Cinta Yang Haram

Cinta Yang Haram
Satu Minggu Kemudian


__ADS_3

Tidak kunjung mendapat jawaban dari Kenzo, Edward menarik tangan Nasywa untuk pergi bersamanya. Tanpa bisa menolak, Nasywa hanya bisa mengikuti Edward dan menatap sendu pria yang dulu hampir menikahinya.


Begitupun dengan Kenzo yang hanya bisa meraih jemari tangan Nasywa dan lepas dengan sendirinya saat Nasywa berlalu dari hadapannya.


Edward menyuruh Nasywa masuk ke mobil dan menatap Kenzo sesaat kemudian masuk ke dalam mobilnya.


Seolah baru tersadar dari apa yang sedang terjadi, Kenzo yang melihat mobil Edward mulai meninggalkan rumah sakit langsung berlari mengejarnya.


"Nasywa...! Nasywaaaaaa..!!!" teriaknya.


Nasywa yang berada di dalam mobil hanya bisa melihat Kenzo terus berlari mengejarnya dari kaca spion.


"Ken...!" Nasywa mengulurkan tangan saat melihat Kenzo terjatuh di aspal. Kemudian ia menoleh ke belakang melihat Kenzo yang terus menjauh dari pandangannya. Hatinya begitu pilu, Tapi ia tidak ada pilihan lain selain ikut dengan Edward yang menerimanya dengan tulus di saat ibu kandungnya tidak mempercayainya.


"Nasywa...!" tiba-tiba Edward menginjak rem hingga membuat kepala Nasywa terbentur.


"Aowh.." ringis Nasywa memegangi ujung keningnya.


"Kamu bisa turun jika tidak mau menikah dengan ku, Tapi jika kamu mau menikah dengan ku, Lupakan masa lalu mu dan mulailah lembaran baru dengan ku. Tentukan pilihanmu sekarang!"


Nasywa terdiam ragu, Ia menoleh ke belakang dan melihat Kenzo yang mencoba bangkit dengan susah payah. Sementara Edward dengan tatapan lurus kedepan, Menunggu keputusan apa yang akan Nasywa ambil.


Setelah lebih dari sepuluh menit berlalu, Nasywa belum juga memberikan jawabannya. Hal itu membuat Edward membukakan sabuk pengaman yang Nasywa kenakan dan membukakan pintu mobil untuk nya.


"Keluarlah, Aku tidak akan memaksa mu," ucapnya dingin.


Mendengar itu, Nasywa menggelengkan kepalanya. Melihat Edward yang mau menerimanya dengan tulus sekali pun ia tau dirinya tidak suci lagi. Membuat Nasywa lebih merasa berat meninggalkan Edward.

__ADS_1


"Aku mau menikah dengan mu." akhirnya kata-kata itu keluar dari bibirnya.


Edward menatap lekat Nasywa, Seolah masih tak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Kau yakin?" tanyanya tenang.


"Ya, Aku yakin."


"Kamu bisa berjanji untuk tidak menaruh perasaan lebih lagi pada Kenzo?"


Dengan berat hati Nasywa menganggukkan kepalanya.


"Baiklah."


Edward kembali memasangkan sabuk pengaman untuk Nasywa. Kemudian mengunci pintu mobil dan kembali melanjutkan perjalanan.


Dari kaca spion. Nasywa hanya bisa melihat Kenzo yang masih berdiri menatap kepergiannya.


Hari dimana pernikahan Nasywa dan Edward akan dilangsungkan.


Nasywa yang sudah satu minggu ini tidak lagi berhubungan dengan Kenzo terpaku menatap wajahnya di cermin. Wajah yang sudah penuh dengan riasan make-up, Hiasan rambut yang indah serta gaun pengantin dengan panjang mencapai 3 meter, Membuat Nasywa terlihat seperti princess dalam negeri dongeng. Namun semua itu tidak bisa menutupi kesedihannya karena pikirannya yang belum bisa sepenuhnya melupakan Kenzo. Tak terasa air matanya terjauh mengingat pertemuan terakhir mereka. Ia menundukkan wajahnya dan meratapi nasibnya.


"Nasywa..."


Suara itu membuat Nasywa langsung mengangkat wajahnya. Ia melihat Kenzo dari pantulan cermin di depannya. Senyum itu seketika terukir melihat pria yang ia rindukan kini berdiri di hadapannya.


"Ken..." Nasywa menoleh ke belakang. Namun tak melihat siapapun. Ia kembali melihat ke dalam cermin dan tidak melihat Kenzo lagi di sana.

__ADS_1


Dengan lemas naswa menyangga kepalanya dengan kedua tangannya.


"Apa yang ku pikirkan, Kenzo tidak mungkin kemari." batinnya sambil terus memejamkan mata membuang jauh-jauh pikirannya tentang Kenzo.


"Kenapa tidak?"


Lagi-lagi Nasywa terkesiap, Ia kembali mengangkat wajahnya dan kembali melihat Kenzo di dalam cermin. Tidak seperti sebelumnya, Nasya langsung menoleh ke belakang, Dan benar saja, Ken tidak ada di sana. Ini hanya bayangan Nasywa yang sangat merindukannya.


"Aku tidak boleh lagi memikirkannya, Aku sudah memutuskan untuk menikah dengan Edward. Aku juga sudah berjanji padanya untuk tidak lagi menaruh perasaan lebih pada Kenzo. Ayo Nasywa kamu pasti bisa." Nasywa terus menyemangati dirinya sendiri. Namun lagi-lagi ia di kagetkan oleh suara Kenzo.


"Tapi Aku tidak bisa Nasywa..."


Nasywa langsung memutar tubuhnya. Tidak seperti sebelumnya,


Kali ini Nasywa melihat Kenzo berdiri di sana. Tapi Nasywa yang tidak percaya dengan apa yang ia lihat, Mengusap-usap kedua matanya. Namun Kenzo tetap berdiri di sana.


"Berarti ini bukan hanya bayanganku?" batin Nasywa.


Perlahan Kenzo mendekati Nasywa dan mengusap wajah Nasywa dengan lembut. Nasywa memejamkan mata merasakan sentuhan tangan Kenzo di pipinya.


"Kamu sangat cantik Nasywa." pujinya.


Mendengar hal itu Nasywa semakin sedih dan menahan air matanya yang hampir terjatuh.


"Dulu Aku selalu membayangkan mu memakai gaun pernikahan untuk bersanding dengan ku, Tapi kali ini Aku melihat mu memakai gaun pernikahan untuk bersanding dengan sahabatku."


"Ken..." Nasywa tak bisa menahan air matanya mendengar apa yang Kenzo katakan. Kenzo pun terisak dan menangkup kedua sisi pipi Nasywa sembari menyatukan kening mereka.

__ADS_1


Keduanya menangis sejadi-jadinya menerima takdir yang terpaksa mereka harus jalani.


Bersambung...


__ADS_2