
"Hai Clara" Sapa Raja saat Clara masuk ke mobilnya.
"Hmm"
"Apa kau siap? Ini akan mendebarkan untukmu" Ucap Raja tersenyum mengejek.
"Terserah"
"Ck ck, kau tidak boleh terlalu dingin. Aku tidak menyukainya" Ucap Raja kemudian melajukan mobilnya meninggalkan rumah Clara menuju rumah mewah Reyhan.
Sedangkan di kediaman Reyhan. Keluarga mereka terlihat menunggu Reyhan yang menjemput Adel dan menunggu Raja yang entah pergi kemana.
"Si Raja dan Reyhan kok gak datang datang sih, Om" Ucap Rayyan yang terlihat bosan sekaligus kesal.
"Om juga gak tahu, mereka udah lambat 30 menit nih. Kita tunggu sebentar lagi aja ya" Ucap Arnold, ayahnya Raja.
"Rayyan, sopan lah sedikit. Jangan memanggil mereka dengan nama saja" Ucap Widya melotot pada putra bungsu nya itu.
Rayyan segera bersembunyi di balik tubuh om nya untuk menghindari amukan mamanya.
Beberapa menit kemudian, terlihat mobil Raja memasuki pekarangan rumah. Ia keluar dari mobilnya dan memasang wajah tak bersalah, padahal ia sudah membuat keluarganya menunggu begitu lama.
Selang beberapa detik mobil Raja sampai, mobil Reyhan pun terlihat memasuki pekarangan rumah dan berhenti di samping mobil Raja.
"Raja! Darimana saja kamu?" Ucap Risa menarik telinga anaknya itu.
"Ampun ma. Raja tadi jemput seseorang" Ucap Raja sambil mengaduh kesakitan.
"Jemput siapa?" Tanya Risa melepaskan jeweran nya.
Pintu mobil terbuka dan terlihatlah seorang wanita yang tak asing bagi keluarga Reyhan.
"Kakak ipar!" Teriak Rayyan terlihat senang saat melihat Clara.
Widya yang mendengar anaknya itu memanggil Clara dengan sebutan kakak ipar segera menginjak kakinya agar diam dan tidak berbicara hal hal yang akan membuat Adel curiga.
"Aarrgh!! Sakit ma. Kok di pijak sih?" Ucap Rayyan meringis.
"Wah, Rayyan manis banget sih. Padahal kita belum menikah tapi dia sudah manggil aku kakak ipar" Ucap Adel tersentuh. Ia dan Clara keluar dari mobil secara bersamaan. Jadi ia berpikir jika ucapan Rayyan tadi tertuju untuk nya.
"Hai Adel" Sapa Clara terlihat kikuk.
"Loh, kak Clara juga ada di sini" Ucap Adel terkejut.
"Iya, dia ada urusan penting denganku jadi aku mengajaknya. Tidak apa apa kan ma?" Ucap Raja merangkul bahu Clara.
Clara segera menepis tangannya. Reyhan yang berdiri di samping Adel menatap tajam Raja.
"Tidak apa. Senang bisa bertemu denganmu, Clara" Ucap Risa mengulurkan tangannya.
"Senang bertemu denganmu juga tante"
Reza dan Widya saling berpandangan. Antara terkejut, bingung dan cemas saat melihat keberadaan Clara di situ.
"Karena keluarga kita sudah berkumpul, lebih baik kita segera berangkat" Ucap Reza mengajak keluarganya.
Clara tak berani menatap wajah Reza dan Widya. Entah apa yang dipikirkan mereka saat melihat ia ikut acara yang seharusnya hanya di ikuti oleh anggota keluarga saja. Ia ingat posisinya adalah orang luar. Apalagi ia adalah mantan pacar Reyhan, ia takut kedua orang tua Reyhan berpikir ia ingin merebut Reyhan dari Adel karena masih menyukainya.
Tujuan mereka yaitu villa yang berada di daerah Sukabumi.
Sesampainya mereka di tempat yang di tuju. Clara dan Adel segera membereskan barang barang mereka, kebetulan mereka satu kamar.
"Beneran kakak ada urusan sama kak Raja?" Tanya Adel membuat Clara menjadi gugup.
"I iya. Sebenarnya aku tidak ingin ikut, tapi pak Raja memaksaku" Ucap Clara beralasan.
Terdengar suara Widya memanggil semua orang dari arah ruang tamu. Mereka segera bergegas turun untuk menemui wanita itu.
"Dengar, kita akan berada di sini selama tiga hari mengingat jadwal kita yang sibuk. Untuk hari ini, kalian bebas mau kemana saja asalkan ingat waktu. Besok, kalian harus mengikuti jadwal yang aku buat" Ucap Widya memberi arahannya.
__ADS_1
"Dan untuk Rayyan.. awas jika kau menggoda gadis di desa. Akan mama gantung kamu di menara Eiffel" Ucap Widya menatap tajam putra bungsu nya itu.
