Cinta Yang Haram

Cinta Yang Haram
Terbawa Suasana


__ADS_3

Kenzo dan Nasywa masih menyelam menikmati keindahan bawah laut. Sesekali mereka bergandeng tangan dan bermain dengan ikan-ikan yang begitu menakjubkan. Saking asyiknya menyelam mereka lupa jika tabung oksigen yang mereka kenakan memiliki batas waktu. Nasywa pun mulai kesulitan bernafas saat isi tabung oksigen nya telah habis. Sementara Kenzo yang memiliki keahlian menyelam lebih baik masih bisa bertahan dan segera meraih tubuh Nasywa untuk membawanya naik ke daratan.


Setelah cukup menguras seluruh kemampuan Kenzo dalam menyelam. Akhirnya ia berhasil membawa Nasywa ke daratan.


Kenzo begitu khawatir saat Nasywa tak lagi sadarkan diri.


Dengan panik ia menekan-nekan dada Nasywa untuk melakukan penyelamatan pertamanya.


"Nasywa... Nasywa... Nasywa bangunlah!" Kenzo mulai menangis saat tidak ada reaksi dari Nasywa. Kemudian Ia menggosok-gosok telapak tangan dan kakinya untuk menghangatkan tubuh nya. Namun tetap tidak membuat Nasywa bergerak sedikitpun.


Setelah berpikir beberapa menit Kenzo yang tidak memiliki cara lain akhirnya memberikan nafas buatan.


"Nasywa bangun Nasywa, Jangan membuat ku takut," ucap Ken di sela-sela aksinya.


"Uhuk... Uhuk...."


Kenzo langsung terduduk ke tanah saat melihat Nasywa kembali membuka matanya. Melihat wanita yang begitu ia cintai hampir kehilangan nyawanya membuat Kenzo lemas tak berdaya.


"Ken..." lirih Nasywa lemah.


"Ya." Kenzo kembali bangkit dan meraih tubuh Nasywa ke dekapannya.


Tidak ada kata apapun lagi yang terucap dari bibir Nasywa karena ia kembali jatuh pingsan.


Kenzo langsung membopong tubuh Nasywa ke perahu.


Sepanjang perjalanan kembali ke penginapan Ia terus mendekap erat tubuh Nasywa terasa begitu dingin. Bibirnya pun nampak bergetar dan putih pucat hingga membuat Kenzo semakin khawatir dan tak bisa menahan air matanya.

__ADS_1


"Nasywa... Bertahanlah," ucap Kenzo begitu sampai di lokasi penginapan.


Dengan tergopoh-gopoh Kenzo membopong tubuh Nasywa dan membaringkannya di ranjang. Ia mengambil handuk untuk mengeringkan rambut dan tubuhnya. Kemudian ia menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut yang tersedia di penginapan. Namun agaknya itu belum cukup membuat Nasywa merasa hangat hingga ia masih terus menggigil kedinginan.


"Nasywa... Nasywa..." Ken merangkak naik menepuk-nepuk pipi Nasywa. Namun hanya terdengar sautan kecil darinya. Kemudian Kenzo memeluk tubuh Nasywa dengan menindih tubuhnya berharap Nasywa akan merasa hangat dan kembali tersadar seperti sediakala.


Dan benar saja tidak lama kemudian tubuh Nasywa mulai merespon kehangatan yang Kenzo berikan.


"Ken..." lirih Nasywa.


Mendengar suaranya, Ken langsung mengangkat kepalanya dari ceruk leher Nasywa. Ia menatap wajah Nasywa yang mulai membuka matanya dengan bahagia.


"Nasywa..." ucap Ken yang langsung mengecup bibir Nasywa yang sedikit terbuka.


