Cinta Yang Bertemu Kembali

Cinta Yang Bertemu Kembali
Bab 24


__ADS_3

Suasana pegunungan yang sejuk menusuk kulit Clara. Clara merapatkan jaketnya dan berjalan mengelilingi sekitaran villa. Jam masih menunjukkan pukul 06:00 pagi.


"Pagi Clara" Sapa Fathan yang baru keluar dari pintu dan merenggangkan otot otot nya.


"Pagi" jawab Clara dingin. Clara sudah berjanji untuk mendengarkan ucapan Reyhan, jadi dia berusaha untuk menjauhi Fathan.


"Yang lain kayaknya belum pada bangun, mending kamu bangunin, soalnya aku mau ngajakin mereka sarapan di warung dekat sini" Ucap Fathan menghampirinya.


"Baiklah" Clara segera masuk kembali ke dalam villa dan meninggalkan Fathan.


"Cih, susah bener deketinnya" gumam Fathan.


Clara masuk ke kamarnya dan melihat Mira yang sedang bersiap siap di kaca.


"Mau kemana kak? cantik banget" Tanya Clara.


"Fathan ngajakin sarapan di warung dekat sini. Katanya suasananya asri dan makanannya enak-enak" Jawab Mira sambil mengoles lipstik di bibirnya.


"Ya udah, kalau gitu aku bangunin Mita dan Santi dulu ya" Clara segera memasuki kamar kedua sahabatnya itu.


"Woi Ta, bangun! Udah jam sepuluh" Ucap Clara sambil menggoyang tubuh Mita.


"Ta bangun, ini udah hampir Maghrib loh, gak boleh anak perawan tidur pas Maghrib. Lo masih hidup gak sih, susah bener di bangunin"


"Kayak baru kenal Mita aja, Ra" Ucap Santi menggeleng.


Setelah berjuang untuk membangunkan Mita, akhirnya Clara berhasil membangunkan singa betina itu. Tentu saat terbangun Mita langsung marah-marah kepada Clara.


Mereka kemudian segera bersiap untuk pergi sarapan di warung makan dekat villa.


Fathan segera menghampiri Bu Broto yang baru sampai di villanya.


"Maaf Bu, hari ini ibu gak perlu masak buat sarapan karena saya mau ngajak yang lain sarapan di warung Mpok inem, tapi saya lupa jalannya" Ucap Fathan menggaruk rambutnya.


"Kalau begitu ibu suruh Ayu buat nganterin kalian ke warung Mpok inem ya" Tawar Bu Broto yang langsung di setujui Fathan.


Tak lama semua sudah bersiap siap. Mira langsung menggandeng Fathan. Tak mau kalah, Clara langsung menggandeng tangan Reyhan.


"Gandeng gandengan kayak mau nyebrang" Sindir Mita.


"Kita jalan kaki nih?" Tanya Mira.


"Iya sayang, hitung hitung olah raga" jawab Fathan.


"Ya udah kuy jalan" ajak Mita.


"Tunggu bentar, gue lupa jalannya. Kita tunggu anak pak Broto dulu ya" Ucap Fathan.

__ADS_1


"Kalau gak tau jalannya ngapain ngajak, mending makan di villa daripada nunggu gini" Cibir Dimas.


Tak lama gadis berparas ayu menghampiri mereka. Gadis itu sangat cocok dengan namanya. Sepertinya usianya lebih muda satu tahun dari Clara.


"Kenalin saya Ayu, anaknya pak Broto dan Bu Broto" Ucapnya.


Yang lain mengangguk kemudian mengenalkan diri mereka masing-masing.


Ayu menatap kagum ke arah Reyhan yang sangat tampan. Gadis itu menundukkan wajahnya yang merona saat menatap Reyhan.


"Jadi, kapan kita jalan?" Tanya Mira tak sabar.


Ayu langsung menuntun mereka menuju warung makan Mpok inem. Hanya butuh waktu 15 menit untuk mereka sampai di warung itu.


Warung yang tidak terlalu besar dan sederhana namun sangat asri dan indah. Waktu menunjukkan pukul 07:15.


Mereka langsung memilih mejanya masing-masing. Melihat Mira memilih duduk dengan Fathan di meja sendiri, membuat Clara juga melakukan hal yang sama.


Ayu menatap lekat ke arah Clara yang terus menempel dengan Reyhan. Ada wajah cemburu dan tak suka saat ia melihat Clara.


Mita, Santi, Dimas dan Ayu memilih duduk berempat di meja. Mereka berada di tengah-tengah meja Clara dan meja Mira.