"Ma, mama tahu kan aku gak kayak gitu orangnya. Aku hanya menyukai satu orang gadis dan tidak akan menggoda gadis lain selain dia. Yang sering kek gitu kan si kak Raja" Ucap Rayyan menunjuk Raja.
"Napa jadi gue?" Tanya Raja menunjuk dirinya sendiri.
"Sudah. Reyhan, kau ajak Adel untuk jalan jalan sana" Ucap Widya.
"Baik ma" Reyhan segera menarik tangan Adel meninggalkan villa.
Saat semua anggota keluarga sudah bubar. Widya mengajak Clara untuk bicara. Ia membawa Clara ke belakang villa.
"Clara.. bagaimana kabarmu nak?" Ucap Widya mengelus rambut Clara.
"Baik tante"
"Apa pekerjaan mu sekarang?" Tanya Widya. Clara terlihat ragu untuk menjawabnya.
"Aku .. Aku sekretaris pak Reyhan di kantor"
"Sekretaris Reyhan? Itu artinya kalian sudah sering bertemu?"
"Iya tante. Sebelumnya aku minta maaf karena sudah mengganggu acara keluarga kalian. Aku terpaksa ikut karena Raja yang mengajakku"
"Apa kau sedang dekat dengan Raja?" Tanya Widya tiba tiba.
"Tidak!" Jawab Clara spontan.
"Jika iya juga gak apa apa" Jawab Widya santai.
"...Tante pasti terkejut melihatku di sini. Apalagi aku adalah sekretaris pak Reyhan, sekretaris dari mantan pacar ku sendiri. Aku harap Tante tidak berpikir macam macam. Aku awalnya juga tidak tahu jika pak Reyhan adalah CEO nya. Jika aku tahu, lebih baik aku tidak bekerja di sana. Aku tidak bisa resign karena aku tidak punya uang untuk membayar denda nya" Ucap Clara menunduk.
"Tapi jika Tante tidak suka aku berada di dekat pak Reyhan, aku akan memilih resign secepatnya dan akan menjauhi pak Reyhan" Lanjut Clara.
"Hei, untuk apa kau resign? Jika kau berada di dekat Reyhan juga gak apa apa. Kalian sudah tidak memiliki hubungan. Hanya sebagai rekan kerja. Lagipula, tante percaya sama kamu. Jika kalian sudah putus, maka tidak ada perasaan apapun lagi. Reyhan sudah memiliki kehidupan nya dan kau juga begitu. Jalani saja masing masing" Ucap Widya.
"Kau.. tidak akan merebut Reyhan dari Adel kan?" Ucap Widya memastikan. Ia menggenggam erat tangan Clara.
'Aku tidak boleh mengecewakan tante Widya dan om Reza. Aku tidak boleh mengecewakan Adel. Aku tidak boleh membuat kak Reyhan hancur karena Raja membuat rumor dari hubungan kami di masa lalu. Biarlah aku mengorbankan perasaan ku yang sudah terlanjur mencintai kak Reyhan lagi'
"Tentu aku tidak akan merebut pak Reyhan dari Adel. Aku janji"
"Aku harap kau menepati janjimu nak. Kami akan merahasiakan hal ini dari Adel dan semua orang" Ucap Widya. Mereka berdua kemudian mengobrol santai.
***"
"Kak, kita akan ke mana?" Tanya Adel. Ia bergandengan tangan dengan Reyhan.
'Kenapa Clara bisa ikut ke sini? Apalagi dia bersama Raja. Apa Raja memaksanya ikut? Lagian apa tujuan Raja mendekati Clara?' Batin Reyhan bertanya tanya.
"Kak, kak Reyhan!" Ucap Adel mengguncang lengan Reyhan yang melamun.
"Sebenarnya apa yang kakak pikirkan?" Tanya Adel.
"Bukan apa apa"
"Hehhh, sepertinya kita harus bicara penting" Adel berhenti berjalan.
"Apa yang harus di bicarakan?" Reyhan juga berhenti berjalan.
"Sebenarnya.. kau ingin melanjutkan pertunangan ini atau tidak?"
Mendengar ucapan Adel membuat Reyhan membisu. Jujur ... Ia ingin membatalkan nya. Tapi itu sangat sulit.
"Jawab kak! Ini penting untuk kita berdua. Aku muak dengan hubungan ini. Aku capek kak, selama ini usaha ku untuk membuat kakak menyukaiku sia sia. Jadi jawab aku, kau ingin lanjut atau berhenti?" Ucap Adel dengan mata berkaca-kaca.
"Adel mulai curiga jika kita memiliki hubungan. Aku tidak ingin menghancurkan kepercayaan nya padaku. Jadi lebih perhatian lah padanya dan jangan pedulikan aku"
"Sekarang kita tidak mempunyai hubungan apapun. Kebenaran video itu tidak akan mengubah keputusan kita di masa lalu. Kita sudah putus. Sekarang kau memiliki Adel"
__ADS_1
Terngiang ucapan Clara beberapa hari yang lalu. Itu membuatnya sedikit goyah untuk membatalkan pertunangannya dengan Adel. Jika pun ia membatalkan nya, maka kedua orangtuanya dan Adel akan kecewa. Hubungan bisnis antara dua perusahaan juga akan hancur.
