Cinta Yang Bertemu Kembali

Cinta Yang Bertemu Kembali
Bab 69


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.


Sepulang dari liburan, Reyhan menepati perkataannya. Ia bersikap dingin dan acuh tak acuh pada Clara. Ia semakin romantis pada Adel dan sengaja menunjukkan nya pada Clara.


Seperti hari ini.


"Del, aku merindukanmu" Ucap Reyhan langsung memeluk Adel saat gadis itu menemuinya di kantor. Ia langsung menatap dingin ke arah Clara yang melihat mereka berpelukan.


"Aku juga merindukan kakak" Adel membalas pelukan Reyhan.


"Aku bawa kue bolu buatan ku sendiri untuk kakak" Adel memberikan kotak yang berisi bolu buatan nya.


"Terimakasih, kau memang pengertian" Reyhan mengajak Adel duduk di sofa dan menikmati bolu buatan nya.


"Kak Clara, apa kau tidak mau mencobanya? Aku juga membuatnya untukmu" Ucap Adel menawarkan pada Clara yang masih duduk di kursinya.


"Tidak perlu, aku masih kenyang. Kalian makan saja" Tolak Clara.


"Ada coklat di bibir mu" Ucap Reyhan mengusap coklat di bibir Adel.


"Ah, terimakasih" Ucap Adel malu.


Clara berhenti mengetik, ia mencoba menyembunyikan kecemburuan di hatinya.


Setelah selesai memakan bolu buatan Adel, Reyhan kembali ke mejanya untuk melanjutkan pekerjaannya.


"Kak, sepertinya aku berhasil membuatnya menyukai ku" Ucap Adel berbisik senang.


"Benarkah? Syukurlah kalau begitu. Aku turut bahagia mendengar nya" Ucap Clara tersenyum kecut.


"Rencananya kami akan fitting baju pengantin besok. Bisakah kakak menjadi Bridesmaid ku. Aku mohon, ajak juga teman teman kakak yang lain" Pinta Adel mengiba.


"Teman temanku? Aku sih tidak masalah, tapi kenapa bukan temanmu saja?"


"Aku tidak memiliki teman selain kakak. Aku harap mereka juga mau agar pernikahan ku lebih meriah" Ucap Adel terlihat sedih.


"Baiklah. Aku akan mengabari mereka nanti"


"Kalau begitu, temui aku besok di butik Tante Widya jam sepuluh" Ucap Adel terlihat bahagia.


...----------------...


"Ja, ini gawat! Gawat Ja! Aku akan tamat!" Ucap Anton terlihat cemas.


"Gawat kenapa?" Tanya Raja terlihat sibuk dengan laptopnya.


"Hotel di jalan B tadi malam baru saja di grebek polisi" Ucap Anton membuat Raja benar benar terkejut.


"Hotel itu? Bagaimana bisa?!"


"Sepertinya ada warga yang melaporkan nya ke polisi. Kita akan tamat, Ja. Polisi pasti akan segera menangkap kita" Ucap Anton khawatir. Ia tidak bisa diam membuat Raja semakin kesal.


"Duduklah paman, aku tidak bisa berpikir. Kita cari jalan keluarnya"


"Hotel itu atas nama perusahaan kan?" Tanya Raja yang di angguki Anton.


Ctak!

__ADS_1


Raja menjentikkan jarinya saat ia mendapatkan ide cemerlang.


"Bagaimana jika kita menjebak Reyhan dengan ini. Kita bisa membuat berita jika Reyhan mengoperasikan hotel yang di gunakan untuk prostitusi dan juga penjualan narkoba dan obat-obatan terlarang" Ucap Raja.


"Kau memang pintar. Ide mu bagus juga. Dengan begini kita bisa bebas dan Reyhan akan di penjara menggantikan kita. Kau juga bisa mendapatkan posisi CEO secepatnya" Ucap Anton tersenyum bahagia.


Beberapa jam kemudian, tersebar berita CEO Setya Company melakukan proses penjualan obat-obatan terlarang di sebuah hotel miliknya juga sebuah praktek prostitusi. Hal ini tentu membuat perusahaan gempar karena saham langsung merosot tajam karena berita itu.


"Apa apaan ini?!" Reyhan langsung menghempaskan surat kabar yang di terimanya dari salah seorang anggota dewan.


"Kami yang seharusnya bertanya padamu. Apa ini? Kenapa kau membuat nama perusahaan tercemar? Para pemegang saham langsung mencabut saham mereka karena saham perusahaan yang menurun. Kau ingin menghancurkan perusahaan yang sudah di bangun oleh kakekmu!" Ucap anggota dewan tersebut murka.


"Sungguh aku tidak mengetahui apapun! Pasti ada yang sengaja menjebak ku" Ucap Reyhan membela dirinya.


"Kami tidak peduli, kau harus mengatasinya. Sungguh kami menyesal telah memilih CEO seperti mu" Ucap salah seorang dewan. Para anggota dewan lainnya juga mulai menyalahkan nya membuatnya benar benar geram.


Brak!


"Tunggu sampai aku mendapatkan bukti jika memang bukan aku pelakunya. Aku bersumpah akan membungkam mulut kalian dengan bukti itu" Reyhan segera meninggalkan ruang rapat di ikuti Clara.


"Pak.." Ucap Clara.


"Cepat selidiki!" Perintah Reyhan.


Clara menuju mejanya dan mencari tahu data dari hotel yang di maksud. Ia juga melihat media media yang menayangkan berita CEO Setya Company yang menggunakan hotel sebagai tempatnya menjual beli narkoba.


Tok tok tok!


