
"Aku berjanji akan menaikkan harga saham secepatnya" Ucap Reyhan berusaha menenangkan mereka.
"Kami tidak perlu janji, tapi bukti. Lo harus membuktikannya, Reyhan" Ucap seorang pria muda memasuki ruang rapat.
"Kau?"
"Ya, gue kembali. Apa lo siap untuk memperebutkan posisi CEO lagi?" Tanya orang tersebut, ia tersenyum sinis. Reyhan terlihat mengepalkan tangannya. Clara merasa ia pernah melihat pria itu sebelumnya.
"Lama tidak berjumpa, Raja. Tentu gue siap. Kita lihat apakah lo bisa mengambil posisi gue" Reyhan tersenyum sinis.
Raja berdiri di samping Reyhan. Ia kemudian menyapa para pemegang saham.
"Perkenalkan saya Raja Setya Prayoga. Saya baru kembali dari Australia dan baru lulus S2. Saya adalah direktur keuangan yang baru menggantikan ayah saya. Saya mohon bimbingannya kepada kalian semua" Ucap Raja, ia kemudian membungkuk hormat.
"Sombong" Cibir Reyhan pelan.
"Mengenai harga saham yang turun, bisa kalian berikan masalah ini pada saya? Saya janji akan menyelesaikan nya_"
"Tidak perlu, aku bisa sendiri" Ucap Reyhan memotong pembicaraan Raja.
"Biarkan saya yang mengurusnya, anggap saja ini tugas pertamaku"
"Biarkan saja pak Raja yang mengurus nya. Kami juga ingin mengetahui bagaimana kinerjanya. Mungkin ia lebih baik dari anda" Ucap seorang pria.
Reyhan akhirnya tidak bisa berbuat apa apa saat semua pemegang saham sepakat agar Raja yang mengatasi masalah saham yang turun. Meski begitu, Reyhan tetap melakukan sesuatu agar saham perusahaan nya naik.
"Pak, apa menurut mu ini tidak aneh? Beberapa hari yang lalu harga saham baik baik saja, bahkan cenderung naik. Tapi kenapa tiba tiba menurun drastis? Semuanya dalam kondisi baik baik saja tapi saham menurun. Bukankah ini aneh?" Ucap Clara meminta pendapat Reyhan.
Reyhan segera menghampiri meja Clara. Ia meletakkan satu tangannya di meja dan menunduk untuk melihat layar laptop.
"Kau benar, ini memang aneh. Apa ada yang memanipulasi nya?" Tanya Reyhan.
"Mungkin saja, sepertinya kita harus mengeceknya" Ucap Clara.
Reyhan mengangguk, posisinya masih membungkuk menghadap laptop. Ia kemudian menatap wajah Clara yang berada di samping nya.
"Kenapa pak Reyhan masih disini?" Tanya Clara. Ia kemudian menoleh dan terkejut saat jarak wajah mereka begitu dekat.
"Emangnya aku harus di mana?"
"Cepat bekerja atau kau akan dikalahkan oleh pak Raja" Ucap Clara kemudian mendorong bahu Reyhan.
"Hahaha, dia tidak mungkin mengalahkan ku karena aku lebih pintar dan lebih licik darinya " Ucap Reyhan tertawa kecil.
"Semua bisa berubah. Kau harus mempertahankan posisimu" Ucap Clara.
"Iya, aku tahu kau tidak akan mau bekerja jika bukan aku CEO nya" Ucap Reyhan kembali ke mejanya.
"Geer" Cibir Clara.
...----------------...
Beberapa hari setelahnya harga saham kembali naik. Entah cara apa yang di gunakan Raja untuk membuat saham kembali naik. Anehnya para pemegang saham tidak menanyakan hal itu, bagi mereka yang penting saham naik.
Hal ini tentu membuat Clara semakin curiga jika grafik saham yang kemarin di tunjukkan sudah di manipulasi.
Para pemegang saham begitu puas dengan hasil kerja Raja dan justru mencibir Reyhan yang tidak melakukan apapun.
"Darimana kalian tahu jika aku tidak melakukan apapun? Apa selama dua puluh empat jam kalian mengawasi ku? Kalian juga belum tentu melakukan pekerjaan kalian dengan baik" Mendengar ucapan Reyhan membuat mereka semua terdiam.
"Aku senang dengan kinerjamu, pak Raja. Ini awal yang baik, tapi menurut ku kau tidak perlu memanipulasi harga saham hanya untuk mengalahkan ku. Saham selama ini baik baik saja. Saham menurun karena ada yang memanipulasi nya dan yang memanipulasi nya adalah pak Raja. Sebenarnya ini sudah pelanggaran, tapi aku masih baik padamu. Jika kau ingin bermain licik, maka lebih pintar lah. Gelar S2 mu itu tidak cukup untuk mengalahkan ku" Reyhan kemudian meminta Clara untuk menunjukkan buktinya.
Para pemegang saham langsung ribut saat melihat grafik saham yang di tunjukkan Clara. Grafik saham yang mereka lihat kemarin ternyata grafik saham dua tahun yang lalu.
