Cinta Yang Bertemu Kembali

Cinta Yang Bertemu Kembali
Bab 48


__ADS_3

Esoknya Clara dan Reyhan bekerja seperti biasa. Suasana ruangan itu tetap sama, dingin dan sunyi. Mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing.


Sesampainya pukul 11, Clara segera ke dapur untuk membuat makan siang. Ia berencana membuat sup ayam. Ia harus cepat karena kerjaannya menumpuk.


Reyhan pergi ke dapur karena merasa haus. Ia membuka kulkas dan mengambil sebotol air mineral dan langsung meneguknya.


"Kenapa lo kelihatan buru buru?" Tanya Reyhan saat melihat Clara memotong cabai dengan tergesa-gesa.


"Kerjaan lagi numpuk. Jadi saya harus cepat. Lagian kenapa gak pesan aja sih? Kan lebih simpel dan gak memakan waktu" Ucap Clara.


Reyhan duduk di kursi dan memperhatikan Clara yang sibuk. "Makanan buatan sendiri lebih berkualitas dan enak daripada buatan luar"


"Tapi ribet pak" Ucap Clara.


"Bukannya lo udah terbiasa ya? Kan selama gue pergi, lo selalu masak untuk pak Hendra" Ucap Reyhan.


"Itu pas kerjaan gak numpuk, ini kerjaan numpuk setinggi gunung" Balas Clara.


"Aww!"


Karena terburu-buru, jari Clara malah tergores pisau saat memotong wortel.


Reyhan refleks mendekati Clara dan menarik tangannya. Ia melihat jari Clara yang berdarah kemudian menarik Clara menuju wastafel dan mencuci jarinya yang berdarah.


"Makanya kalau kerja itu hati hati, jangan terburu-buru. Kerja itu juga harus ikhlas jangan ngomel terus. Jadi gini, kan" Omel Reyhan.


Clara menatap lekat wajah Reyhan. Perhatian dari Reyhan membuatnya merindukan masa-masa saat mereka masih bersama. Namun, ia segera menepisnya saat ia teringat kejadian lima tahun silam yang membuatnya sakit hati.


Reyhan yang tersadar dengan perlakuannya segera melepaskan tangannya.


"Lo urus sendiri" Ucap Reyhan mengambil kotak P3K dan memberikannya pada Clara kemudian kembali duduk di kursinya.


Luka Clara sudah di balut plaster. Ia memutuskan untuk kembali memasak.


"Biar gue aja. Nanti tangan lo malah kepotong dan gue harus bayar jaminannya. Gue gak mau rugi" Ucap Reyhan mengambil pisau di tangan Clara dan mulai memotong wortel dan sayur lainnya.


"Gak papa pak, saya aja. Saya janji akan hati hati, kok" Ucap Clara.


"Lo ngelawan atasan?" Tanya Reyhan menatap tajam Clara.


"Eng enggak pak" Jawab Clara gugup di tatap seperti itu.


"Kalau begitu turuti perintah saya" Ucap Reyhan.


Clara memutuskan duduk dan melihat Reyhan memasak. Pria itu terlihat cekatan dan seperti sudah biasa.


'Aku baru tahu ternyata dia bisa masak' Batin Clara.


Setengah jam kemudian Reyhan selesai dengan masakannya. Mereka berdua pun makan bersama.


Clara menyuapkan makanan ke mulutnya. Ia terkejut karena ternyata masakan Reyhan benar benar lezat.


"Santai aja makannya, gue gak bakalan minta" Ucap Reyhan melihat Clara makan dengan lahap.


"Lagian masakannya enak banget. Ternyata kak Rey jago masak ya" Clara mengacungkan jempolnya sebagai apresiasi.


Reyhan terdiam, sudah lama ia tidak mendengar panggilan itu dari Clara.


Clara yang tersadar dengan ucapannya pun menjadi diam. Ia keceplosan memanggil Reyhan 'kak' karena sudah terbiasa.


"Maafkan saya pak" Ucap Clara. Reyhan hanya terdiam.


Suasana menjadi canggung. Clara tidak makan dengan lahap lagi. Reyhan juga jadi tidak nafsu makan.


Setelah selesai makan, Clara segera membawa piring piring kotor untuk di cuci. Saat ia akan mencuci piring, Reyhan malah merebutnya.


"Jari lo luka, nanti kena sabun malah perih. Biar gue aja yang nyuci" Ucap Reyhan.


