenang.


Sekarang giliran yang cowok bertanding. Clara memberikan semangat kepada Reyhan. Alhasil pemuda itu sangat bersemangat dan menenangkan perlombaan, disusul Fathan dan terakhir Dimas.


Sampailah mereka di babak final. Mita dan Reyhan bersiap-siap di garis finis. Setelah aba-aba mereka berenang dengan semangatnya.


Saat melihat semua orang sibuk dengan perlombaan. Ayu berjalan mengendap-endap ke belakang Clara. Ia kemudian mendorong Clara membuat gadis itu tercebur.


Lokasi Clara yang cukup jauh dari yang lain dan suara teriakan nya yang tersamarkan dengan teriakan teman temannya membuat satupun dari mereka tak menyadari jika Clara tenggelam.


Ayu tersenyum sinis saat rencananya berhasil. Seperti tak terjadi apapun, ia segera melangkah dan bergabung dengan yang lain.


Reyhan merasa ada yang aneh, dia tak mendengar suara Clara yang memberikannya semangat.

__ADS_1


Reyhan yang khawatir segera berhenti, ia mengedarkan pandangannya mencari Clara. Betapa terkejutnya dia saat Clara tak ada di tempat duduknya, ia semakin terkejut saat melihat sebuah tangan melambai-lambai di air kemudian menghilang.


Reyhan segera berenang mendekati lokasi terakhir Clara. Ia segera menarik tubuh Clara dan membawanya naik ke atas.


Semua orang di buat bingung dengan tingkah Reyhan yang keluar dari arena perlombaan. Mereka baru sadar saat Santi menjerit.


"Clara!" Seru Santi saat melihat Reyhan mengangkat tubuh Clara dari air.


Mereka segera menghampiri Clara dan Reyhan.


Reyhan segera membaringkan tubuh Clara. Ia menepuk pelan pipi gadis itu dan memanggil namanya.


"Ra, hei bangun. Clara" Ucap Reyhan pelan.


"Dia gak akan bangun kak, mending kakak kasih napas buatan" Seru Mita mengusulkan ide. Yang lain langsung melotot mendengar usulannya.


Reyhan tak peduli yang penting Clara sadar, ia langsung memberikan napas buatan kepada gadis itu.


Tak lama, Clara sadar dan memuntahkan air dari mulutnya. Santi bergegas ke dapur mengambil air hangat dan handuk kemudian memberikannya kepada Clara.


"Duh, gak virgin lagi dong bibir Lo, Ra" Celetuk Mita membuat yang lain tertawa.


"Kenapa kamu bisa tenggelam?" Tanya Reyhan.


"Ada ulat bulu yang menempel di bajuku, aku terkejut kemudian terpeleset lalu tenggelam" Ucap Clara sambil menatap Ayu.


Reyhan segera menggendong Clara dan membawanya masuk ke kamar di susul Mita, Santi, Mira dan Ayu yang mengikuti.


Reyhan membaringkan tubuh Clara kemudian menyelimutinya.


"Ganti bajumu setelah itu istirahat. Aku akan mencari ulat bulu yang menempel di bajumu dan membunuhnya" Ucap Reyhan membuat Ayu yang berada di sampingnya ketakutan.


Clara mengangguk. Reyhan mengelus rambutnya kemudian pergi.


"A_aku pergi dulu ya" Ayu juga langsung pergi karna takut ketahuan.


Mira menuju dapur untuk membuat teh hangat untuk Clara.


"Apa ulat bulu itu Ayu?" Tanya Santi.


Clara mengangguk.


"Brengsek! Aku akan memberinya pelajaran saat bertemu dengannya lagi" Ucap Mita kesal.


"Benar juga, kalau begitu ayo kita panggil kak Reyhan" Ucap Mita.


"Jangan sekarang. Kita tunggu sampai kak Dimas membawa kak Mira pergi" Ucap Clara.


Siang itu Dimas mengajak Mira untuk berkencan. Mira mengangguk kemudian bersiap-siap.


Saat akan pergi, Mira izin dulu dengan Fathan. Fathan menunjukkan wajah tidak rela saat Mira meminta izin untuk kencan bersama Dimas, tapi dalam hati dia bersorak gembira karena bisa mendekati Clara dengan leluasa.


Setelah Dimas dan Mira pergi, Fathan menuju kamarnya untuk membuat rencana agar dia bisa berduaan dengan Clara di villa.


Saat makan siang, Reyhan bergegas menuju kamar Clara sambil membawa makanan di tangannya.


Reyhan masuk dan melihat Clara sendirian.


"Makanlah" Clara mengangguk dan memakan makanannya.


"Sepertinya kau demam, aku akan membeli obat di apotik. Kau habiskan saja makananmu"


Setelah Clara menghabiskan makanannya, Reyhan bergegas mencari Mita dan Santi dan menyuruh mereka untuk menjaga Clara.


"Akhirnya kak Reyhan pergi juga" Ucap Clara bernapas lega.


"Kau jangan senang dulu, dia pasti cepat pulang karena hanya membeli obat" Ucap Santi khawatir.


"Kalau begitu cepat jalankan tugas kalian" Perintah Clara.


