
Hasna yang tidur awal hingga pagi baru menyadari jika Naswa tidak pulang setelah melihat kamarnya kosong. Ia juga memeriksa ruang tengah dan tidak menemukan motornya di sana.
Sambil membawakan air untuk Herman. Hasna duduk di samping pria yang tengah menikmati sarapannya dengan begitu lahap.
"Mas, Kok Nasywa gak pulang ya, Katanya mau lihat kerjaan doang."
Herman hanya menjeda mengunyah kemudian kembali makan dengan lahap tanpa menjawab kerisauan sang istri.
"Tidak biasanya loh dia gak pulang, Dia juga tidak menghubungi ku."
Herman menahan geram mendengar istrinya yang terus membeo tanpa henti. Rahangnya mulai mengeras seakan ingin meluapkan amarahnya saat itu juga.
"Aku jadi merasa khawatir jika terjadi sesuatu padanya. Mas bisa..."
"Bisa diam gak!" Herman membanting sendok ke piring hingga menimbulkan bunyi begitu nyaring.
Hasna yang terkejut langsung terdiam ketakutan. Selama menikah Ia belum pernah melihat Herman yang sampai semarah itu.
"Tapi kenapa sekarang Herman begitu marah cuma karena ia mengkhawatirkan Nasywa." batin Hasna.
Melihat reaksi Hasna bukan menjelaskan kenapa ia bersikap demikian. Herman malah langsung masuk ke kamarnya. Ia membanting pintu dan mengepalkan kedua tangannya dengan kesal mengingat ia yang tidak berhasil mendapatkan anak tirinya.
•••
Kini Kenzo membatu melihat Nasywa yang menatap kearah nya.
Ia begitu cemas memikirkan jika Nasywa melupakan apa yang sudah mereka lakukan dan kembali meminta perpisahan seperti sebelumnya.
__ADS_1
Namun kekhawatirannya seketika sirna saat panggilan lembut keluar dari bibirnya.
"Ken..."
"E... Y-ya." saut Kenzo tergagap.
"A-aku ingin ke kamar mandi."
Kenzo merasa lega karena Nasywa tidak marah padanya maupun membahas apa yang sudah terjadi di antara mereka. Jujur Ia sendiri juga tidak tau harus membahasnya darimana mengingat hubungan mereka yang begitu rumit.
"Ken..." Nasywa kembali mengagetkan Kenzo yang masih terdiam tak merespon keinginannya.
"Hah!"
"Aku ingin ke kamar mandi, Ambilkan handuk untuk ku," ucap Nasywa mengulangi ucapannya.
Kenzo segera menurunkan pandangannya dan kembali mendekat ke ranjang agar selimut itu bisa kembali menutupi tubuh Nasywa. Dengan segera Nasywa meraih selimut itu dan menutupi dadanya.
"E... Kamu ikutlah turun." ucap Kenzo tanpa melihat Nasywa.
Mendengar hal itu, Nasywa turun ke sisi yang sama dengan Kenzo.
Kini keduanya berdiri sejajar terbalut satu selimut yang sama. Situasi dan perasaan aneh yang belum pernah mereka rasakan selama menjalin cinta selama tiga tahun lamanya.
Sesaat kemudian keheningan itu terpecahkan oleh ketukan pintu yang kembali terdengar. Kenzo segera meminta Nasywa berjalan di depannya untuk mengambil handuknya. Setelah itu ia meraih kaos oblongnya dan langsung memakainya. Mereka saling membelakangi satu sama lain. Ken mengenakan boxernya, Sementara Nasywa memakai handuknya. Setelah itu mereka kembali memutar tubuhnya dan kembali saling berhadapan.
"E... Kamu pergilah mandi. Aku akan melihat siapa yang datang."
__ADS_1
Nasywa mengangguk dan langsung masuk ke kamar mandi.
Sedangkan Kenzo membuka pintu yang sejak tadi menganggu tidur indahnya.
Ckleekkk....
"Ken... Gila loe, Gue sampai jamuran nungguin loe bukain pintu!" sungut Edward yang tak lain adalah sahabat sekaligus rekan kerja Kenzo.
"Lagi ngapain sih loe, Tumben jam segini belum ke kantor?" lanjut Edward yang langsung nyelonong masuk dan melemparkan diri ke sofa.
"Ahhh nyaman sekali,"
Kenzo masih berdiam diri di depan Edward tanpa mengatakan sepatah kata pun.
"Lie kenapa sih Ken, Gak biasanya begini, Loe sakit?" Edward kembali duduk menunggu jawaban dari Kenzo yang terlihat lain dari biasanya.
"E... Loe ngapain sih kesini bukannya kerja?"
"Di tanya malah balik tanya. Loe sendiri kenapa gak berangkat, Gue males lah gak ada loe di kantor."
"Ahh siallll, Curut ini pasti akan terus di sini tanpa rasa malu. Bagaimana jika ia bertanya tentang Nasywa?" batin Kenzo.
Sementara Nasywa yang di kamar mandi masih berendam di dalam bathtub. Sesekali ia memejamkan mata dan menggelengkan kepala mengingat apa yang sudah ia lakukan semalam. Ia berdecak memikirkan bagaimana hubungannya nanti kedepannya setelah ini.
Apakah ia akan merajut kembali cintanya yang haram atau takdir berkehendak lain.
"Ahh entahlah, Aku tidak peduli lagi, Aku sudah muak dengan kehidupan ku." Nasywa menjadi begitu kesal mengingat semua perlakuan mesum Bapak tirinya selama ini.
__ADS_1
Bersambung...