Cinta Yang Haram

Cinta Yang Haram
Kemarahan Kenzo


__ADS_3

Kenzo mengepalkan kedua tangannya, Rahangnya mengeras seraya mengatupkan giginya. Ia benar-benar terbakar amarah melihat sahabat yang selama ini begitu ia percayai melebihi saudaranya sendiri ternyata mengetahui keberadaan wanita yang selama ini ia cari-cari.


"Atau jangan-jangan selama ini Edward menyembunyikan Nasywa dariku?" batin Kenzo.


Tidak tahan dengan apa yang ia lihat, Kenzo bergegas ingin melabraknya. Namun Tania menarik kembali tangan Kenzo untuk tidak gegabah.


"Tentang Ken, Jika kamu gegabah kamu tidak akan tau apa tujuan mereka kemari."


Mendengar itu Kenzo mencoba menahan diri untuk tidak langsung meluapkan amarahnya.


"Kita cari tempat duduk di dekat mereka." lanjut Tania.


Kenzo pun setuju dengan apa yang Tania sarankan. Kemudian mencari tempat duduk yang tak jauh dari mereka.


Agar tidak ketahuan oleh mereka, Kenzo mengenakan masker hitam serta penutup kepala yang terdapat pada sweater nya. Sementara Tania mengenakan kacamata hitam besar yang hampir menutup separuh wajahnya.


Sambil menunggu pesanan datang. Edward nampak mengumpulkan keberaniannya untuk mengungkapkan perasaannya yang sudah tidak bisa lagi ia tahan. Sementara Nasywa yang melihat gelagat Edward hanya melempar senyum tipis padanya, Sebenarnya ia mengetahui apa tujuan Edward membawanya ke resto. Namun karena sudah seringkali ia menolak. Maka untuk menjaga perasaannya, Kali ini Nasywa menerima ajakannya.


"Permisi..." ucap seorang Waiter menyajikan pesanan mereka.


"Terimakasih." saut Edward yang semakin merasa tegang.


"Sama-sama, Selamat menikmati."

__ADS_1


Setelah Waiter pergi Nasywa mulai menyantap makanannya. Begitupun dengan Edward, Ia ingin membiarkan Nasywa menikmati hidangan terlebih dahulu sebelum ia mengatakan isi hatinya.


Hal ini membuat Kenzo yang menunggunya tidak sabar lagi dan ingin segera melabrak Mereka. Namun lagi-lagi niat Kenzo di hentikan oleh Tania.


"Bersabarlah Kenzo!"


"Aku tidak sabar lagi Tania, Aku tidak tahan melihat Nasywa bersama pria lain, Apalagi dia sahabatku sendiri!"


"Mereka hanya makan, Tidak lebih."


Kenzo menghentikan perdebatannya mendengar Edward yang mulai mengatakan sesuatu. Ia memasang telinganya baik-baik untuk mendengar apa yang akan Edward katakan pada Nasywa.


"Aku tidak tau kapan ini terjadi, Tapi sekarang Aku tidak bisa menahan ini lagi Nasywa."


"Nasywa, Aku tau kamu tidak akan mudah menerima seseorang di dalam hidup mu, Terlebih Aku bersahabat dengan Kenzo, Dan jika Kenzo tau, Dia juga pasti akan marah besar pada ku, Tapi Aku tidak bisa mengendalikan perasaan ini lagi Nasywa, Aku benar-benar mencintai mu..."


"Bren*gsek! BHUG...!!!" satu tonjokan keras langsung mendarat di wajah Edward hingga membuatnya tersungkur di lantai.


"Edward!" jerit Nasywa yang begitu terkejut melihat Kenzo yang tiba-tiba menyerang Edward.


Tidak puas dengan hanya satu tonjokan. Kenzo mencengkram kerah jas yang Edward kenakan dan menariknya kembali berdiri.


Bertubi-tubi Kenzo melayangkan pukulannya tanpa memberi kesempatan pada Edward membalasnya.

__ADS_1


"Gue begitu mempercayai loe! Gue curahkan semua keluh kesah gue kepada loe, Gue juga memberimu hak yang sama di perusahaan meskipun tak sebanding dengan apa yang loe kerjakan, Tapi apa balasan loe! Loe sembunyikan wanita yang selama ini gue cari, Wanita yang begitu gue cintai, Dan tidak cukup sampai di situ, Sekarang loe malah ngungkapin rasa cinta loe padanya? Loe mau ngrebut dia dari gue?!" Dengan penuh amarah Kenzo menarik kerah jas Edward dan kembali memberikan bogem mentah nya.


"Keeeeennnn.... Cukup!" triak Nasywa mencoba membantu Edward yang kembali tersungkur di lantai.


"Cukup Ken! Sudah cukup kamu memukulnya dan meluapkan apa yang ingin kamu ucapkan. Sekarang dengarkan Aku baik-baik, Ini bukan kesalahannya. Edward hanya memenuhi keinginan ku, Aku yang tidak ingin lagi bertemu dengan mu, Aku yang minta Edward untuk tidak memberitahukan keberadaan ku pada mu, Bahkan Aku mengancamnya jika sampai ia mberitahu pada mu, Aku akan pergi dari apartemennya. Maka dari itu dia tidak mengatakan nya padamu!"


Kenzo terdiam mendengar penjelasan Nasywa. Namun hatinya tetap tidak bisa menerima jika Edward mencintainya.


"Maafin gue Ken..." lirih Edward sambil menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya


"Baiklah, Gue berterimakasih untuk itu, Tapi bagaimana dengan apa yang loe katakan barusan, Loe ingin merebut Nasywa dari gue?"


"Ken, Tidak ada yang merebut ku, Hubungan kita sudah berakhir sejak Aku kita menjadi saudara."


Kenzo mulai berkaca-kaca mendengar apa yang Nasywa katakan. Bagaimana bisadengan mudah Nasywa mengatakan itu, Bahkan setelah mengetahui mereka saudara sepersusuan, Mereka malah melakukan hal yang tidak semestinya mereka lakukan.


"Seperti Edward yang mencintai ku, Aku juga mencintainya."


Lagi-lagi Kenzo di buat tercengang oleh pengakuan Nasywa. Bahkan bukan Kenzo saja, Tania dan terutama Edward juga menatap Nasywa tak percaya.


"Sekarang kamu sudah mengetahui semuanya kan? Jadi terimalah kenyataan ini!" dengan terus menundukkan kepalanya Nasywa mencoba membantu Edward berdiri.


"Ayo kita pergi dari sini." lanjut Nasywa sambil meletakkan tangan Edward di pundaknya dan menitahnya pergi..

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2