
Dengan menyesal Kenzo pergi ke kamar mandi. Ia membanting pintu dengan kuat. Kemudian ia menatap wajahnya di cermin dan langsung menonjok cermin itu.
Prankkkkk...!!!
Suara pecahan itu terdengar hingga keluar dan membuat Nasywa mengangkat kepalanya menatap pintu kamar mandi yang tertutup.
Sementara di dalam kamar mandi, Dengan darah yang mengalir di punggung tangannya, Ken terduduk di bawah wastafel. Ia benar-benar merasa jijik dengan dirinya karena tidak bisa menahan hasratnya hingga melukai wanita yang begitu ia cintai.
"Kau menjijikkan Ken... Kau menjijikkan...." ucap Ken merutuki dirinya sendiri.
"Sekarang bagaimana Aku bisa menatap Nasywa..." penyesalan yang luar biasa berkecamuk di hati Ken. Karena nafsu sesaat nya ia harus kehilangan muka di hadapan wanita yang begitu ia cintai.
•••
Pagi Hari 🌻
Ken membuka mata dan menyadari jika dirinya tertidur di kamar mandi. Dengan tubuh yang terasa lemah, Ken bangkit dan menyalakan air shower untuk mengguyur tubuhnya. Setelah itu dengan perasaan tegang ia keluar dari kamar mandi dan melihat ke atas ranjang mencari keberadaan Nasywa. Namun semakin ia mendekati ranjang itu, Kenzo tidak menemukan Nasywa di sana. Masih belum percaya dengan apa yang ia lihat, Kenzo menyingkap selimut dan hanya melihat bantal guling di bawahnya. Kenzo pun menjadi panik dan berlari keluar. Namun baru sampai di depan pintu ia langsung menghentikan langkahnya karena hampir bertabrakan dengan Nasywa yang baru datang dari arah berlawanan.
"Nasywa... Kamu darimana pagi-pagi begini, Aku mencemaskan mu?"
"Aku mau pulang sekarang" ucap Nasywa tanpa menjawab pertanyaan dari Kenzo.
"Iya, Kita akan pulang hari ini, Tapi kita sarapan dulu ya?"
"Aku tidak lapar." sambil mengemasi barang-barangnya Nasywa bersikap begitu dingin dan terus menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Ken merasakan hatinya begitu nyeri melihat Nasywa yang tidak mau menatapnya. Namun ia tetap berusaha tenang dan membujuk Nasywa dengan lembut.
"Bagaimana kamu tidak lapar, Sejak sore kamu tidak makan?"
"Rasa ingin pulang ku lebih besar daripada rasa lapar ku."
Kenzo menghelai nafas kasar. Bagaimana mungkin ia tidak meras lapar sementara terakhir kali mereka makan saat makan siang kemarin.
"Ken..."
"Hah!"
"Apa kamu tidak mendengar ku?"
"Apa kamu ingin memaksa ku lagi?"
Mendengar kata 'Lagi' Ken mengerjapkan mata mengingat bagaimana ia hampir saja memaksakan hasratnya.
"Nasywa, Aku minta maaf Aku tidak bermaksud... E... Aku begitu panik... Dan Aku...." Kenzo terbata-bata mengatakan hal yang ia sendiri merasa sangat menyesal dengann perbuatannya.
"Sudahlah, Ayo kita pulang."
Dengan terpaksa. Kenzo menuruti kemauan Nasywa tanpa bisa memaksanya untuk sarapan terlebih dahulu.
Mereka meninggalkan pulau indah tersebut dengan perasaan gusar di hati masing-masing. Liburan yang seharusnya membahagiakan untuk keduanya berubah menjadi kesedihan.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan Nasywa hanya terdiam menatap keluar jendela. Bahkan ia harus menahan rasa tegangnya saat pesawat lepas landas dan menolak uluran tangan Kenzo yang ingin menenangkannya.
Tak hanya itu, Nasywa pun tak mengucapkan sepatah kata pun meskipun Kenzo beberapa kali mengajaknya bicara.
Ia bukan sepenuhnya marah terhadap Kenzo. Namun ia juga merutuki dirinya sendiri karena telah menikmati sentuhan yang tidak seharusnya mereka lakukan.
Hingga pesawat mendarat di kota kelahirannya. Tak ada satu patah katapun yang terucap dari bibir Nasywa.
Dengan penuh kesabaran Kenzo masih memperlakukan Nasywa dengan baik dan mempersilahkan Nasywa masuk ke mobil untuk perjalanan berikutnya. Namun tanpa di duga, Dengan tegas Nasywa menolak ajakannya.
"Tidak Ken, Cukup sampai di sini."
Ken tercengang mendengar apa yang Nasywa katakan.
"Apakah kamu semarah itu pada ku sampai Aku ingin mengantar mu ke rumah saja kamu tidak mau?"
"Tidak, Bukan begitu Ken, Maksud ku cukup sampai di sini hubungan kita, Jadikan pertemuan ini pertemuan terakhir kita, Kita tidak bisa terus bersama seperti ini Ken, Ini hanya akan menyiksanya perasaan kita masing-masing."
Seketika Kenzo mematung mendengar apa yang Nasywa katakan.
Kenzo seakan tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
Bersambung...
📌 Tetep Up meskipun kesepian 😌
__ADS_1