Clara bergeser dari posisinya. Ia melihat Reyhan menggulung lengan nya dan mulai mencuci piring piring itu.


'Kenapa lo kayak gini sih? Perhatian lo malah nyiksa gue' Batin Clara. Ia mengalihkan wajahnya dan menutup mata agar genangan air itu tidak tumpah.


"Lebih baik lo lanjutin kerja" Ucap Reyhan.


Clara menurut tanpa bersuara. Ia kembali ke mejanya dan melanjutkan pekerjaan.


Tak lama, Reyhan juga selesai dengan kegiatan mencuci piring dan kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.


__ADS_1




Tok tok tok


"Masuk" Ucap Reyhan.


"Wah, ternyata ruang kerja kak Reyhan luas juga ya" Ucap orang yang masuk tadi.


Merasa tak asing dengan suara itu membuat Reyhan melihat wajah orang tersebut.


"Adel!" Ucap Reyhan terkejut. Ia lupa hari ini Adel akan datang.


Clara melihat orang tersebut. Ia ingat kalau itu adalah gadis yang menelpon Reyhan semalam.


"Kak sekretaris kan?" Tanya Adel menghampiri Clara.


Clara mengangguk.


"Makasih ya udah jagain kak Reyhan semalam. Kenalin, aku Adel, tunangannya kak Reyhan" Ucap Adel mengenalkan dirinya.


Deg!


Hati Clara terasa teriris mendengar ucapan Adel. Ia bingung kenapa rasanya begitu sakit. Apa jangan-jangan ia masih menyukai Reyhan dan berharap padanya?


"Tunangan" Clara bergumam sambil melirik Reyhan.


"Oh, saya Clara, sekretaris pak Reyhan. Kamu tenang saja, saya sudah menjaga pak Reyhan seperti anak sendiri, seperti pesan mu semalam" Clara segera menjabat tangan Adel.


Adel tertawa mendengarnya. "Ini, tadi ada yang ngasih ke aku. Katanya antarkan ke ruangan CEO"


Clara menerima dokumen dari Adel dan mengeceknya. Sedangkan Adel menghampiri Reyhan.


"Kakak udah makan apa belum?"


"Udah" Jawab Reyhan cuek. Ia kembali sibuk dengan laptopnya.


"Yah, sayang banget, padahal aku udah bawain bakso" Ucap Adel menunjukkan kresek berisi bakso di tangannya.


Reyhan teringat kalau Clara sangat menyukai bakso. "Kasih ke Clara aja"


"Tanya Clara" Sahut Reyhan.


Adel segera menghampiri Clara dan memberikan bakso untuknya.


"Ini, kak Reyhan udah makan, katanya kasih ke kakak aja"


Clara menatap Reyhan sekilas. "Oh, terima kasih"


"Kak, tugas aku apa? Kak Reyhan bilang tanya ke kakak"


"Eh, apa ya, aku juga bingung. Em, kamu susun aja dokumen ini, terus kasihkan ke pak Reyhan, bilangin tolong di tanda tangani" Ucap Clara.


"Oke"


Adel segera menyusun dokumen dokumen itu dan memberikannya pada Reyhan.


"Ini kak, tolong di tanda tangani"


Reyhan segera menandatangani dokumen dokumen itu.


"Kak, nanti malem kita ke bioskop yuk. Ada film horor yang seru loh" Ajak Adel.


'Film horor?' Batin Reyhan.


"A, aku ada urusan. Kamu pergi bareng Clara aja ya. Dia suka setan, eh yang horor horor maksudnya, sama kayak kamu" Ucap Reyhan, ia anti dengan yang berbau horor.


"Loh, kok jadi saya?" Tanya Clara yang mendengar pembicaraan mereka berdua.


"Bukannya pak Reyhan juga suka yang horor ya? Pak Reyhan kan cerita ke saya, kalau pak Reyhan pernah uji nyali ke gudang belakang sekolah yang terkenal angker?" Tanya Clara tersenyum miring.


"Wah, yang bener kak? Udah deh, pokoknya nanti malam kakak harus ikut sama aku. Kak Clara juga harus ikut, kalau gak sibuk tentunya" Ucap Adel.


'Hah! aku juga harus ikut? Masa aku jadi obat nyamuk sih' Batin Clara.


Clara tidak menjawab, ia bingung harus ikut atau tidak.


.....

__ADS_1


"Haaaahh, akhirnya selesai juga" Ucap Clara merenggangkan tubuhnya. Pekerjaannya baru selesai pukul 3 sore.


