Cinta Yang Bertemu Kembali

Cinta Yang Bertemu Kembali
Bab 76


__ADS_3

"Ini semua pasti karena lo! Lo yang udah bikin kak Reyhan begini!" Adel mendorong bahu Clara untuk meluapkan rasa kekesalan dan kecemasan di dalam hatinya. Ia juga menyalahkan Clara karena kondisi Reyhan memburuk pasca di jenguk olehnya.


Clara hanya diam saat Adel terus menyalahkan nya. Ia juga khawatir dengan keadaan Reyhan, namun ia memendam rasa khawatirnya dan hanya bisa berdoa agar Reyhan selamat.


Dokter keluar dan mengatakan kondisi Reyhan semakin memburuk. Hal itu tentu membuat keluarga nya sedih.


"Aku pergi dulu.." Ucap Clara pada kedua orang tua Reyhan. Ia melangkahkan kakinya perlahan meninggalkan ruang rawat Reyhan.


Seakan saling terhubung dan memiliki ikatan kuat, semakin menjauh Clara membuat kondisi Reyhan semakin menurun.


"Apa dia bisa selamat?" Tanya Widya pada dokter.


"Kecil harapannya untuk bisa selamat. Sekarang kita hanya bisa berdoa dan menunggu keajaiban dari tuhan. Semoga saja pak Reyhan bisa selamat" Ucap dokter.


Adel merasa Clara melakukan sesuatu yang buruk pada Reyhan hingga membuat kondisi Reyhan semakin memburuk, ia memutuskan untuk mengecek cctv di ruangan ICU itu di temani Rayyan.


Adel memerhatikan dengan seksama apa saja yang di lakukan Clara selama di ruang ICU. Ia cemburu melihat Clara meletakkan tangan Reyhan di pipinya. Ia merasa Clara sudah keterlaluan.


"Kau lihat sendiri kan. Kak Clara tak melakukan apapun pada kak Rey. Jadi berhentilah untuk mencurigai nya" Ucap Rayyan. Adel hanya menatap sinis pada pemuda yang berjarak dua tahun di bawahnya itu.


Rayyan memerhatikan dengan seksama lagi di layar monitor hingga ia menyadari jika jari tangan Reyhan bergerak lemah.


"Kakak sudah sadar!" Teriaknya.


"Siapa yang sudah sadar?" Tanya Adel menatap bingung pada Reyhan yang terlihat berbinar.


"Aku ingin melihat nya ulang! Aku juga akan menelpon mama dan papa" Setelah menelpon kedua orang tuanya. Rayyan mendengar kan dengan seksama apa saja yang di ucapkan Clara pada Reyhan.


Tak lama Reza dan Widya datang menemui mereka. Melihat kedua orangtuanya sudah datang, dengan bersemangat Rayyan menunjukkan rekaman cctv itu pada mereka dan menjelaskan cara bagaimana agar Reyhan bisa selamat.


"Bisa di lihat bahwa saat kak Clara bersama kakak, kondisi nya sedikit membaik. Itu di buktikan dengan detak jantung kakak yang kembali normal dan kesadaran nya yang mulai pulih. Jika kalian perhatikan baik baik, maka terlihat jika jari tangan kakak bergerak lemah. Coba kalian dengar dengan seksama apa yang di ucapkan kak Clara..."


Reza, Widya dan Adel memasang tajam telinga mereka.


"Kondisi kakak tiba tiba memburuk saat mendengar kak Clara akan resign dan mereka tidak akan bertemu lagi. Setelah kak Clara menjauh dari kak Reyhan, kondisi kakak semakin memburuk.. jadiii, kesimpulan ku adalah kita harus membawa kak Clara kembali ke sini dan menemani kak Reyhan. Lebih tepatnya untuk merawat kak Reyhan. Aku yakin kekuatan cinta di antara keduanya bisa menyelamatkan kak Reyhan" Rayyan tersenyum saat ia merasa sudah seperti dokter yang menjelaskan kondisi pasiennya kepada keluarga pasien. Mungkin ia akan memilih menjadi dokter suatu saat nanti.


"Apa maksudmu kekuatan cinta?! Pokoknya aku gak sudi kalau wanita itu mendekati kak Reyhan! Kita pasti punya cara lain agar kak Reyhan selamat!" Adel menolak mentah mentah usulan Rayyan.