"Jangan bahas ini dulu. Aku akan memberi jawaban nya nanti" Ucap Reyhan. Ia kemudian meninggalkan Adel dan kembali ke villa.
"Aku sudah mencoba membuatnya menyukai ku, tapi ternyata sulit. Sulit jika hatinya memang bukan untukku. Apa aku harus menyerah?" Tanya Adel pada dirinya.
"Astaga, kenapa aku begitu labil? Aku sudah mengatakan kepada kak Clara jika aku akan memperjuangkan kak Reyhan dan membuatnya balik menyukai ku. Tapi kenapa aku mau menyerah sekarang? Tidak, aku harus mendapatkan hati kak Reyhan atau lebih tepatnya.. merebut hati kak Reyhan yang sudah menyukai orang lain" Ucap Adel tersenyum miring.
...----------------...
Keesokan harinya. Semuanya sudah berkumpul di depan villa.
"Apa semuanya sudah hadir?" Tanya Widya.
"Sudah!!!" Jawab mereka serentak.
"Baiklah, pastikan tidak ada yang tertinggal... Baiklah jika sudah, ayo kita berangkat!" Ucap Widya mengangkat kepalan tangannya.
"Kak, kenapa mama gak jadi tour guide aja ya. Kayaknya lebih cocok daripada desainer" Ucap Rayyan berbisik pada Reyhan.
"Benar, sepertinya mamah salah profesi" Balas Reyhan.
Sesampainya mereka di gunung tertinggi di Sukabumi. Mereka segera jalan jalan ke tempat wisata yang berada di sana. Setelah lelah, mereka memilih beristirahat di sebuah saung.
"Apa lagi kegiatan kita nyonya tour guide"
Widya terkekeh mendengar ucapan Raja. "Terserah kalian. Aku begitu kelelahan karena sudah tua. Aku tidak bisa berjalan lagi"
"Sepertinya kami juga" Ucap Arnold memegang pinggangnya yang terasa sakit.
"Baiklah, kalau begitu kami saja" Ucap Raja berdiri.
"Bagaimana kalau kita mendaki gunung?" Ucap Raja memberi ide.
"Lo bercanda? Ini sudah hampir gelap" Ucap Reyhan.
"Benar. Sebaiknya kalian jangan pergi mendaki karena hari sebentar lagi gelap" Ucap Risa mendukung ucapan Reyhan.
"Ayolah mah, lagian masih jam tiga. Masih ada waktu lagi" Pinta Raja merengek.
"Nah!" Semua orang terkejut saat mendengar Rayyan yang tiba tiba teriak.
"Kampret lo Ray!" Ucap Raja mengelus dadanya karena terkejut.
"Untung aku tak punya riwayat penyakit jantung" Ucap Arnold bernafas lega.
"Sorry sorry. Aku cuma mau mengusulkan ide doang. Gimana kalau kalian berburu bendera" Ucap Rayyan memberi ide.
"Berburu bendera?" Tanya Reyhan.
"Yap. Masing masing dari kalian mengumpulkan bendera yang sudah di pasang di beberapa lokasi. Siapa yang paling banyak mendapatkan bendera, akan di beri hadiah oleh om Arnold!" Ucap Rayyan sambil mengangkat tangan Arnold.
"Kenapa om yang kena?"
"Ayolah om, biarkan saja. Biar mereka pergi dan aku bisa bermain game. Jika mereka ada di sini, aku tidak bisa fokus nge-game" Ucap Rayyan berbisik pada Arnold.
"Oke deh" Ucap Arnold pasrah.
"Kalau begitu aku akan bersama Clara" Ucap Raja menggenggam tangan Clara. Ia sengaja menunjukkan nya pada Reyhan untuk membuatnya cemburu.
"Kalau begitu aku bersama Adel" Ucap Reyhan menggenggam tangan Adel.
"Ada lima bendera. Kalian harus mendapatkan nya sebelum jam lima sore. Aku tidak akan meletakkan di tempat jauh, jadi kalian tenang saja" Ucap Rayyan. Ia kemudian pergi untuk memasang bendera.
"Kenapa kau mengajakku? Aku ingin istirahat" Ucap Clara menatap kesal Raja.
"Kau harus ikut. Tidak mungkin kan kalau aku sendirian?" Ucap Raja.
Sekitar setengah jam kemudian, Rayyan kembali.
__ADS_1
"Ingat! Jam lima kalian semua harus ada di sini" Ucap Rayyan.
Reyhan dan Raja pergi ke arah yang berbeda untuk mencari bendera, tentu bersama pasangan mereka masing masing.