Mereka memesan makanan dan tak lama pesanan pun datang. Mereka makan dengan lahap, benar yang di ucapkan Fathan makanan di sini sangat enak walaupun sederhana.


Setelah selesai mereka melanjutkan jalan-jalan di pedesaan. Ayu memimpin di depan, dibelakangnya ada Mira dan Fathan. Di barisan tengah ada Clara dan Reyhan dan di barisan belakang ada Dimas, Mita dan Santi.


Para warga di sana terlihat antusias saat mengajari Clara dan teman temannya. Apalagi warga disana sudah sangat mengenal keluarga Raditya.


"Ada yang bisa di bantu kak?" Tanya Ayu yang menghampiri Reyhan saat melihat pemuda itu kesulitan menanam padinya.


Reyhan hanya diam tak menanggapi.


"Seperti ini" Ucap Ayu tanpa izin memegang tangan Reyhan dan membantunya menanam padi tersebut.


Reyhan langsung menepis tangan Ayu yang masih memegang tangannya. Dia segera menatap Clara dan bernapas lega saat gadis itu tak melihatnya.


Reyhan segera meninggalkan Ayu dan mendatangi Fathan.


Ayu berdecak kesal. "Dingin banget tu cowok".


"Roman romannya kayaknya bakalan ada pelakor tuh" Ucap Mita yang melihat Ayu mendekati Reyhan.


"Siapa pelakornya Ta?" Tanya Clara sambil berusaha menanam padinya yang terus terjatuh.


"Tuh si Ayu?" Tunjuk Mita dengan dagunya.


Clara menoleh dan melihat Ayu sedang mencoba mendekati Reyhan. Clara kesal dan ingin menghampiri mereka, tapi dia bernapas lega saat Reyhan menepis tangan Ayu. Clara segera mengalihkan pandangannya saat Reyhan menoleh padanya.

__ADS_1


"Kenapa nama Ayu suka banget ya sama cowok orang, gak Ayu yang ono sama yang ini sama aja, sama sama getel" Ucap Santi kesal.


"Udah, lagian terserah dia mau deketin siapa, lagian aku dan kak Reyhan cuma pura-pura pacaran, dan Lo Mita, gue belum nikah jadi jangan Lo bilang dia pelakor" Ucap Clara menunjuk Mita.


"Santai aja nunjuknya, lagian Lo jangan ngebela dia, mukanya aja polos tapi kelakuan kayak jala*g" Ucap mita kesal.


Sedangkan tak jauh dari Clara, Reyhan menghampiri Fathan.


"Gue haus, bisa Lo beliin minum?" Daripada meminta, Reyhan lebih mirip menyuruh Fathan untuk membelikan minuman untuknya.


"Oke, pak Udin! Bisa tolong beliin minum untuk kami?" Pinta Fathan pada pria itu.


"Lo harus beli sendiri, kasian mereka capek kerja terus Lo suruh suruh" Ucap Reyhan memaksa.


"Cih, yaudah, Lo tunggu di sini"


"Mas, jadi minumnya?" Tanya pak Udin menghampiri mereka berdua.


"Gak jadi pak, biar saya aja yang beli" Fathan kemudian pergi mencari warung terdekat untuk membeli minuman.


Reyhan langsung memberi kode pada Dimas. Dimas mengangguk paham dan segera mendekati Mira.


"Ada yang bisa di bantu Mir?" Tanya Dimas.


"Gak ada kok, Dim" Jawab Mira yang masih sibuk dengan padinya yang terus berjatuhan.


Dimas geleng-geleng kepala. "Ya udah, sini biar aku bantuin" Dimas langsung mengambil beberapa padi di tangan Mira dan segera menanamnya.


Tiba-tiba Mira menjerit dan langsung memeluk Dimas yang berada di sampingnya.


"Kenapa Mir?" Tanya Dimas kebingungan.


"I_itu, ada pacet di kaki aku" Ucap Mira ketakutan.


Dimas segera mengambil pacet yang menempel di kaki Mira dan membuangnya.


"Udah gak ada, Mir"


"Yang bener?" Tanya Mira masih tak percaya.


"Kalau gak percaya lihat aja sendiri" Jawab Dimas tersenyum.


Gadis itu langsung melihat kakinya dan bernapas lega saat pacet nya sudah tak ada.


"Masih mau peluk?" Tanya Dimas tersenyum.


Mira segera melepaskan pelukannya saat tersadar. Wajahnya bersemu merah menahan malu. Sedangkan dalam hati Dimas bersorak gembira.

__ADS_1


Tak lama Fathan kembali dan mengajak yang lain untuk beristirahat karena sudah jam sembilan.


__ADS_2