"Sudah kalian lihat buktinya kan? Aku harap setelah ini kalian tidak mengatakan aku tidak melakukan apapun lagi" Ucap Reyhan kemudian meninggalkan ruang rapat di susul Clara.
"Sial! Kau menang kali ini Reyhan. Tapi kita lihat saja nanti" Gumam Raja. Ia kemudian menenangkan para pemegang saham yang mencibir nya.
***
"Aku keren kan?" Ucap Reyhan sombong pada Clara.
"Ya, kau keren. Tapi itu juga berkat bantuan ku" Ucap Clara melengos. Karena curiga ada yang salah, Clara langsung menyelidiki grafik saham tersebut hingga ia sadar jika ada yang memanipulasi nya.
"Ya, terimakasih karena sudah membantuku" Ucap Reyhan tulus.
***
__ADS_1
"Kenapa kau tidak becus?!! Bagaimana Reyhan bisa tahu jika kita memanipulasi sahamnya?!! Dasar tidak berguna! Melakukan hal ini saja kau tidak bisa!" Ucap Raja melampiaskan kemarahannya kepada seorang pria.
"Maafkan saya pak" Pria itu terlihat gemetar.
"Sudahlah Raja. Lagian posisi mu masih aman" Ucap seorang pemegang saham bernama Anton. Ia selama ini begitu membela Raja dan selalu memujinya di depan para pemegang saham dan dewan direksi.
"Tapi image ku sudah hancur, paman. Ini semua karena Reyhan sialan itu!"
"Kau bisa melakukan pencitraan kan. Lakukan apapun untuk membuat image mu kembali dan buat image Reyhan hancur. Bukankah itu kemampuan mu?" Ucap Anton.
"Kau benar" Raja tersenyum miring.
...----------------...
"Halo"
"Hai kak. Temenin aku ya. Kita jalan jalan ke mall atau ketempat yang seru. Aku bosan" Ucap Adel dari ujung ponsel nya.
"Oke. Tunggu aku di restoran dekat mall kota" Ucap Clara, ia kemudian mematikan ponselnya.
"Pekerjaan ku sudah selesai. Aku pamit pulang, pak" Ucap Clara menunduk hormat.
"Mau ku antar?"
"Tidak perlu, saya bisa pulang sendiri" Ucap Clara.
Clara pulang ke rumahnya untuk mandi dan mengganti pakaiannya dengan pakaian kasual. Ia kemudian menuju tempat di mana Adel menunggu nya.
"Del!" Ucap Clara menepuk bahu Adel.
"Astaga. Aku pikir hantu, ternyata kakak" Ucap Adel mengelus dadanya.
"Cantik cantik gini di kira hantu" Gerutu Clara duduk di depan Adel.
"Hehe, maaf. Mau langsung jalan?" Tanya Adel.
"Makan dulu baru jalan" Ucap Clara.
Setelah selesai makan. Mereka langsung ke mall untuk berbelanja.
"Itu terlalu pendek. Pakai yang ini saja" Ucap Clara memberikan dress warna pink selutut pada Adel.
"Wah, kau terlihat imut!" Clara memberikan dua jempol pada Adel.
"Benarkah? Apa kak Reyhan akan menyukainya?" Tanya Adel berbinar. Ia melihat tubuhnya yang di balut dress pink itu di kaca.
"Tentu, pak Reyhan begitu menyukai gadis imut. Ia pasti akan menyukai nya" Ucap Clara.
"Apa seimut dirimu kak? Kau imut, cantik, manis, baik, pintar, semuanya ada padamu" Ucap Adel getir.
"Apa yang kau katakan. Kau juga imut, cantik, pintar dan masih banyak lagi kelebihan mu. Jangan katakan itu lagi, mengerti?" Ucap Clara memegang bahu Adel.
"Mengerti"
Diam diam Adel membelikan sebuah dress cantik warna hitam untuk Clara. Ia ingin memberikan Clara hadiah karena sudah menemaninya.
"Kak, terimalah" Ucap Adel memberikan paper bag kepada Clara saat mereka sudah berada di luar mall.
"Apa ini?" Tanya Clara menerimanya. Ia segera melihat isinya.
"Hadiah karena sudah menemaniku"
"Menemani apanya. Aku juga ikut berbelanja kan. Jadi kau tidak perlu memberi hadiah" Clara menolak halus pemberian Adel.
"Terima saja. Tidak ada penolakan" Ucap Adel memaksa.
"Jangan menolak pemberian ku karena aku tidak menerima penolakan"
Tiba tiba Clara teringat ucapan yang selalu di lontarkan Reyhan saat ia berusaha menolak pemberian dari pria itu. Clara hanya bisa tersenyum kecut jika mengingat itu.
"Baiklah, aku akan menerimanya. Terimakasih" Ucap Clara.
Adel kemudian mengajaknya ke karaoke kemudian ke taman bermain. Setelah puas bermain, mereka memilih untuk makan di kedai bakso.
"Del, akhir akhir ini kenapa kau tidak ke kantor?" Tanya Clara sambil mengunyah baksonya.
