Cinta Yang Haram

Cinta Yang Haram
Pengakuan Edward


__ADS_3

"Kenapa kamu diam saja Nasywa?"


Nasywa menggelengkan kepalanya. Ia tidak tau apa yang harus ia jawab setelah melihat sikap ibunya yang tiba-tiba berubah.


"Sebelumnya ibu tidak percaya dengan apa yang Mas Herman katakan tentang dirimu karena ibu sendiri juga sempat merasa curiga padanya, Ibu juga mengabaikan keraguan ibu pada mu karena sebagai seorang ibu, Seburuk apapun anaknya ia akan tetap merindukan dan menyayanginya. Tapi dengan kamu menjelekkan Mas Herman yang telah menerima mu dengan tulus, Menyayangi mu seperti anaknya sendiri itu menunjukkan bahwa kamu yang tidak baik Nasywa!"


"Apa yang ibu katakan? Dan apa yang sudah Baj'ingan itu katakan pada ibu?"


"Nasywa! Pria yang kau sebut baj'ingan itu adalah Suami ibu, Orang yang sudah menerima ibu dan menerima mu dengan tulus dimasa tersulit ibu setelah kematian Ayah mu! Kamu bisa melanjutkan pendidikan mu juga karena jasanya, Kenapa kamu tidak mencari pria lain untuk melupakan kekecewaan mu karena kisah cinta mu yang tak kesampaian?"


Nasywa sangat tercengang dengan apa yang semua Hasna katakan.


"Sebenarnya apa yang Herman katakan sampai Ibu berpikir seperti itu kepadanya?" Di saat Nasywa masih bertanya-tanya dalam benak pikirannya, Ia kembali menerima kata-kata menyakitkan dari ibunya.

__ADS_1


"Sekarang ibu jadi merasa ragu dengan mu, Apa karena kamu sudah tidak pera'wan dan tidak bisa menikah dengan Kenzo, Lalu kamu mencari kambing hitam dengan menggoda Bapak mu?"


"Bu Hasna tega sekali mengatakan itu hanya demi kepa'rat itu!" Kenzo yang sejak tadi mendengar pembicaraan mereka dari luar, Tak tahan lagi dan menerobos masuk ke dalam.


Edward mengikutinya dari belakang, Mengamati apa yang tengah mereka bicarakan.


"Aku pikir Bu Hasna begitu menyayangi Nasywa, Aku pikir Bu Hasna akan bahagia dengan kedatangannya setelah sekian lama tak bertemu, Tapi apa yang terjadi? Bu Hasna malah membuat Nasywa sedih dengan kata-kata yang tidak pantas di ucapkan oleh seorang ibu kepada anaknya!"


"Jika kata-kata ibu tidak benar, Kenapa kamu yang sangat marah Ken? Nasywa tinggal membuktikan saja jika ucapan ibu tidak benar."


Sementara Edward memperhatikan gerak-gerik mereka berdua seakan menunggu jawaban yang sama dari keduanya.


"Hegh! Dengan diamnya kalian itu sudah membuktikan jika ucapan ibu benar. Sampai di sini ibu jadi paham, Siapa yang berbohong, Siapa yang berkata jujur."

__ADS_1


"Ibuuu... Nasywa tidak seperti yang ibu pikirkan." Nasywa menangis menggenggam tangan ibunya. Ia benar-benar merasa menyesal dengan apa yang sudah ia lakukan. Jika saja ia tidak melakukan dosa itu, Tentu ia bisa menyangkal apa yang Herman telah katakan pada ibunya.


"Kepa'rat itu benar-benar licik, Aku akan memberinya pelajaran." batin Kenzo.


"Sebelum ibu menikah lagi agar kamu bisa melanjutkan sekolah yang lebih tinggi, Ibu mendidik mu dengan baik tanpa Ayah mu, Mengajari mu bagaimana menjaga kehormatan dan hanya menyerahkannya kepada suami mu, Tapi apa yang kamu lakukan Nasywa? Kepada siapa kamu menyerahkan kehormatan mu?"


"Bu Hasna please jangan berkata seperti itu pada Nasywa di hadapan kami, Jangan lebih mempermalukannya lagi, Ini bukan sepenuhnya kesalahannya ini semua..."


"Kesalahan ku, Jadi Aku akan bertanggung jawab!"


Nasywa tercengang mendengar pengakuan Edward yang memotong ucapan Kenzo. Terlebih dengan Hasna yang tidak mengenal Edward sama sekali.


"Apa yang Edward katakan, Apa dia akan mengambil kesempatan ini untuk menikahi Nasywa?" batin Kenzo.

__ADS_1


Bersambung...


📌 Maaf sekarang hanya bisa Up sekali, Lagi nlsibuk ngurusin Mama yang sedang kurang sehat 🙏


__ADS_2