Cinta Yang Haram

Cinta Yang Haram
Penasaran


__ADS_3

"Oh Astaga! Sejak kapan ada bidadari di apartemen loe?" tanya Edward yang langsung berdiri begitu melihat Nasywa keluar dari kamar hanya menggunakan bathrobe dengan rambut basahnya.


Mendengar hal itu Kenzo langsung menoleh kearah Nasywa. Sementara Nasywa yang tidak mengetahui ada pria lain di apartemen Kenzo, Menundukkan kepala dan kembali masuk ke kamarnya.


Melihat itu, Kenzo bergegas ingin menyusul Nasywa ke kamar. Namun baru beberapa langkah. Edward mencekal tangan Kenzo menagih pertanyaan yang belum ada jawabannya.


"Loe belum menjawab pertanyaan gue, Siapa gadis itu, Apa loe mulai menggunakan jasa gadis panggilan?"


"Tutup mulut mu! Dia bukan wanita seperti itu!" Kenzo langsung menyingkirkan tangan Edward dan masuk ke dalam kamar Nasywa.


Ckleekkk...


Nasywa yang mendengar pintu terbuka langsung menoleh ke arah pintu. Keduanya saling menatap dengan canggung untuk beberapa saat sebelum akhirnya Kenzo membuka pembicaraan.


"Apa ada yang kamu butuhkan?"


"Ya, Aku tidak memiliki pakaian, Aku tidak tau harus pakai apa, Sebab itu Aku keluar kamar, Maafkan Aku, Aku tidak tau ada orang lain di apartemen mu."


"Dia Edward, Teman ku dia tidak tinggal di sini, Dia hanya sedang main kesini. E... Untuk sementara pergilah ke kamar ku, Kamu bisa pakai kemeja atau kaos ku terlebih dahulu. Aku akan membelikan pakaian untuk mu."


"Kamar mu?"


"Ya, Ikutlah dengan ku."


Dengan terus menundukkan kepalanya Nasywa membuntuti Kenzo yang membawanya ke kamar. Edward yang yang melihatnya terus memperhatikan Nasywa dengan rasa penasarannya. Namun Kenzo bersikap cuek seakan tak menganggap Edward ada dan langsung masuk ke kamarnya.

__ADS_1


"Sekarang pilihlah," ucap Kenzo membuka kedua pintu lemari raksasanya.


Nasywa yang melihatnya cukup di buat terperangah melihat isi lemari Kenzo yang melebihi pakaian wanita pada umumnya. Bahkan Nasywa sampai mendongak ke atas hingga membuat Kenzo seketika merasa canggung karena melihat kiss marks di leher Nasywa yang begitu banyak.


"Kenapa Nasywa terlihat biasa saja, Apa Nasywa tidak melihat tanda itu." batin Kenzo.


"Biar Aku pakai ini saja," ucap Nasywa sambil mengambil kemeja putih lengan panjang.


"E... Ya, Terserah kamu saja." saut Kenzo yang cukup tersentak dari pertanyaan yang menyelimuti pikirannya.


"Tapi untuk..." Nasywa tak melanjutkan ucapannya karena merasa malu untuk mengatakannya. Namun Kenzo yang memahami maksud Nasywa, membuka laci kecil di dalam lemarinya.


"Sementara kamu pakai ini dulu, Ini baru Aku beli belum pernah Aku pakai."


"E... Ini lebih baik daripada... Tidak pakai kan?"


Tanpa menjawab lagi. Akhirnya Nasywa terpaksa menerima solusi dari Kenzo.


"E... Kamu ganti saja di sini, Aku akan keluar sebentar untuk membeli semua kebutuhan mu." ujar Kenzo yang sambil mengenakan celana panjangnya.


"Kamu jangan khawatir. Aku akan mengajak serta Edward, Jadi kamu aman di sini."


Nasywa hanya mengangguk kecil dan melihat Kenzo hingga ia menghilang di balik pintu.


"Ikut gue, Dasar pemalas!" ucap Kenzo melempar bantal ke wajah Edward yang sedang bersantai di atas sofa.

__ADS_1


"Kemana?"


"Kemana aja, Yang penting loe gak disini."


"Apa loe ngusir gue? Memangnya siapa gadis itu, Kenapa karena gadis itu loe terlihat tidak nyaman dengan kehadiran gue, Biasanya gue disini berhari-hari loe juga gak masalah?"


"Gue hanya ingin meminta loe nemenin gue belanja, Sudah jangan banyak tanya!"


Tidak mau berdebat lagi, Edward sambil menggaruk-garuk kepalanya mengikuti Kenzo meninggalkan apartemen nya.


Mereka menuju salah satu mall di pusat kota dan langsung menuju tujuan yang ingin Kenzo beli.


Edward yang hanya membuntuti tenganga melihat Kenzo yang membawanya ke Outlet pakaian dalam wanita yang menampilkan berbagai macam model pakaian dalam yang membuat otak para pria traveling.


"Ngliatnya biasa aja!" Kenzo mengusap wajah Edward dengan kasar. Dan hanya di tanggapi pria berwajah oriental itu terkekeh geli.


"Model-modelnya bikin gue traveling," ucapnya terkekeh.


"Dasar piktor!"


"Hahahaha... Eh, Loe mau beliin untuk gadis itu ya, Emang siapa sih dia?"


Kenzo tetap tidak menjawab pertanyaan Edward yang sudah berkali-kali ia lontarkan. Ia merasa bingung harus mengakui Nasywa sebagai apa dalam hubungan mereka yang rumit.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2