"Males"
__ADS_1
"Kenapa?"
"Karena kak Reyhan. Dia makin cuek dan jarang ngomong sama aku. Lagian aku marah karena dia menolak kopi buatan ku saat itu" Ucap Adel terlihat kesal.
"Apa dia belum minta maaf?" Tanya Clara.
"Belum. Menyedihkan bukan? Aku membencinya" Ucap Adel.
"Aku benar benar berharap ia bersikap romantis padaku. Tapi sepertinya angan angan ku terlalu tinggi" Lanjut Adel terlihat jadi tidak selera makan.
"Kalau kau menjauh, dia juga akan semakin menjauh. Kau harus mendekati nya agar dia jatuh cinta padamu. Dekati dia pelan pelan, cari tahu apa yang di sukainya. Buat dia tertarik padamu" Saran Clara.
"Baiklah, aku akan datang besok dan aku akan membuat kak Reyhan menyukaiku" Ucap Adel tersenyum senang.
"Semoga berhasil! Aku akan selalu membantu dan mendukung mu" Ucap Clara memberi semangat.
'Aku harap kak Reyhan bahagia bersama mu. Jaga dia baik baik' Batin Clara. Ia harus melupakan Reyhan, melupakan cinta pertamanya.
...****************...
"Keesokan harinya saat perjalanan menuju ruang CEO, Clara di hadang oleh Raja.
"Hai Clara, bagaimana harimu?" Tanya Raja berdiri di depan Clara.
"Baik" Clara segera melewati Raja.
Raja kemudian berjalan mengikuti Clara.
"Ada yang ingin aku bicarakan" Ucap Raja.
"Saya sibuk"
"Ini tentang kau dan Reyhan" Mendengar ucapan Raja membuat Clara berhenti berjalan. Ia menatap tajam Raja kemudian mengajaknya ke tempat yang lebih sepi untuk membicarakan itu.
"Apa yang ingin anda katakan?"
"Sebelumnya aku tanya dulu. Kau ingat aku kan?" Tanya Raja memastikan.
"Ya, kau sepupu pak Reyhan. Kita pernah bertemu sebelumnya saat pemakaman omah Ken" Jawab Clara dingin.
"Benar, jadi kau benar Clara, pacarnya Reyhan kan?" Ucap Raja tersenyum bahagia.
"Shuut!!" Clara langsung menutup mulut Raja dan melihat sekeliling apakah ada orang yang mendengar mereka.
"Jangan kuat kuat. Bagaimana jika ada yang dengar" Ucap Clara khawatir, ia melepaskan tangannya dari mulut Raja.
"Biarkan saja" Jawab Raja enteng.
"Jangan bahas itu. Aku dan pak Reyhan sudah putus. Kami tidak punya hubungan lagi" Ucap Clara.
"Benarkah? Apa kau sengaja bekerja di sini karena Reyhan CEO nya? Apa kau ingin balikan lagi sama Reyhan?" Tebak Raja.
"Jangan asal nuduh! Awalnya aku juga tidak tahu kalau dia CEO nya" Ucap Clara kesal. Mungkin satu keluarga Reyhan memang suka menuduh sembarangan, pikirnya.
"Oke, oke. Apa kau tidak takut jatuh cinta lagi padanya? Kalian sering bertemu dan menghabiskan waktu bersama sama. Itu pasti menumbuhkan benih cinta kalian lagi. Aku yakin kau sekarang sudah jatuh cinta lagi atau kau memang masih mencintai nya. Tidak mungkin seseorang mau bekerja bersama mantannya tanpa ada maksud tertentu" Ucap Raja. Clara terdiam mendengarnya.
"Kau pasti sudah tahu kalau Reyhan sudah bertunangan dan aku lihat, kau juga dekat dengan tunangan Reyhan. Bukankah sangat menyakitkan jika Adel tahu kau adalah mantan pacar tunangannya atau mungkin saja kau ingin merebut tunangannya darinya? Aku yakin dia tidak mengetahui nya sekarang. Bagaimana jika aku memberitahu nya?"
Clara menatap tajam Raja saat pria itu mengatakannya.
"Jangan lakukan hal itu"
"Baik. Tapi ada syaratnya. Kau harus ikut aku ke acara keluarga besok" Ucap Raja.
"Acara keluarga?"
"Ya, kedua orang tuaku dan juga orang tua Reyhan akan hadir. Dan tentu saja Reyhan dan Adel. Aku tidak mungkin tidak membawa pasangan kan?" Ucap Raja.
'Itu artinya Tante Widya dan om Reza ada di sana. Apa yang akan terjadi jika aku bertemu mereka?' Batin Clara khawatir.
"Bagaimana, apa kau mau? Aku bisa saja membuat rumor dengan hubungan kalian ini dan Adel akan sangat membenci mu. Dengan begitu, aku juga bisa menyingkirkan Reyhan dari posisinya sekarang" Ancam Raja.
"Kau mengancam ku?"
"Menurutmu?"
"Baiklah, aku setuju" Ucap Clara pasrah.
__ADS_1