"Jangan egois! Ini demi keselamatan kak Rey!" Bentak Rayyan pada Adel. Baru kali ini ia melihat Rayyan begitu serius dan terlihat menyeramkan.


"Kalian yang egois. Apa kalian gak mikirin perasaan aku?" Adel bertanya dengan mata berkaca kaca.


Reza mengamati dengan seksama rekaman cctv itu. Yang di katakan Rayyan memang benar, tapi untuk mengikuti usulan Rayyan, ia harus berpikir dua kali karena ia tidak mau menyakiti perasaan Adel.


"Kalau kau berpikir kami egois, maka ya.. kami memang egois. Aku seorang ibu, aku akan melakukan apapun demi keselamatan putraku. Aku mengerti perasaan mu karena kita sama sama wanita. Tapi cobalah untuk mengerti sedikit, harapan hidup Reyhan bergantung pada Clara. Apa kau sanggup kehilangan Reyhan? Apa kau tega melihat seorang ibu kehilangan anaknya?" Tanya Widya pada Adel. Melihat air mata wanita itu membuat Adel akhirnya luluh. Ia setuju, asalkan ia bisa terus mengawasi Clara selama bersama Reyhan.


****

__ADS_1


"Tomi? Tumben ke sini. Ada urusan apa?" Tanya Dimas saat Tomi mendatangi kantornya.


"Ada masalah. Aku yakin kau sudah tahu jika pak Reyhan mengalami kecelakaan tadi malam. Sebelum kecelakaan itu terjadi, dia sempat menelpon ku dan memintaku untuk mengambil dokumen di laci meja kerjanya" Tomi menyerahkan dokumen itu pada Dimas.


Dimas melihatnya dengan teliti.


"Penggelapan dana perusahaan!"


"Kerugiannya mencapai 500 juta. Banyak juga.." Timpal Nio yang juga melihat dokumen itu.


"Tapi kenapa Reyhan menyuruhmu untuk mengambil nya? Dan kenapa kau menunjukkan nya pada kami?" Tanya Dimas.


"Aku tidak tahu apa alasan pak Reyhan menyuruhku. Tapi, mungkin dia ingin kita menyelidikinya. Dan kenapa aku menunjukkan nya pada kalian? Karena kalian adalah temannya pak Reyhan, aku bisa meminta bantuan kalian" Tomi tersenyum simpul.


"Ternyata kita cuma mau di manfaatin doang" Bisik Dimas pada Nio.


"Ada satu lagi.. Cctv di mobil pak Reyhan. Aku akan ke sana untuk mengeceknya dan kalian bisa mengurus dokumen ini" Tomi kemudian pamit meninggalkan mereka.


Tomi mendatangi bengkel tempat mobil Reyhan di perbaiki. Ia melihat setiap sudut mobil untuk mencari cctv yang di maksud Reyhan.


"Aku mendapatkan nya!" Semua pegawai bengkel melihat ke arahnya saat ia berteriak.


Tomi hanya cengengesan menanggapi mereka.


Setelah mendapatkan apa yang dia cari, Tomi segera kembali ke kantor Dimas. Ia segera menunjukkan cctv itu kepada mereka dan melihat apa yang cctv itu rekam.


"Jadi dia yang sudah membuat Reyhan kecelakaan!" Dimas terlihat begitu murka.


"Kami sudah menyelidiki nya dan penggelapan itu di lakukan oleh pak Raja dan juga rekaman cctv ini.. Apa mungkin dia ingin kita menjebloskan pak Raja ke penjara?" Ucap Nio menebak.


"Kau benar. Aku akan kembali ke perusahaan dan mengadakan rapat. Kalian bawalah bukti bukti ini" Tomi bergegas kembali ke Setya Company.


...----------------...


"Nak Clara, bisa kau kembali ke rumah sakit?" Ucap Widya menelpon Clara. Ia mendapatkan nomor Clara dari ponsel Reyhan.


Clara yang sedang makan siang di rumahnya seketika tersedak mendengar ucapan Widya. Ia berpikir terjadi sesuatu yang buruk pada Reyhan.


"Apa terjadi sesuatu pada pak Reyhan?"


"Datang saja. Ada hal yang harus kau lakukan!"


Mendengar itu membuat Clara bergegas kembali ke rumah sakit. Ia menghampiri Widya dan keluarganya dengan berlari.


"Apa yang harus aku lakukan?"