"Masuk"


"Maaf pak Reyhan. Anda kami tangkap atas tuduhan melakukan praktek jual beli narkoba juga praktek prostitusi di hotel milik anda. Saya harap anda kooperatif dan ikut saya ke kantor polisi. Anda bisa menjelaskannya sesampainya di sana" Ucap polisi tersebut sambil menunjukkan surat penangkapan nya.


Sebelum polisi membawanya ke kantor, ia berbicara pada Clara.


"Temui lah Dimas dan Nio. Mereka yang akan membantu lo untuk mendapatkan bukti bukti kalau gue gak bersalah" Ucap Reyhan kemudian memasuki mobil polisi yang membawanya ke kantor polisi.


'Kau bahkan tidak menggunakan kata aku kamu lagi, tapi lo gue. Sepertinya kau memang menepati perkataan mu'


"Aku akan menelpon pengacara untuk membantu kak Reyhan. Aku juga akan mendatangi tante Widya dan om Reza. Jadi tidak apa kan jika aku meninggalkan kakak?" Ucap Adel terlihat begitu cemas akan keadaan Reyhan.


"Tidak apa. Aku juga ada urusan" Ucap Clara. Ia dan Adel kemudian berpisah ke tempat tujuan masing masing.


Sesampainya Clara di Anggara Company.


"Gue udah tahu tujuan lo ke sini, Ra" Ucap Dimas menyambut nya.


"Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Clara.


"Pertama kita harus mencari tahu siapa yang melaporkan pak Reyhan ke polisi. Setelah itu, kita harus mendatangi hotel itu dan menyelidikinya. Itu memang milik perusahaan, tapi pasti ada yang mengoperasikannya. Kita juga harus bertanya pada karyawan yang bekerja di sana" Sahut Nio.


"Bisa lo meretas data hotel itu?" Tanya Dimas.


"Tentu. Tapi mungkin sudah di hapus" Jawab Nio.


"Berusahalah. Gue dan Clara akan kesana" Ucap Dimas menepuk bahu Nio.


"Jika hanya kita bertiga mungkin tidak akan cukup. Bagaimana jika kita meminta bantuan teman teman Clara?" Ucap Nio memberi ide.

__ADS_1


"Modus. Bilang aja lo mau ketemu Santi" Ucap Dimas menoyor kepala Nio.


"Namanya juga usaha" Ucap Nio sedikit kesal karena Dimas menoyor kepala nya.


"Aku akan menghubungi mereka" Ucap Clara. Ia langsung menghubungi Santi dan Mita.


"Gue bisa kok, Ra. Kapanpun lo butuhin gue, gue selalu ada. Masalah kafe, bisa gue titipin sama karyawan gue" Ucap Mita santai.


"Tentu. Katakan saja apa yang harus gue lakukan" Ucap Santi.


Dimas segera mengambil ponsel Clara.


"Tugas kalian berdua adalah selidiki hotel itu bersama Nio. Gue dan Clara akan mengunjungi Reyhan di kantor polisi" Ucap Dimas memberi arahan.


"Baik" Jawab Mita dan Santi.


Dimas segera mengembalikan ponsel Clara.


"Aku juga akan meminta bantuan Rena. Anak buahnya pasti sangat berguna bagi kita" Ucap Clara.


"Itu bagus. Kita bisa menggunakan nya untuk menakuti orang yang sudah menjebak Reyhan" Ucap Dimas setuju.


...----------------...


Sesampainya Clara dan Dimas di kantor polisi.


"Bagaimana hasilnya?" Tanya Dimas pada Reyhan.


"Gue di tahan sementara untuk penyelidikan lebih lanjut. Beberapa karyawan hotel bahkan manager hotel mengatakan bahwa gue yang memerintahkan mereka" Ucap Reyhan terlihat frustasi.


"Apa manager hotel juga di tangkap?" Tanya Dimas.


"Ya"


"Kita harus menemuinya" Ajak Dimas pada Clara. Mereka langsung menemui manager hotel.


"Siapa yang memerintah mu?" Tanya Dimas to the point.


"Pak Reyhan"


"Katakan yang sebenarnya! Itu tidak mungkin Reyhan, siapa yang memerintah mu untuk mengatakan jika Reyhan lah pelaku utamanya. Siapa dalang sebenarnya?" Ucap Dimas memaksa.


"Sungguh, pak Reyhan lah yang memerintah ku" Pria itu terlihat mulai gentar.


"Sudahlah kak, dia tidak mungkin mengakuinya. Kita harus mencari kebenaran nya sendiri" Ucap Clara. Ia dan Dimas memutuskan keluar dari kantor polisi.


"Apa kita harus mengancam manager hotel itu?" Ucap Dimas memberi ide.


"Ide bagus. Aku akan menelpon Rena agar menyuruh anak buahnya ke sini"


"Tapi kita tidak mungkin mengancam nya di penjara kan? Itu akan berbahaya bagi kita sendiri"


Mendengar ucapan Dimas membuat Clara berpikir sejenak.


"Benar juga. Jika ada yang memerintah manager itu, maka orang itu pasti akan mengeluarkan nya dari penjara secepatnya, karena bisa saja manager itu buka mulut jika terlalu lama di penjara. Pasti ada imbalan yang di berikan pada manager itu karena sudah bekerja sama dengan pelaku sebenarnya. Orang inilah yang harus kita curigai" Ucap Clara. Dimas mengangguk angguk mendengar nya.


"Jadi kita hanya harus menunggu manager itu bebas?"

__ADS_1


"Ya. Sebelum itu kita harus mencari tahu hal apa saja yang bisa di gunakan untuk mengancam nya" Ucap Clara, ia dan Dimas memasuki mobil. Mereka akan mencari tahu tentang keluarga manager hotel itu.


__ADS_2