
"Sekarang beristirahatlah, Apartemen ku memang tidak semewah punya Kenzo tapi ini cukup nyaman untuk berteduh."
Nasywa tersenyum dan mengambil selimut yang Edward berikan.
"Ini lebih dari sekedar nyaman. Terimakasih."
"Sama-sama, Kalau begitu Aku keluar dulu."
Nasywa mengangguk dan menutup pintu setelah Edward meninggalkan kamarnya.
Edward yang melihat Nasywa tidak membawa apapun. Keluar dari apartemen untuk membelikan pakaian ganti untuk Nasywa. Ia sengaja tidak memberitahunya karena pasti Nasywa merasa tidak enak hati karena menganggap merepotkannya.
Setelah lebih dari tiga puluh menit Edward meninggalkan apartemen. pintu apartemen di ketuk dari luar. Nasywa yang baru keluar dari kamar mandi dan mendengar pintu terus di ketuk, Keluar mencari-cari Edward. Namun ia tidak menemukan Edward di manapun.
Karena mengira Edward yang mengetuk pintu, Nasywa pun mendekati pintu dan membukanya. Namun alangkah terkejutnya Nasywa melihat pria yang sedang berdiri membelakangi pintu bukanlah Edward melainkan Kenzo. Dengan cepat Nasywa kembali menutup pintu sebelum Kenzo sempat melihatnya.
Kenzo yang sedang sibuk menghubungi Edward merasa kaget karena suara pintu yang cukup keras. Kemudian Ia kembali mendekati pintu dan menggedor pintu tersebut.
"Hey Curut! Apa loe sengaja ngindarin gue? Bhrukkk... Bhrukkk..!!!"
Nasywa bersandar di balik pintu mendengakan ocehan Kenzo yang mengiranya Edward.
"Curut! Beginikah cara loe bersikap kepada orang yang loe anggap sahabat?! Loe selalu datang seenaknya dan kapan saja ke apartemen gue, Tapi pada saat gue merasa sedih dan membutuhkan loe, Loe malah menghindari gue dan tidak membiarkan gue masuk?"
Terdengar jelas suara Kenzo yang begitu sedih membuat Nasywa yang mendengarnya merasakan kesedihan yang sama.
"Edward! Bhrukkk... Bhrukkk!!!"
"Apa loe nunggu gue dobrak pintunya baru loe akan mempersilahkan gue masuk?!"
Nasywa yang mendengar hal merasa sangat tegang takut Kenzo mengetahui jika dirinya di dalam. "Bagaimana jika Ken benar-benar mendobrak pintu ini, Aku harus sembunyi dimana?" batinnya.
"Gue hitung sampai tiga, Jika loe tidak mau membuka pintu juga, Gue akan benar-benar dobrak pintu ini!"
__ADS_1
"Satu..."
Nasywa mulai panik dan menjauh dari pintu.
"Dua..."
Tidak mau ketahuan Nasywa berlari ke kamar untuk bersembunyi.
"Ti..."
"Eh... Eh... Eh... Mau ngapain?" tanya Edward yang baru kembali ke apartemennya.
Kenzo menatap Edward heran. Dalam benaknya bertanya-tanya Jika Edward ada di luar, Siapa yang berada di dalam sana? batinnya.
"Ngapain loe mau dobrak pintu apartemen gue?"
"Jika loe di sini, Lalu siapa yang berada di dalam?"
"Beranda di dalam?"
"Tidak ada siapapun, Kan selama ini loe tau gue tinggal sendiri."
"Tapi barusan ada seseorang, Dia membukakan pintu untuk ku, Tapi sebelum Aku melihatnya dia sudah kembali menutupnya."
"Ini pasti Nasywa." batin Edward.
"Hey Curut! Di tanya malah bengong?"
"A... E... Mungkin itu hanya bibi yang sedang membersihkan apartemen ku, Sudahlah jangan di pikiran."
"Membersihkan apartemen? Malam-malam begini?"
Edward kembali tergagap. Ia sama sekali tidak menyiapkan alasan yang tepat untuk mengantisipasi jika Kenzo datang ke apartemennya.
__ADS_1
Tak ada jawaban dari Edward Kenzo semakin merasa curiga, Tatapannya turun pada tangan Edward yang begitu banyak membawa barang belanjaan. Terlebih paper bag yang ia bawa, Sama seperti yang ia belikan untuk Nasywa.
Menyadari tatapan Kenzo yang terlihat mencurigainya. Edward menyembunyikan belanjaannya di belakang tubuhnya.
"Loe belanja baju perempuan?" selidik Kenzo.
"E... Ya, M-memangnya loe doang yang boleh belanja pakaian perempuan?"
"Loe gak pernah bilang punya pacar?"
"Memangnya pakaian perempuan hanya untuk pacar. Loe aja beli pakaian perempuan buat saudara perempuan loe."
"Saudara?"
"Ya, Mamih Sekar sudah menceritakan jika Nasywa saudara loe, Bahkan kalian menyu'su pada ibu yang sama."
Kenzo terdiam. Ingin rasanya menyangkal ucapan Edward tapi memang begitulah kenyataannya.
"Baiklah, Lupakan itu, Gue kesini ingin curhat sama loe, Sekarang gue benar-benar sedang merasa sedih."
"Baiklah katakan, Apa yang membuat mu sedih?"
"Loe gak nyuruh gue masuk?"
"E... Kan tadi gue sudah bilang, Apartemen sedang di bersihkan sekarang ikut gue." Edward merangkul Kenzo dan mencoba menjauhkannya dari pintu. Namun Kenzo langsung menyingkirkan tangan Edward dan kembali mencurigainya.
"Loe kenapa sih, Kayaknya ada yang loe sembunyikan dari gue?"
"Nyembunyiin apa, Apa yang bisa gue sembunyikan dari loe?"
"Kalau tidak, Kenapa loe bersikap aneh seperti ini, Sebelumnya Loe gak pernah larang gue masuk ke apartemen loe sekalipun sedang di bersihkan."
Edward menghelai nafas panjang. Tidak ingin Kenzo lebih mencurigainya lagi akhirnya dia membiarkan Kenzo masuk ke apartemennya.
__ADS_1
Bersambung...