
Reyhan berjalan dengan santai menuju kelasnya. Setelah sampai di kelas, Reyhan meletakkan tasnya di meja kemudian membenamkan wajahnya disana.
"Hehhh"
Reyhan menengok ke sebelahnya saat mendengar helaan nafas dari sana.
"Napa Lo dim?" Tanya Reyhan pada Dimas yang terlihat lesu.
"Sedih banget Rey, kemarin gue gak jadi nganter Mira sampai rumah karena cowoknya tiba tiba jemput pas udah setengah jalan. Dan yang lebih parahnya lagi, tuh cowok ngira gue tukang ojol. Emang tampang gue mirip tukang ojol ya?" Tanya Dimas, dalam hati dia berharap Reyhan mengatakan tidak. Namun itu tidak terjadi.
*Flashback semalam saat Reyhan dan Dimas menjemput pujaan hati mereka di restoran.
Reyhan dan Dimas sampai bersamaan. Clara dan Mira terlihat bercengkrama sambil menunggu jemputan.
Clara tersenyum saat Reyhan telah sampai. Reyhan juga balas tersenyum, dia segera menghampiri sang pacar bayarannya.
"Ayo!" Ajak Reyhan sambil mengulurkan tangannya. Clara dengan ragu membalas uluran tangan Reyhan.
"Ekhem, emang ya kalau yang lagi kasmaran itu dunia serasa milik berdua, yang lain cuma ngontrak." Goda Mira.
"Kakak apa apaan sih" Kesal Clara karena Mira terus menggoda nya.
"Ututu, gemesnya kalau lagi kesel. Pengen tak sentil ginjalnya" Mira terkekeh.
Clara kesal dan menarik Reyhan agar cepat cepat pulang.
Reyhan dan Clara berhenti di depan Dimas yang terlihat gugup. Dari tadi Dimas masih setia nongkrong di motornya.
"Dim, semangat! Gue tau Lo bisa" Reyhan menyemangati Dimas.
"Semangat kak! Kalau kak Mira susah di deketin, pake ajian pelet aja. Di jamin langsung klepek klepek" Ucap Clara terkekeh, tapi dia langsung diam saat Reyhan memelototi nya.
"Kita pergi dulu ya dim. Semoga berhasil!" Reyhan menstarter motor nya dan meninggalkan Dimas yang masih gugup.
"Duh, gue harus gimana?" Tanya Dimas dalam hati.
"Dimas" Sapa Mira, dia kemudian mendekati Dimas yang terlihat pucat akibat terlalu gugup.
"Kamu sakit?" Tanya Mira sambil menyentuh kening Dimas.
'Anj*r jantung gue!' Batin Dimas.
"Gu gue gak papa kok" jawab Dimas gugup.
"Terus kenapa kamu belum pulang?"
"Sengaja, mau nganterin kamu pulang sampai ke rumah" Ucap Dimas mencoba untuk terlihat biasa saja.
"Gak usah, aku udah ada yang jemput kok." Tolak Mira.
"Oh, tapi kok belum dateng. Ini udah malem loh, nanti kamu bisa di culik atau di begal kalau pulang kemalaman. Jadi, pulang bareng aku aja ya" Ucap Dimas membujuk Mira.
Mira berpikir beberapa saat. Akhirnya dia setuju untuk pulang bareng Dimas saat mendapat pesan entah dari siapa.
Dimas dan Mira menikmati suasana malam di tengah kota. Jalanan lumayan lenggang karena jam sudah menunjukkan pukul 11 malam.
Tiiit!
Dimas langsung memberhentikan motornya saat sebuah mobil menyalip mereka.
Mobil itu berhenti tepat di depan motor Dimas. Pengemudi yang ternyata seorang pemuda itu keluar dan berjalan menghampiri Dimas dan Mira.
__ADS_1
Dimas segera turun dan bersiap untuk menghajar pengemudi itu karena hampir membuat mereka kecelakaan. Tapi dia berhenti saat Mira menahan tangannya.
Mira berjalan menghampiri pengemudi itu. Dalam hati Dimas berkata 'Apa jangan jangan Mira akan menghajar pengemudi itu? Wah, jangan jangan sifatnya sama bar bar nya kayak Clara dan teman temannya'
Tapi ternyata ekspetasi Dimas salah besar.
