
Setelah sambungan telepon berakhir. Kenzo terkejut mendengar suara petir menggelegar di sertai hujan yang tiba-tiba turun dengan derasnya.
Ia langsung mendekati jendela dan melihat keluar dengan perasaan yang semakin cemas memikirkan keadaan Nasywa.
"Hujan begitu deras, Bagaimana kalau Nasywa berada di luar sana?" batin Kenzo.
Sementara mobil yang membawa Nasywa telah tiba di salah satu toko kerajinan tangan hampir pukul tiga dini hari. Karena hujan yang begitu deras mereka menunda menurunkan barang bawaannya dan berteduh di toko tersebut.
Sedangkan Nasywa yang merasa sesak perlahan membuka matanya.
Ia yang merasa mobil telah berhenti berusaha membuka terpal yang menutupi mobil terbuka tersebut. Dan pergerakan itu di lihat oleh salah satu dari mereka yang langsung meneriaki Nasywa.
"Hey! Siapa itu?!"
Mendengar temannya berteriak salah satu nya lagi ikut melihat Nasywa yang mencoba turun dari mobilnya. Melihat dua orang pria asing berlari ke arahnya Nasywa langsung berlari menerobos derasnya hujan.
"Kenapa gadis itu berlari begitu kencang, Siapa dia?"
"Entahlah, Coba periksa, Apakah barang kita ada yang hilang?"
Nasywa terus berlari tanpa tau harus kemana. Bahkan sekarang ia ada dimana pun ia tidak tau. Hujan yang begitu deras dan malam yang begitu pekat membuat ia kesulitan untuk melihat sekelilingnya dan hampir tertabrak oleh sebuah mobil yang melintas.
Teeettttt...!!! Bunyi klakson mengagetkan Nasywa hingga Nasywa tersungkur ke tanah. Namun mobil tersebut langsung kabur tanpa peduli ada seseorang yang hampir ia tabrak.
"Awh..." sambil meringis kesakitan Nasywa mencoba kembali bangkit, Dan tanpa sengaja telapak tangannya memegang benda pipih yang tak lain adalah ponsel yang terjatuh dari sakunya.
"Ponsel ku..." Nasywa tersenyum bahagia karena memiliki secercah harapan. Tidak mau ponsel itu mati terkena air. Nasywa menyembunyikan di dalam baju. Kemudian ia bangkit dan kembali mencari tempat berteduh.
Setelah berjalan cukup jauh, Nasywa langsung berlari senang begitu melihat sinar lampu di sebuah halte bus. Dengan penuh harapan ia pun membuka ponselnya. Seketika senyumnya mengembang saat melihat begitu banyak panggilan telepon dari Kenzo.
"Ken..." Nasywa langsung melakukan panggilan telepon pada Kenzo. Namun belum sempat Kenzo mengangkat telponnya. Nasywa kembali merasa takut ketika melihat beberapa orang pria berjalan ke arah halte tersebut. Dengan tatapan waspada, Nasywa mengeklik tombol lokasinya saat ini, Dan alangkah terkejutnya Nasywa melihat jika kini ia telah berada di pasar minggu Jakarta Selatan.
"Hah!" Nasywa begitu tak menyangka jika pelariannya dari Bapak tirinya membawa ia begitu jauh meninggalkan kota kelahirannya.
"Tiiing..." Kenzo yang baru keluar dari kamar mandi langsung meraih ponselnya begitu mendengar Notifikasi pesan masuk.
Seketika matanya terbelalak melihat pesan dari Nasywa.
"Nasywa! Dia berada dia berada di Jakarta? Apa Aku tidak salah melihatnya?" Ken kembali mengamati lokasi yang Nasywa kirim karena masih tak percaya dengan apa yang ia lihat.
__ADS_1
"Oh ya ampun dia benar-benar ada di sini," dengan senyum bahagia. Kenzo langsung menghubungi Nasywa.
Tuuutttt.... Tuuutttt... Tuuutttt....
"Nasywa ayolah angkat ponsel mu... Ck!" Kenzo berdecak karena Nasywa tidak juga mengangkat ponselnya.
"Mau apa kalian?" Nasywa melangkah mundur ketika tiga orang pria melangkah mendekati dengan senyum jahatnya.
"Bukankah kamu sedang menunggu pelanggan?" tanya salah seorang dari mereka.
"Pelanggan? Pelanggan apa yang kalian maksudkan?"
"Jangan pura-pura polos Sayang... Wanita cantik seperti mu di tengah malam begini sendirian di halte bus, Untuk apa lagi kalau bukan untuk menunggu pelanggan, Hmm?!"
"A-aku bukan wanita seperti itu, Aku sedang tersesat, Tolong jangan mendekat."