"Del, tolong buatin aku kopi" Pinta Reyhan, ia masih berkutat dengan laptop nya.


"Del" Panggil Reyhan karena Adel tidak menyahut. Ia mengalihkan pandangannya dari laptop untuk melihat Adel. Ternyata Adel ketiduran di sofa.


"Mau saya aja yang buatkan pak?" Tawar Clara.


"Ah, iya"


Clara segera ke dapur untuk membuat kopi. Sedangkan Reyhan menghampiri Adel.


"Katanya mau bantu bantu, ini malah tidur" Reyhan membuka jas nya untuk menyelimuti Adel.


Adel yang sebenarnya hanya menutup matanya tiba tiba mengejutkan Reyhan.


"Baa!!"


Reyhan yang terkejut malah kehilangan keseimbangannya dan menimpa Adel. Beruntungnya kedua tangannya menopang pada sofa.


Clara yang telah selesai membuat kopi dan ingin memberikannya pada Reyhan malah di buat terkejut dengan pemandangan di depannya.


"Ah, maaf. Kopinya saya taruh di meja. Saya permisi dulu, silahkan di lanjutkan lagi" Clara buru buru keluar ruangan.


Reyhan segera mengangkat tubuhnya dan menatap kepergian Clara.


"Uuunncch, kak Reyhan perhatian banget sih" Ucap Adel manja.


Reyhan menatap kesal ke arah gadis itu. Ia mengambil kopi yang di buatkan Clara dan meminumnya dengan cepat.


Sedangkan Clara berjalan menuju lift. Ia ingin pergi ke atap.


"Sial, bisa gak sih jangan mesra mesra an di kantor. Gak mikirin orang lain apa?" Ucap Clara kesal.


Sesampainya di atap, ia segera menghirup udara segar. Ia berjalan jalan sebentar kemudian memutuskan untuk duduk.


"Kok hati aku sakit banget ya? Apa aku cemburu? Enggak enggak, gak mungkin. Buat apa aku cemburu? Toh, aku gak ada hubungan apa apa lagi sama pak Reyhan. Aku yakin aku cuma kesel doang"


Cukup lama Clara berada di situ. Karena bosan, ia menghubungi Tomi.


"Tom, lo sibuk gak? Temenin gue di atap, bosen nih"


"Oke, gue ke sana" Tomi segera mematikan handphone nya dan menemui Clara di atap.


"Ngapain lo disini? Masih jam kerja loh ini" Ucap Tomi duduk di samping Clara.


"Di ruangan ada tunangannya pak Reyhan dan mereka lagi mesra mesra an. Gak mungkin kan gue jadi obat nyamuk di sana. Kesel gue lihatnya, jadi gue milih ke sini" Ucap Clara.


"Lo cemburu ya? Ingat, cemburu tanda cinta" Tanya Tomi mengedipkan matanya.


"Dih, ya enggaklah. Ngapain gue cemburu? Kalau lo ada di posisi gue, emang lo bakalan di ruangan aja?" Tanya Clara.


Tomi berpikir. "Ya enggak sih, gue juga males jadi obat nyamuk, haha"


"Eh Ra, lo sering ya ke sini?" Tanya Tomi.


"Iya, emang kenapa?"


"Besok gue bawain kursi deh ke sini, biar kalau duduk gak kotor" Ucap Tomi.


"Duh, perhatian banget Abang ku ini" Ucap Clara mencubit kedua pipi Tomi.


"Woi, ngapain kalian?!"


Clara dan Tomi menoleh ke asal suara. Terlihat Reyhan yang berdiri di ambang pintu sambil berkacak pinggang.


"Kalau pacaran jangan di sini! Lagian ini masih jam kerja. Kalian mau di pecat?!"


Clara dan Tomi segera menghampiri Reyhan. Mereka segera minta maaf.


"Sekarang balik ke kerjaan kalian!" Titah Reyhan. Ia hendak berbalik, namun Clara mengehentikan nya.


"Pak! Saya ajak pak Tomi ya untuk nonton bioskop bareng kita nanti malam" Ucap Clara menggandeng lengan Tomi.


"Terserah lo" Reyhan berjalan meninggalkan mereka.


"Ke bioskop?" Tanya Tomi.


"Iya, tunangan pak Reyhan juga ngajak gue. Gak mungkin gue sendirian. Lo mau ikut kan?" Pinta Clara.

__ADS_1


"Iya deh"


__ADS_2