Cinta Yang Haram

Cinta Yang Haram
Makan Malam


__ADS_3

Kenzo langsung melepaskan kedua tangan Nasywa dan mendorongnya dengan sedikit kasar. Perasaan tak karuan yang tengah ia rasakan serta tak ingin Nasywa menyadari juniornya yang tengah bergejolak membuat Kenzo reflek melakukan itu.


Namun hal itu membuat Nasywa terhenyak menatap Kenzo yang tidak pernah bersikap kasar sebelumnya.


Menyadari raut wajah Nasywa. Kenzo mencoba meredam hawa panas yang tengah melanda tubuh nya. Dengan menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya perlahan. Kenzo duduk di samping Nasywa dan mengusap kepalanya dengan lembut.


"Maafkan Aku, Aku tidak bermaksud kasar pada mu, Aku hanya merasa lelah, Aku lapar dan Aku..."


"Melihat hantu?" tanya Nasywa menimpali ucapan Kenzo.


"E... Ya, Melihat hantu. Huffff..." Kenzo mengalihkan wajahnya sejenak untuk membuang nafas lega.


"Kenapa kamu mencari tempat seperti ini, Bagaimana tidak ada hantu, Ini kan di tengah-tengah laut?"


"A... E... Nasywa... Jika Aku tau tempat ini ada Hantu nya mana mungkin Aku mengajak ku kemari?"


"Kalau begitu besok kita langsung pulang saja, Aku takut Ken."


"E..." Kenzo terdiam bingung mencari alasan apa untuk menolak permintaan Nasywa. Mereka sudah jauh-jauh datang ke pulau itu dan belum sempat menikmati keindahannya masa harus pulang lagi.


Di dalam kebingungannya. Kenzo terselamatkan oleh kedatangan pelayan yang membawa makanan yang Kenzo pesan.


"Permisi Tuan..."


"E... Hey! Kenapa lama sekali, Kami sudah begitu lama menunggu," ucap Ken yang langsung beranjak dari duduknya dan mengambil pesanannya.


"Maaf Tuan, Begitu banyak pesanan sehingga harus mengantri sesuai telpon masuk."

__ADS_1


"Baiklah tidak masalah. Ini untuk mu." Kenzo mengeluarkan beberapa lembar uang dan memberikan padanya.


"Terimakasih Tuan."


"E... Tunggu."


Kenzo menjadi panik saat Nasywa menghentikan pelayan tersebut.


"Gawat, Pasti Nasywa akan menanyakan tentang hantu yang ku ceritakan." batin Ken yang langsung mendekati Nasywa.


"Iya Non?"


"Apa tempat ini ada... Han..."


"E... Nasywa Baby, Apa yang ingin kamu tanyakan, Dia sedang terburu-buru biarkan dia pergi."


Ken mengeratkan giginya dengan rahang yang mengeras. Dan itu di sadari oleh pelayan tersebut dan langsung menundukkan kepala kemudian pamit pergi.


"E... Maaf Nona, Tuan Ken benar. Saya sedang terburu-buru, Permisi."


"E... Tapi..."


"Nasywa, Lupakan yang sudah ku katakan pada mu. Mungkin Aku hanya salah lihat, Sekarang mari kita makan."


Nasywa mengangguk patuh dan duduk di kursi yang Kenzo persilahkan untuk nya. Netranya terus melihat sekeliling pulau yang sudah semakin gelap dan nampak begitu sepi.


__ADS_1


"Nasywa..."


"Hah!" Nasywa tersentak dan menatap Kenzo dengan tegang.


"Tidak ada apapun. Mungkin Aku hanya salah lihat, Sekarang makan lah. Hmm?" Ken menyodorkan satu sendok makan ke arah Nasywa.


Tanpa membantah, Nasywa membuka mulutnya dan menerima suapan demi suapan yang Ken yang terus menyodorkan padanya.


Ken tersenyum senang karena Nasywa makan dengan lahap dari suapan tangannya.


Melihat senyum Ken, Nasywa menurunkan pandangannya dan melihat piring Ken yang telah kosong sementara piringnya masih terisi penuh.


Ken semakin tersenyum lebar dan menaikan kedua alisnya melihat ekspresi wajah Nasywa yang seakan baru sadar ia telah menghabiskan makanan dari piring Ken.


"Ken... Aku makan makanan mu?"


"Tidak masalah, Aku suka melihat mu makan dengan lahap." dengan mesra Ken membersihkan sisa makanan di sudut bibir Nasywa.


"Kalau begitu kamu makan lah makanan ku." kini giliran Nasywa yang menyodorkan makanan kepada Ken.


Dengan senyum getir nya Ken menerima suapan pertama dari Nasywa.


Ia menatap wajah Nasywa dengan tatapan sendu.


"Jika saja status mahram kita tak berubah, Pasti kita sudah menikah dan malam ini akan menjadi malam yang lebih indah daripada malam ini." batin Kenzo.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2