"Sayang, kok kamu disini? Katanya gak bisa jemput aku" Ucap Mira memeluk pemuda itu.
Dimas langsung membelalakkan matanya, mulutnya menganga tak percaya. Seketika kuntum bunga yang berada di hati Dimas menjadi layu sebelum mekar.
"Aku gak tega biarin kamu pulang sendirian, jadi aku mutusin untuk nganterin kamu dulu. Tugas skripsi bisa menunggu." Ucap pemuda itu sambil mengelus rambut Mira.
"Aku kan bisa pesan ojol untuk pulang, tapi terima kasih ya." Mira kembali memeluk pemuda itu.
"Bang, maaf ya, tadi saya nyalip motornya sampai hampir jatuh. Kalau ada yang rusak kasih tahu aja, ini kartu nama saya. Ini bayaran karena udah nganterin pacar saya. Saya doain semoga banyak yang mesan ojol Abang" Ucap pemuda itu dan Mira hanya terkekeh karena sang kekasih mengira Dimas sebagai driver ojol.
Pemuda itu berjalan menghampiri Mira. Mereka berdua berjalan ke mobil. Sebelum masuk, Mira masih sempat mengucapkan terima kasih.
"Makasih ya dim!" Teriak Mira sambil melambaikan tangan.
Mobil itu pun melaju meninggalkan Dimas yang masih mematung.
"Nasib nasib, belum berjuang tapi udah kalah." Keluh Dimas.
Dimas melihat kartu nama yang di berikan pemuda itu.
"Fathan Rizky Raditya." Gumam Dimas, dia pergi dengan hati yang kecewa.
Flashback end
"Napa Lo dim?" Tanya Reyhan pada Dimas yang terlihat lesu.
"Sedih banget Rey, kemarin gue gak jadi nganter Mira sampai rumah karena cowoknya tiba tiba jemput pas udah setengah jalan. Dan yang lebih parahnya lagi, tuh cowok ngira gue tukang ojol. Emang tampang gue mirip tukang ojol ya?" Tanya Dimas, dalam hati dia berharap Reyhan mengatakan tidak. Namun itu tidak terjadi.
"Dasar teman tak berperasaan!" Gerutu Dimas kesal.
"Lo bilang Mira masih jomblo Rey. Tapi kenyataannya dia udah punya pacar. Kejam bener Lo, padahal gue udah berharap Mira jadi pacar gue, gue juga jatuh cinta pandangan pertama sama Mira. Sekarang gue harus merasakan rasanya sakit hati saat cinta belum lagi mekar, tapi sudah layu karena dia ternyata udah ada yang punya" Ucap Dimas lebay.
Reyhan menepuk pundak Dimas. "Gue bener bener gak tahu kalau ternyata Mira udah punya pacar, lagian gue juga denger dari Clara. Jadi, jangan salahkan gue. Ingat ini dim, selagi janur kuning belum melengkung, maka masih bisa di tikung. Lo harus berjuang, jangan nyerah sebelum berjuang dim" Ucap Reyhan memberi saran.
Dimas mengangguk. 'Bener yang di bilang Reyhan, gue harus bisa dapatin Mira. Gue gak boleh kalah dari si Fathan' Batin Dimas.
......................
Reyhan menunggu Clara di taman. Reyhan memasang headset di kedua telinganya. Reyhan memejamkan matanya menikmati alunan lagu. Beberapa siswi yang melewatinya berbisik kagum melihat wajah Reyhan yang sangat tampan. Mereka berkumpul dan memfoto Reyhan tanpa izin. Tapi sayangnya, setiap kali mereka ingin memfoto Reyhan, kameranya selalu ngeblur.
Clara yang baru datang dan melihat kerumunan segera mendekati nya karena penasaran. Clara menyelip diantara kerumunan, mudah baginya karena dia memiliki tubuh mungil. Clara terkejut karena siswi siswi ini ternyata berkerumun hanya karena Reyhan.
Clara lantas mengusir para siswi itu. Tangannya mengibas ngibas seperti mengusir lalat. Para siswi itu pergi dengan kesal, terdengar juga makian yang keluar dari mulut mereka.
Setelah mereka pergi, Clara langsung duduk di sebelah Reyhan dan mencabut salah satu headset yang terpasang di telinga Reyhan.
Reyhan tersadar, dia ingin memaki orang yang sudah mengusik ketenangan nya. Tapi, dia malah terkejut saat Clara ada di sampingnya.
