Cinta Yang Haram

Cinta Yang Haram
Tidur Bersama


__ADS_3

Setelah selesai makan malam kini keduanya memiliki masalah lain soal tempat tidur. Penginapan yang hanya terdapat satu ranjang di dalamnya membuat Ken dan Nasywa saling memandang canggung.



Setelah beberapa menit terdiam. Akhirnya Kenzo terlebih dahulu memecah keheningan.


"E... Kamu tidurlah di sini, Aku akan tidur di teras."


"T-tidak! Di luar sangat dingin, Bagaimana kalau kamu masuk angin?"


Mendengar itu Ken terdiam, Memang benar udara di luar begitu dingin. Bahkan hembusan anginnya masih dapat ia rasakan meskipun sudah di dalam penginapan.


"E... Ibu bilang, Kita... Sudah jadi mahram kan," ucap Nasywa ragu-ragu.


"Ya," jawab Ken dengan mengeryitkan keningnya.


"Itu... Berarti tidak berdosa jika kita... Tidur bersama."


Kenzo langsung tersedak air liurnya sendiri.

__ADS_1


"Uhuk... Uhuk..."


"Ken... Kamu baik-baik saja?" Nasywa mengusap-usap punggung Ken dengan khawatir.


"Ehem! Ya Aku tidak papa, Tadi apa kamu bilang, Kita tidur bersama?"


Nasywa mengangguk-anggukan kepalanya dengan ekspresi yang sangat menggemaskan di mata Ken.


"Apa kamu yakin."


"Iya, Kenapa tidak, Kan kita saudara sepersusuan kita tidak boleh menikah itu artinya tidak berdosa jika kita tidur bersama."


"Ken..."


"Hah!" Ken tersentak dari lamunannya dan melihat Nasywa sudah naik ke atas ranjang.


"Tidurlah, Aku akan menjadikan guling ini sebagai pembatas agar kita tidak saling bersentuhan, Bagaimana apa kamu setuju?"


Melihat Nasywa yang terlihat begitu ceria seperti tak memiliki beban. Ken menganggukkan kepalanya dan naik ke sisi kanan Nasywa.

__ADS_1


"Baiklah, Selamat malam Ken..." Nasywa langsung berbaring dan membelakangi Ken untuk menyembunyikan apa yang sebenarnya ia rasakan. Bukan Ken saja yang merasakan gejolak saat mereka berdekatan. Bahkan dirinya pun merasakannya. Namun Nasywa sekuat tenaga bersikap tenang dan tidak menunjukkan apa yang ia rasakan saat berdekatan dengan Ken.


Keduanya tidak saling bicara lagi hingga mereka tertidur menghadap arah yang berlawanan. Hingga malam semakin larut keduanya tanpa sadar merubah posisinya dan saling berhadapan.


Rasa dingin menusuk tulang yang Ken rasakan membuatnya mencari kehangatan dengan mata yang masih terpejam.


Sementara Nasywa yang dalam tidurnya terbawa mimpi oleh cerita hantu yang Ken katakan, Membuat ia gelisah dan meracau tidak jelas.


Dalam kondisi seperti itu tubuh keduanya bersentuhan hingga Kenzo dan Nasywa membuka mata dan saling berpandangan dari jarak yang begitu dekat. Tangan keduanya pun saling memegang lengan satu sama lain seperti sepasang kekasih yang saling berpelukan.


Situasi yang tidak bisa mereka hindari lagi untuk mereka saling memeluk satu sama lain. Entah sadar atau tidak pelukan yang tadinya biasa saja menjadi pelukan hangat yang penuh gair'ah.


Ken mengangkat tubuh Nasywa hingga tubuh mungil itu menindih penuh tubuhnya yang jangkung. Ia menghirup dan menciumi pundak Nasywa sambil kedua tangannya terus mengusap-usap kasar punggungnya dengan penuh gair'ah.


Sementara Nasywa hanya memejamkan mata menikmati kehangatan dan kenyamanan yang belum pernah Ken berikan selama ini.


Tidak puas sampai di situ, Ken membalik tubuh Nasywa dan kembali membenamkan wajahnya di ceruk lehernya.


Nasywa menegang kepala Kenzo dan sesekali menjambak rambutnya sambil terus menengadahkan kepalanya ke atas merasakan geli yang tak tertahankan. Namun moments itu tidak berlangsung lama karena keduanya tiba-tiba terdiam dan kembali tertidur sambil terus berpelukan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2