Cinta Yang Haram

Cinta Yang Haram
Pertengkaran


__ADS_3

"Mudah sekali kau meminta ku untuk melupakan malam itu! PLAKKK!" Di hantamkannya Kedua telapak tangan Kenzo di ke dinding diantara kanan kiri Nasywa hingga membuat memejamkan mata sembari mengangkat kedua bahunya.


"Kau meminta ku untuk menjauhi mu dan tak lagi menghubungi mu Aku lakukan. Dengan susah payah Aku mencoba menjalani hidup ku tanpa diri mu, Lalu setelah kita bertemu lagi, Aku pikir hubungan kita akan kembali seperti dulu, Terlebih setelah kejadian malam itu, Tapi sekarang apa yang kamu lakukan Nasywa! Kenapa kau mudah sekali mempermainkan hati ku?!" triak Kenzo tepat di depan wajah Nasywa.


Jarak yang begitu dekat dan hanya menyisakan beberapa centi. Membuat keduanya terdiam. Bayangan kebersamaan mereka di malam itu membuat keduanya kembali bergelora.


Tak tau siapa yang lebih dahulu memulai, Bibir keduanya telah menyatu, Mereka saling menyesap dengan penuh gair'ah.


Decapan demi decapan terdengar begitu jelas membuat tubuh keduanya semakin memanas. Dengan tidak melepaskan luma'tannya Kenzo memegang kedua pundak Nasywa dan mencoba menurunkan dress kerut yang tidak menutup penuh pundak indahnya. Namun belum sempat Kenzo melakukannya. Nasywa terkesiap dan langsung mendorong tubuh Kenzo menjauh darinya.


Keduanya saling menatap seoalah baru tersadar dengan apa yang baru saja mereka lakukan.


"Cukuplah malam itu menjadi kesalahan pertama dan terakhir kita Ken, Jangan pernah menyentuh ku lagi, Aku sangat menyesal karena telah menyerahkan segalanya kepada mu hanya karena rasa frustasi ku pada orang-orang yang mengincar tubuh ku!"


Kenzo membeku mendengar Nasywa mengatakan penyesalannya atas apa yang telah mereka lakukan. Dengan penuh kekecewaan Kenzo langsung meninggalkan Nasywa tanpa mengatakan apapun lagi.


Nasywa menjatuhkan diri ke lantai menangisi nasibnya. Ia terpaksa mengatakan itu agar Kenzo mau menjauh darinya.


•••


Pagi harinya, Kenzo dan kedua orang tuanya sudah berada di meja makan. Hanya Nasywa yang tidak kelihatan. Kenzo yang masih merasa kesal pada Nasywa tak mempedulikan ia mau sarapan atau tidak. Bahkan ia yang ingin sekali melabrak Mamihnya mengenai perjodohannya, Kini malas membahasnya.

__ADS_1


"Kemana Nasywa, Apakah dia belum bangun?" tanya Sekar.


Kenzo hanya mengangkat kedua bahunya sambil terus menyuapkan makanan ke mulutnya seoalah tak peduli lagi dengan Nasywa.


Sekar yang pada dasarnya sanfat menyayangi Nasywa beranjak bangun ke kamar Nasywa untuk memanggilnya.


Ckleekkk...


Sekarang menyembulkan kepalanya melihat setiap sudut kamar Nasywa yang nampak begitu rapi seperti tak berpenghuni. Sekar pun melangkah masuk untuk memeriksanya di kamar mandi.


"Tidak ada..." batin Sekar yang kemudian melanjutkan pencariannya ke balkon.


"Tidak ada juga." Sekar semakin merasa resah dan langsung berlari keluar kembali ke meja makan.


"Apa!" Kenzo langsung berlari memeriksa kamar Nasywa. Ia memeriksa ulang seluruh sudut kamarnya.Tak lupa Kenzo juga memeriksa lemari pakaiannya. Namun seluruh pakaian yang ia belikan masih tersimpan rapi di dalamnya.


"Lalu kemana Nasywa?" batin Kenzo yang mulai merasa khawatir.


"Ken... Apa kalian bertengkar?" tanya Sekar.


Mendengar pertanyaan Mamihnya Kenzo menatap Sekar dengan penuh kemarahan. Ia mendekati Mamihnya dan meluapkan amarahnya yang sejak semalam ia tahan.

__ADS_1


"Ini semua gara-gara Mamih!"


"Kok gara-gara Mamih, Apa kesalahan Mamih?"


"Jangan pura-pura Mih, Mamih pasti memaksa Nasywa untuk menjauhi ku dan memintaku menikah dengan Tania, Iya kan?!"


"Apa Nasywa mengatakan itu?"


"Nasywa tidak mengatakan apapun Mih, Tapi Aku yakin Mamih mengatakan itu pada Nasywa!"


Sekar terdiam tak dapat menangkal apa yang Kenzo katakan. Ia memang meminta Nasywa untuk membujuk Kenzo agar mau menerima perjodohannya. Namun ia juga tidak berniat membuat Nasywa pergi begitu saja.


"Kenapa Mamih diam, Apa Mamih juga yang memaksa Nasywa meninggalkan apartemen?"


"Ken... Mamih tidak bermaksud membuatnya pergi."


"Tapi kenyataannya sekarang Nasywa tidak ada Mih!" triak Kenzo.


"Mih... Asal Mamih tau, Ken membawa Nasywa kemari karena ia hampir di perko'sa oleh sekelompok preman!"


Sekar terkejut mendengar pernyataan Kenzo, Sebagai seorang wanita dan juga mantan calon mertua yang pernah begitu menyayanginya, Membuat Sekar menjadi begitu sangat khawatir dengan keberadaan Nasywa saat ini.

__ADS_1


"Nasywa tidak memiliki siapapun di sini, Dia juga tidak memiliki uang, Kemana dia akan pergi, Bagaimana jika terjadi sesuatu padanya?!" dengan perasaan yang teramat sedih dan juga khawatir Kenzo berlari meninggalkan apartemen untuk mencarinya.


Bersambung...


__ADS_2