"Kenapa? mau marahin aku. Silahkan. Kakak apa gak nyadar mereka moto'in kakak tanpa izin." Kesal Clara.
Reyhan gemas melihat Clara yang terlihat emosi, tanpa sadar dia mencubit pipi Clara.
"Kakaaak!! Sakit tau, kenapa di cubit sih" Kesal Clara sambil mengusap pipinya yang memerah.
"Maaf, sengaja. Oh ya Ra, Lo bilang temen Lo itu masih jomblo, tapi kenapa kata Dimas semalem pacarnya jemput" Tanya Reyhan.
__ADS_1
"Masa sih, tapi kak Mira gak ada cerita apa apa sama aku kalau dia udah punya pacar. Yaudah nanti aku tanyain sama orang nya" Ucap Clara.
...****************...
Clara memasuki restoran yang terlihat cukup ramai. Dia menuju ruangan karyawan dan berganti pakaian.
Clara segera melakukan pekerjaannya. Saat pelanggan terlihat tinggal sedikit, Clara memutuskan untuk mencari Mira.
"Kak Mira!" Clara menepuk pundak Mira yang sedang mencuci piring.
"Eh, kodok!" Ucap Mira latah.
"Claraaa!" Kesal Mira, untungnya piring yang sedang dipegangnya tidak melayang.
Clara hanya cengengesan. "Kak, apa bener ya kalau kakak udah punya pacar"
"Oh, bener. Maaf belum sempat cerita, soalnya sibuk banget. Lagian Lo juga kebanyakan cuti, jadi gimana gue mau cerita. Gue kenal dia beberapa Minggu yang lalu, dan baru beberapa hari ini dia nembak gue" Terang Mira.
"Ooh, terus namanya siapa?" Tanya Clara penasaran.
"Fathan Rizky Raditya, usia 21 tahun. Kuliah di ***** Jakarta. Dia itu cowoknya dewasa, ganteng humoris lagi. Benar benar cowok idaman" Mira membayangkan wajah pacarnya sambil mencuci piring.
"Kok tua amat sih kak"
"Heh! dia itu masih muda, 21 Lo bilang tua." Ucap Mira emosi.
"Tapi usia kalian itu terpaut 4 tahun kan, ya ketuaan lah buat kakak" ucap Clara tak mau kalah.
"Serah gue, Lo lihat aja nanti malam, dia bakalan jemput gue"
Malam pun tiba. Clara dan Mira masih menunggu pacar mereka masing masing. Tak lama Reyhan datang.
Reyhan turun dari motornya dan menghampiri Clara.
"Yok pulang" Ajak Reyhan.
Tak lama Fathan, pacarnya Mira pun datang. Fathan keluar dari mobil mewahnya.
"Dah lama nunggu sayang" Ucapnya menghampiri Mira.
"Gak kok" Ucap Mira tersenyum dan memeluk Fathan.
"Oh ya yang, kenalin mereka teman temanku. Yang itu Reyhan dan yang itu Clara" Ucap Mira.
Fathan menjabat tangan Reyhan. "Fathan, senang bertemu dengan mu tuan Reyhan"
"Senang juga bisa bertemu dengan salah satu anggota keluarga Raditya" Ucap Reyhan dingin.
Fathan beralih ingin menjabat tangan Clara, tapi Reyhan langsung menjabat tangannya dan menepis tangan Clara yang ingin membalas jabatan tangan Fathan.
"Posesif amat Rey" Ucap Mira memutar bola matanya.
"Gak papa, aku ngerti kok. Oh ya Mira, besok kan hari libur, gimana kalau kita jalan jalan ke villa aku yang ada di Purworejo" ucap Fathan.
"Boleh, tapi boleh gak aku ajak Clara." Pinta Mira.
"Boleh kok. Clara kalau mau ngajak yang lain juga gak papa. Makin banyak makin bagus" Ucap Fathan pada Clara. Reyhan menatap ada keanehan saat Fathan menatap Clara. Seperti ada sesuatu, tapi entah apa.
"Kalau gitu aku mau ngajak dua temanku dan kak Reyhan, sekalian ngajak kak Dimas" Ucap Clara bersemangat.
Fathan mengangguk setuju. Mereka akan pergi berlibur besok.
__ADS_1