Tidak mendapat penolakan dari Nasywa yang memang masih belum sadar sepenuhnya, Membuat Ken kembali mengecup nya, Bahkan bukan hanya kecupan saja. Kini Ken menyesap bibir Nasywa dengan penuh gair'ah. Seakan telah terbawa suasana Ken memasukkan lidahnya dan mengabsen setiap gigi yang berbaris rapi. Kemudian melilitkan lidahnya dan menyesapnya dengan kuat hingga Nasywa mengeluarkan suara yang terdengar seperti desah'an.


"Eummm."


Ken kembali membenamkan wajahnya ke ceruk leher Nasywa dengan tangan yang aktif sesuai nalurinya. Nasywa pun mulai meliuk-liuk kesana kemari tatkala merasakan tubuhnya terasa tersengat aliran listrik saat dengan kuat Ken menyesap lehernya.


"Akhhhhh..." desah'an itu kembali lolos dari bibir Nasywa.


Tubuhnya yang semula terasa begitu dingin kini terasa begitu memanas oleh gair'ah yang Ken berikan.


"Nasywaaaa... Oughhh..." dengan gemas ia meremad kedua bulatan kenyal dan melahapnya secara bergantian. Seakan lupa jika mereka tidak bisa lagi untuk menikah, Ken terus menunjukkan kelihaiannya hingga membuat Nasywa terbuai dan terbawa permainannya.


"I love you Nasywa Baby..." ucap Ken sambil terus menurunkan kecupananya.

__ADS_1


Nasywa semakin meliuk-liuk tak karuan dan menjambak rambut Kenzo dengan kuat saat lelaki jangkung itu menghentikan sapuan lidahnya bagian inti nya. Rasa yang belum pernah ia rasakan sebelumnya membuat Nasywa menikmati hangatnya sapuan lidah Ken yang mempermainkan area sensitifnya.


Namun tiba-tiba ucapan sang ibu yang mengatakan mereka adalah saudara sepersusuan membuat Nasywa yang semula begitu menikmati permainan Ken membelalakkan matanya dan menyadari apa yang Ken lakukan.


"Nasywaaaa..." dengan gair'ah yang membuncah Ken bersiap melesapkan miliknya. Namun Nasywa yang sudah tersadar sepenuhnya menggelengkan kepala dan menolak apa yang akan Ken lakukan.


"Tidak Ken!"


Mendapat penolakan itu membuat Ken terkejut mengingat mereka telah begitu jauh melakukan aksi terlarang itu. Terlebih gair'ah nya yang sudah memuncak dan tidak bisa lagi ia tahan membuat Ken terus melancarkan aksinya dan memelas kepada Nasywa.


"Nasywa please... Aku tidak tahan lagi bisik Ken dengan mengangkat tengkuk leher Nasywa untuk meyakinkannya. Namun Nasywa tetap menolak karena ia sepenuhnya sudah menyadari jika perbuatan mereka itu salah dan sudah kelewat batas.


"Tidak Ken ini salah..."


"Nasywaaaa... Ku mohon..." seperti bukan Ken yang Nasywa kenal, Ken memaksakan kehendaknya dan tetap ingin menuntaskan hasratnya yang tak tertahankan.


"Ken! Lepaskan! Lepaskan!" Nasywa memberontak dan mulai menangis.


Melihat air mata yang mengalir di sudut mata Nasywa.


Ken beranjak dari atas tubuh Nasywa dan memegang berat kepalanya.


"Oh Astaga... Apa yang ku lakukan." sesalnya.


Nasywa yang masih berbaring, Menangis membelakangi Kenzo sambil menggenggam erat selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos. Sementara Ken dengan sejuta penyesalannya kembali mencoba mendekati Nasywa untuk meminta maaf padanya.


"Nasywa..."

__ADS_1


Nasywa langsung menepis tangan Kenzo yang mencoba memegang pundaknya. Ia benar-benar merasa kecewa pada Kenzo dan dirinya sendiri karena telah melewati batas yang seharusnya tidak mereka lakukan mengingat sekarang mereka adalah saudara sepersusuan.


Bersambung...


__ADS_2