"Temani Reyhan sebentar saja" Pinta Widya membuat Clara terkejut. Untuk apa dia menemani Reyhan? Bukankah calon istrinya ada di sini? kenapa bukan dia saja?

__ADS_1


Widya mengajak Clara menjauh dari yang lain. "Dengar nak, aku tahu kalian berdua masih saling mencintai. Cinta kalian begitu kuat. Aku yakin dengan kehadiran orang yang di cintai Reyhan akan membuat nya membaik. Aku harap dengan kehadiran mu akan ada keajaiban yang terjadi, Reyhan bisa selamat dan akan segera sadar"


"Tapi tante.. aku tidak ingin menyakiti perasaan Adel"


"Adel sudah setuju saat kami mengatakan hal ini padanya. Aku mohon, aku tidak ingin kehilangan putraku.." Pinta Widya memelas.


Clara akhirnya setuju membuat Widya langsung memeluknya dan mengucapkan terima kasih.


"Aku kembali..." Ucap Clara sesaat setelah ia duduk di samping Reyhan.


"Kenapa kau membuat keluarga mu khawatir? Tak bisakah kau tidak merepotkan aku?" Clara menatap pria yang terbaring lemah di depannya.


"Cepatlah sadar, aku merindukan kulkas isi cabe rawit ini.. Jangan buat keluarga mu dan aku khawatir dengan kondisi mu yang semakin buruk. Kembali lah sehat dan aku akan mengajakmu jalan jalan ke taman bermain. Bukankah kau suka roller coaster? Kita akan naik wahana itu setelah kau sadar nanti"


Adel yang mengawasi dari luar menjadi sedikit goyah melihat kuatnya cinta di antara mereka. Apakah dia begitu kejam memisahkan mereka berdua? Apakah dia begitu kejam dan egois sampai merebut Reyhan dari Clara? Tapi bagaimana rasa cinta di hatinya?


Adel hanya bisa menghela nafas dalam dan kembali duduk di kursi tunggu.


Sedangkan di perusahaan Setya. Tomi sudah mengumpulkan para pemegang saham dan dewan direksi. Sedikit sulit untuk mengumpulkan mereka, tapi setelah dia bilang ada hal penting dan luar biasa yang akan dia bicarakan membuat mereka setuju untuk mengadakan rapat.


Melihat Dimas dan Nio sudah hadir, Tomi pun memulai rapat dadakan itu.


Tomi mengawalinya dengan memperkenalkan dirinya dan membahas kecelakaan Reyhan.


"Sampai sekarang kita tidak mengetahui apa penyebab pak Reyhan sampai mengalami kecelakaan yang membuatnya kritis. Tapi... mungkin kita akan mengetahuinya sekarang" Tomi melirik ke arah Raja yang terlihat gelisah.


Tomi menunjukkan rekaman itu di proyektor.


"Kalian lihat sendiri kan?"


Semua orang yang ada di ruang rapat itu terkejut melihat Raja yang keluar dari mobil dan menghampiri Reyhan tanpa menolongnya. Mereka juga mendengar semua ucapan Raja hingga mereka yakin jika Raja mencoba membunuh Reyhan.


Raja terlihat pucat di tempat duduknya. Dia sudah ketahuan, yang ada di otaknya sekarang bagaimana untuk melarikan diri dari tempat ini.


Para pemegang saham dan dewan direksi mulai menggunjing dan memakinya. Sampai segitunya dia menginginkan posisi CEO sampai mencoba membunuh sepupu nya sendiri.


"Ini belum selesai.." Dimas berdiri dari duduknya dan menghampiri Tomi.


"Masih ada yang harus kalian lihat" Dimas menatap layar proyektor yang menampilkan penggelapan dana yang di lakukan Raja dan juga Anton.


"Dasar sialan! Bisa bisa nya kau menggelapkan dana perusahaan!" Maki dewan direksi yang begitu geram pada Raja dan Anton.


"Ternyata kau busuk juga, Anton. Pantas saja keponakan mu seperti itu, pasti kau yang mengajari nya kan?" Cibir yang lainnya.


"Sial, bagaimana rahasia ini bisa terbongkar?" Gumam Anton. Ia hanya bisa pasrah saat dewan direksi dan yang lainnya memakinya.


Di tengah keadaan ruang rapat yang mulai memanas, Raja mencoba melarikan diri, tapi sayangnya petugas polisi datang dan langsung menangkap nya dan juga Anton.

__ADS_1


__ADS_2