"Benarkah? Tapi jika itu benar, Bukankah itu semakin bagus?" salah satu dari mereka mencoba menyentuh Nasywa yang sudah tersudut di dinding halte.
"Lepaskan! Lepaskan!"
Kenzo yang sudah tidak sabar menunggu Nasywa mengangkat ponselnya. Langsung berlari dari apartemennya dan melaju kencang dengan mobilnya. Tidak peduli hujan deras di sertai angin kencang.
Sementara Nasywa yang tidak berdaya melawan ketiga pria tersebut hanya bisa menangis dan berteriak meminta tolong. Namun jeritannya seolah sia-sia karena malam yang begitu sepi di sertai hujan deras mengguyur kota Jakarta.
Salah satu dari mereka melepaskan blazer yang Nasywa kenakan hingga kini menyisakan tanktop crop yang hanya sebatas pusat. Hal itu membuat mereka semakin terbelalak dan menelan salivanya penuh naf'su.
"Malam ini kita benar-benar beruntung..." ucap salah seorang dari mereka yang di saut tawa jahat dari kedua temannya.
"Ayolah Sayang... Kita nikmati malam yang dingin ini, Pasrah lebih baik daripada kami bersikap kasar kepada mu."
"Lebih baik Aku mati daripada melayani pria baj'ingan seperti kalian." dengan keras Nasywa menendang salah satu dari mereka hingga membuatnya hampir terjatuh dan di tangkap oleh kedua temannya.
Kesempatan itu di ambil oleh Nasywa untuk melarikan diri meninggalkan halte.
"Kurrrang aj'ar kita kejar dia."
Aksi saling kejar pun terjadi beberapa menit. Karena Nasywa yang sudah merasa begitu lelah dan kehabisan tenaganya membuat ketiga pria itu dengan mudah menangkapnya.
"Mau lari kemana lagi kamu!" kini kedua pria memegang kedua tangan Nasywa di tangan kirinya sementara yang satu lagi bersiap menurunkan tali yang masih menutupi tubuh Nasywa. Namun belum sempat ia melakukannya bak seorang pahlawan Kenzo menendang pria tersebut hingga pria itu tersungkur ke tanah.
__ADS_1
"Ken..." pekik Nasywa yang tak menyangka Kenzo bisa menemukan keberadaannya.
Kenzo menoleh ke arah dua pria yang masih memegangi Nasywa. Dengan kaki jenjangnya Kenzo menendang satu persatu pria tersebut hingga keduanya tersungkur hanya dengan satu tendangan.
"Ken..."
"Nasywa..."
Mereka saling berpelukan dengan haru. Selain mereka sudah lama tak bertemu. Mereka juga begitu sedih bertemu dalam kondisi seperti itu.
Keduanya memejamkan mata sesaat melepaskan kerinduannya yang sudah lama terpendam. Hingga Nasywa membuka matanya dan terkejut melihat Ken yang akan di serang dari belakang.
"Keeennnn...!!!" triak Nasywa.
"Aaa!" Ken memegangi rantai yang di lilitkan di lehernya. Dengan sadisnya pria itu menyeret Kenzo hingga membuatnya terjungkal ke aspal.
"Keeeeennnn..." tangis Nasywa.
Sementara yang satunya mence'kik leher Kenzo menggunakan rantai yang ia bawa. Dengan membabi buta kedua pria lainnya menendang dan menginjak-injak perut Kenzo.
"Keeeeennnn... Lepaskan Dia! Lepaskan Dia!" dengan tenaga seadanya, Nasywa mencoba menghentikan kedua pria itu. Namun pria itu menyingkirkan Nasywa hingga membuat Nasywa juga terjungkal ke aspal.
Melihat Kenzo yang terus di keroyok tanpa ampun. Nasywa kembali berdi dan mendekati mereka.
"Kalian menginginkan tubuh ku kan?"
Pertanyaan itu membuat ketiga pria itu dan juga Kenzo tercengang mendengarnya.
"Sekarang lepaskan Dia dan Aku akan melayani kalian."
Mendengar hal itu ke-tiga pria itu menyeringai dan saling memandang untuk memutuskan tawaran yang Nasywa berikan. Namun tidak dengan Kenzo yang tidak rela wanita yang begitu ia cintai menyerahkan kesucian untuk para baj'ingan seperti mereka.
"Apa yang kamu katakan Nasywa?!"
"Ini jalan satu-satunya Ken, Aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu."
"Aku lebih baik mati daripada kamu menyelamatkan ku dengan mengorbankan kesucian mu." Kenzo mencoba memberontak namun rantai di lehernya semakin kuat mengikatnya.
Melihat Kenzo yang begitu kesakitan membuat Nasywa semakin tidak ingin mengubah keputusannya.
__ADS_1
Bersambung...