Cinta Yang Haram

Cinta Yang Haram
Menentukan Pilihan


__ADS_3

Nasywa masih merasa bingung harus dengan siapa ia pergi.


Ia memang merasa sakit hati karena Edward meragukan calon buah hati nya. Namun bersama Kenzo berarti ia harus melanggar larangan aga'ma yang ia anut.


"Nasywa, Ikutlah dengan ku, Kita sudahi penderitaan ini," ucap Kenzo.


"Nasywa, Kamu Istri ku, Dan kam tau cukup tau dengan keyakinan yang kamu anut, Jika kamu masih merasa takut pada Tuhan, Maka ikutlah denganku." timpal Edward.


Setelah mempertimbangkan beberapa saat, Akhirnya Nasywa mengulurkan tangannya pada Edward.


Dengan perasaan kecewa untuk kesekian kalinya. Kenzo menurunkan tangannya dan memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan kesedihannya.


"Edward benar Ken, Sekarang Aku bukan hanya sekedar saudara sepers'usuan mu tapi sekarang Aku juga istri Edward, Bahkan Aku tengah mengandung anaknya. Aku tidak mungkin ikut dengan mu dan mengabaikan ajaran aga'ma ku."


"Baiklah... Ini terakhir kalinya kita bertemu, Semoga kamu bahagia." dengan senyum getir dan kekecewaan yang mendalam Kenzo meninggalkan ruangan.


Sesampainya di lobby, Kenzo melihat Tania sudah menunggunya. Namun ia kembali menghentikan langkahnya dan tak mempedulikan Tania yang mengancamnya akan membuat Nasywa menderita.


Seolah hatinya telah mati, Kenzo juga tak akan peduli lagi dengan Nasywa yang berulang kali menolak dirinya dan lebih memilih Edward.


"Kenzo!" Tania berlari mengejar Kenzo dan menarik tangannya hingga tubuh Kenzo memutar menghadapnya.

__ADS_1


"Apa kamu memilih Nasywa menderita daripada menikahi ku?"


"Aku tidak peduli lagi."


"Kenzo! Apa kau..."


"Tunggu!" Kenzo menatap Tania sembari memikirkan semua ancaman yang terlontar sejak di apartemen, Setelah mengingat dan mencocokkan dengan cerita Nasywa, Kenzo menjadi curiga kepada Tania.


"Bagaimana kamu tau Nasywa berada di rumah sakit, Dan bagaimana kamu tau Edward meninggalkan Nasywa dan membiarkannya sendirian?"


"A... E... Itu..." Tania tergagap dan tak bisa menjawab pertanyaan Kenzo.


"Tania, Jangan bilang kamu yang membuat Nasywa datang ke apartemen ku sehari setelah pernikahannya?"


"Tania! Apa ini semua rencana mu?"


Belum sempat Tania menjawabnya, Kenzo langsung merebut ponsel Tania.


"Kenzo... Berikan ponsel ku!"


Sembari menghalangi tubuh Tania yang berusaha merebut ponselnya, Kenzo memeriksa satu persatu foto di galeri ponselnya. Dan alangkah terkejutnya Kenzo melihat begitu banyak foto dirinya dan Nasywa yang tengah berpelukan dari segala sisi. Tak hanya itu, Foto yang menunjukkan Kenzo tengah memegang lingerie putih yang rencananya akan ia berikan untuk Nasywa ketika ia akan menikah dulu pun tak luput dari jepretan.

__ADS_1


Tidak puas melihat semua itu, Kenzo memeriksa jejak pesan yang Tania kirimkan pada Nasywa dan juga Edward.


Kedua matanya membulat sempurna tatkala melihat foto-foto tersebut di kirimkan pada Nasywa untuk menerornya. Sementara untuk Edward Tania sengaja melakukannya untuk mengadu domba ketiganya.


"Jadi ini semua rencana mu? Menghancurkan persahabatan ku dengan Edward dan membuat Nasywa menderita?"


"Itu kesalahan mu Ken, Kamu yang memaksa mku untuk melakukan ini!"


"Setelah apa yang sudah kamu lakukan, Kamu masih menyalahkan ku? Benar-benar wanita tak tau diri!"


"Tutup mulut mu Ken, Jika saja kamu tidak membatalkan pernikahan kita Aku tidak akan melakukan ini pada Nasywa! Sudah ku katakan, Apa yang kamu lakukan pada ku, Maka Nasywa yang akan menderita!"


"Tapi semua itu sudah tidak berlaku, Karena Edward telah kembali dan menerima Nasywa. Jadi kamu tidak bisa memaksa ku mapun membuat Nasywa menderita lagi." Kenzo memutar tubuhnya dan melangkah meninggalkan Tania. Namun Tania yang masih belum terima, Kembali berusaha membuat keraguan di hati Kenzo


"Apa kamu pikir Edward akan menerima Nasywa begitu saja setelah begitu banyak keraguan yang ku tanamkan di hatinya?"


Kenzo kembali menghentikan langkahnya mendengar pertanyaan Tania.


"Sedikit saja keraguan dalam sebuah pernikahan maka tidak ada jaminan untuk kebahagiaan dalam rumah tangganya,


Terlebih Edward sangat tau kalian berdua begitu saling mencintai dan tidak segan melakukan hubungan..." Tania tak menghentikan ucapannya dan tersenyum menatap Kenzo yang terlihat tengah mencerna kata-katanya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2