Mita dan Santi bergegas keluar. Tak sengaja mereka berpapasan dengan Fathan.


"Kak Fathan jagain Clara dulu ya, kita ada urusan sebentar" Setelah mengatakan itu mereka kemudian keluar dari villa.


Fathan tersenyum menyeringai. "Sepertinya Dewi Fortuna sedang berpihak padaku, semua orang sedang pergi dan hanya tinggal aku dan Clara"


Fathan segera menuju kamar Clara dan membuka pintunya yang tidak terkunci.


"Siang Clara" Sapa Fathan.


Clara terkejut. "Si_siang"


Fathan menutup pintunya perlahan kemudian mengunci nya.

__ADS_1


Clara teringat Devan yang juga melakukan hal yang sama. Keringat dingin mulai keluar dan wajah Clara memucat.


'Ayo kuat Ra, ini demi kak Mira!'


"Bagaimana keadaan mu?"


"Ba_baik" Jawab Clara.


"Benarkah? Aku takut kau tak akan baik setelah ini" Fathan tersenyum menyeringai.


Sedangkan di tempat Dimas dan Mira.


"Dim, kenapa gak di makan?" Tanya Mira saat Dimas tak menyentuh makan siangnya dan malah melamun.


"Ah, iya" Dimas langsung memakannya dengan cepat hingga tersedak.


"Uhuk uhuk"


Mira segera memberikan air putih pada Dimas.


"Makannya pelan pelan aja Dim, aku gak minta kok" Ucap Mira yang membuat Dimas malu.


"Btw, makasih ya kamu udah nolongin aku. Jujur aku takut banget sama Pacet, mereka itu kayak vampir yang menghisap darah" Ucap Mira membuat Dimas tertawa.


"Kok ketawa sih, aku gak becanda loh" Ucap Mira cemberut.


"Iya iya, kamu cantik loh kalau lagi cemberut gitu"


"Oh, kalau aku gak cemberut gak cantik gitu" Ucap Mira bertambah kesal.


"Kamu itu cantik apa adanya, karna itu aku jatuh cinta sama kamu pada pandang pertama" Ucap Dimas membuat Mira salah tingkah.


"Udah, cepat habiskan makanannya. Kamu cuma punya waktu 2 jam" Ucap Mira.


Setelah selesai makan, Dimas mengajak Mira jalan-jalan menikmati pemandangan.


Karena terlalu gusar dengan Clara dan teman temannya, Dimas kemudian memilih untuk menelpon Reyhan


"Rey, cepat pulang ke villa"


Reyhan yang mendapat telpon dari Dimas menjadi bingung.


"Dim, dim, maksud Lo apa, dim! Yah, dimatiin lagi"


Reyhan kemudian memandang antrian di depannya. Ia menghela napas saat harus menunggu beberapa saat lagi. Karna khawatir, ia mencoba menghubungi Clara.


"Benarkah? Aku takut kau tak akan baik setelah ini" Fathan tersenyum menyeringai.


"Apa maksudmu?" Tanya Clara.


Dreeet dreeet


Clara melihat ponselnya, terlihat 'Sambel ijo' yang menghubunginya.


"Angkatlah, siapa tau penting"


"Tidak perlu"


Reyhan berdecak kesal saat Clara tak menjawab telpon nya. Karena terlalu khawatir ia memutuskan untuk kembali ke villa.


"Baiklah, kau tahu Clara. Aku selama ini selalu mengawasi mu dan sangat menunggu saat saat seperti ini. Kau tahu aku sangat bosan dengan Mira. Aku hanya iseng saja memacarinya. Sesekali aku ingin mencoba berpacaran dengan orang miskin."


"Tapi aku juga orang miskin, apa kau masih ingin bersamaku?" Tanya Clara.


"Kau mungkin miskin, tapi entah kenapa aku lebih tertarik denganmu daripada Mira. Mira itu tidak cantik, dia tak pantas untukku. Tapi kau, aku jatuh cinta padamu saat pertama kali melihatmu" Fathan mendekat kan wajahnya dengan wajah Clara.


"Apa kau mau menjadi selingkuhan ku, aku janji akan memberikan apapun padamu. Aku juga akan secepatnya memutuskan Mira karna aku hanya bermain-main dengannya"


Clara langsung meludah ke wajah Fathan membuat pemuda itu murka.


"Aku tidak akan mau menjadi selingkuhan mu! Kau lelaki brengsek! Bisa bisanya kau hanya bermain-main dengan kakakku!" Ucap Clara emosi.


Fathan mengusap wajahnya yang terkena ludahan Clara. "Kau tahu, kau sangat menantang. Di saat gadis lain akan langsung setuju tapi kau malah menolak ku. Aku jadi semakin penasaran denganmu, sayang"


"Pergi!" Ucap Clara mendorong dada Fathan.


Fathan memegang tangan Clara dan menyudutkan nya di ranjang.


"Kau sudah memancing ku sayang. Selagi kita hanya berdua lebih baik kita menikmatinya."


Fathan mendekat kan wajahnya untuk mencium Clara, tapi..


Brak!

__ADS_1


Bughhh


__ADS_2