Cinta Yang Haram

Cinta Yang Haram
Kecewa


__ADS_3

Nasywa masih terdiam mendengar ucapan Sekar yang ingin menjodohkan Kenzo dengan wanita lain. Ingatannya kembali pada saat pertama kali mereka bertemu, Merajut cinta dan merangkai mimpi dengan begitu indahnya. Hingga pada akhirnya mereka harus menerima kenyataan jika mereka saudara sepersusuan. Tedak berhenti sampai di situ, Nasywa mengingat kesalahan satu malam yang ia lakukan bersama Kenzo.


"Nasywa..."


"Hah! Ya Tante..."


"Maafkan Tante, Bukannya Tante egois dan tidak memahami perasaan mu, Tapi sebagai orang tua, Tentu Tante menginginkan yang terbaik untuk Kenzo."


"Nasywa ngerti Tante, Orang tua lain jika berada di posisi Tante pasti juga akan melakukan hal yang sama." Sekuat hati, Nasywa menahan air matanya agar tidak sampai membasahi pipinya.


"Jadi Nasywa tidak marah sama Tante?" dengan wajah sedih dan memelas Sekar menggenggam tangan Nasywa. Berharap Nasywa bisa melakukan sesuatu yang bisa membuat Kenzo menyetujui pernikahan yang ia inginkan.


"Tidak Tante, Tante jangan khawatir, Nasywa akan melakukan apa yang Tante inginkan."


"Terimakasih Sayang, Terimakasih, Kamu memang benar-benar anak baik." Sekar memeluk Nasywa dan mengusap-usap punggungnya sesaat setelah itu Sekar mengurai pelukannya dan menatap Nasywa.


"Tante juga berdoa untuk mu, Semoga kamu juga segera mendapatkan jodoh yang lebih baik dari Kenzo, Hmm?" sambil memegang dagu Nasywa, Sekar mencoba menghibur Nasywa yang tertunduk sedih.


"Aamiin Tante."


•••


Malam harinya. Sekar sengaja mengajak suaminya masuk ke kamar lebih awal. Berharap Nasywa mengambil kesempatan untuk berbicara pada Kenzo dan membujuknya untuk menerima perjodohannya.


Dan sesuai yang diharapkan Sekar, Nasywa yang melihat Kenzo baru mengantar Edward sampai pintu, Segera mendekatinya.


"Nasywa, Ada apa, Kenapa kamu terlihat tegang?"


"Aku ingin bicara dengan mu."


"Tentang?"


Nasywa berjalan menuju balkon kamarnya dan di ikuti oleh Kenzo di belakangnya.


Dengan menata hati dan perasaannya agar tidak sampai menangis saat bicara pada Kenzo, Nasywa menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya perlahan.

__ADS_1


"Nasywa...?"


"Hah! Ya..."


"Kamu baik-baik saja?"


"Ya, Aku tidak papa, E... Ken, Boleh Aku meminta sesuatu?"


"Apapun Nasywa, Katakan."


"Aku ingin bekerja."


"Bekerja?"


Nasywa menganggukkan kepalanya. Ia ingin sebelum membicarakan perjodohan Kenzo, Mencari alasan agar tidak langsung ke topik utama yang akan membuat Kenzo marah.


"Oke... Aku akan atur itu, Itu bukan masalah besar, Aku bisa menempatkan mu di kantor ku, Dengan itu kita akan sering bersama baik di rumah maupun di kantor." Kenzo tersenyum senang membayangkan ia akan lebih sering menghabiskan waktunya dengan Nasywa.


"Tidak Ken..."


"Aku tidak ingin bekerja di kantor mu."


"Kenapa? Apa masalah ijasah? Kalau soal itu kamu tidak perlu..."


"Bukan Ken..."


"Lalu?"


"Aku ingin kerja di tempat lain, Agar Aku tidak terlalu bergantung kepada mu. Lagipula... Tidak baik juga kan jika kita terus tinggal bersama seperti ini?"


Mendengar itu Kenzo langsung terdiam dan mencurigai Mamihnya telah mengatakan sesuatu pada Nasywa. Tanpa mengatakan apapun lagi, Kenzo melangkah meninggalkan Nasywa.


"Ken... Mau kemana?" tanya Nasywa dengan mencekal tangan Kenzo.


"Mamih pasti mengatakan sesuatu kepada mu kan?"

__ADS_1


"Mamih? Tidak... Bukankah sejak kita tidak jadi menikah Aku sudah pernah mengatakan jika Aku ingin bekerja?"


"Lalu kenapa kamu tidak ingin bekerja di kantor ku, Tidak mau tinggal bersama ku?"


Nasywa tergagap. Ia sama sekali tidak pandai berbohong sehingga hal sekecil ini saja tidak punya alasan.


"Kamu diam? Sudah jelas, Kamu mengatakan ini pasti ada hubungannya dengan Mamih." Kenzo menyingkirkan tangan Nasywa dan kembali ingin melabrak Mamih nya saat itu juga. Namun lagi-lagi Nasywa menghentikan langkahnya.


"Ini tidak ada hubungannya dengan Mamih mu Ken, Aku benar-benar ingin mandiri, Aku merasa bosan tidak melakukan apapun di rumah."


"Jika hanya itu alasannya kamu tidak akan menolak untuk kerja di kantor ku Nasywa!"


Nasywa beringsut mundur mendengar suara Kenzo yang meninggi.


"Kamu tidak pandai berbohong, Aku yakin kamu melakukan ini karena Mamih, Sekarang katakan pada ku, Apa lagi yang Mamih bilang pada mu selain meminta mu menjauh dari ku, Apa Mamih juga bilang Aku akan menikah dengan wanita lain?!"


Nasywa yang terus menundukkan kepalanya mengangguk dengan sangat pelan.


"Hegh! Sudah ku duga!"


Lagi-lagi Kenzo ingin meninggalkan kamar Nasywa untuk menemui Mamihnya. Dan untuk ke-tiga kalinya Nasywa kembali menghentikannya.


"Ken... Jangan katakan apapun pada Mamih mu, Yang di katakan nya benar, Kamu harus menikah. Kamu tidak mungkin seperti ini terus kan?"


"Seperti apa yang kamu maksud?"


"Ken... Selamanya kita tidak akan bisa menikah, Jadi tidak mungkin kita terus bersama tanpa ikatan yang jelas."


"Lalu bagaimana dengan malam itu?" Kenzo mulai berkaca-kaca mengingat dosa terindah yang pernah mereka lakukan.


"Itu hanya sebuah kesalahan, Sebuah dosa yang tidak seharusnya kita lakukan, Lupakan itu dan menikahkan dengan pilihan orang tua mu."


"Mudah sekali kamu mengatakan itu Nasywa!" hardik Kenzo hingga membuat Nasywa terkesiap ketakutan. Dengan kesal Kenzo mencengkram kedua lengan Nasywa dan mendorongnya hingga merapat ke dinding.


Nasywa semakin kesulitan menelan ludahnya melihat mata Kenzo yang memerah serta rahang yang mengeras. Jelas sekali terlihat kekecewaan di hatinya mendengar apa yang Nasywa katakan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2