Cinta Yang Haram

Cinta Yang Haram
Menghindari Bapak Tiri


__ADS_3

Satu minggu berlalu, Kini Nasywa sudah mulai sudah pulih dan membantu ibunya mengerjakan pekerjaan rumah. Ibunya yang sibuk bekerja sebagai asisten rumah tangga yang pergi pagi pulang sore, Membuat Hasna terkadang harus meninggalkan rumah tanpa menyelesaikan pekerjaannya.


"Seharusnya ibu mu bangun lebih awal jadi sebelum dia pergi pekerjaan sudah beres," ucap Herman yang melihat Nasywa tengah mengepel lantai.


"Gak papa Pak, Ibu kan di sana sudah capek, Masa dari rumah harus capek dulu."


"Iya, Tapi kan kalau begini kamu yang jadi capek, Kamu kan baru sembuh, Bagaimana kalau kamu jatuh pingsan lagi?"


"Nasywa gak papa, Oh ya kenapa Bapak belum berangkat bekerja?" tanya Nasywa mengalihkan pembicaraan.


"E... Bapak masuk siang."


Nasywa mengangguk dan meninggalkan Herman untuk mencuci kain pel.


Melihat Nasywa pergi ke kamar mandi, Herman menyusul dan memperhatikan Nasywa yang tengah membungkus mere'mas kain pel yang telah di cuci.


Matanya menelisik tajam ke bagian dada Nasywa yang kini mengenakan kaos oblong sehingga saat membungkuk akan sedikit terlihat bagian indah yang di suka olah para lelaki.


Nasywa tersentak kaget saat kembali berdiri melihat Bapak tirinya yang berdiri di ambang pintu memperhatikan nya.

__ADS_1


"Bapak..." ucap Nasywa gugup.


"Biar Bapak yang teruskan ya," ucap Herman mendekati Nasywa.


"E... Tidak usah Pak, Tinggal dapur saja kok, Bapak bersiaplah berangkat kerja."


"Ini masih jam sembilan, Bapak kan berangkat jam sebelas." Herman mengusap punggung tangan Nasywa sebelum mengambil kain pel di tangannya.


"Kalau begitu Nasywa ke kamar dulu." Nasywa melepaskan kain pel itu dan langsung berlari ke kamar.


Herman mengangkat tangannya seolah ingin menghentikannya. Namun ia tidak memiliki alasan untuk terus mendekati putri tirinya tersebut.


"Arghhh! Herman merasa kesal sendiri. Tapi ia tidak mau gegabah dan melampiaskan nafs'unya yang akan membuat ia kehilangan Nasywa dan juga Hasna.


Nasywa masih berdiri di balik pintu sambil memegangi dadanya yang berdegup kencang atas sikap Herman yang semakin menunjukan ketertarikan padanya. Ia bukan anak kecil lagi seperti saat ia masih mengenakan seragam sekolah sehingga ia tidak tau apa yang tersirat dalam pikiran Bapak tirinya.


"Aku tidak boleh seperti ini terus, Aku tidak boleh menunggu terjadi sesuatu dulu baru Aku mengambil keputusan. Aku harus meninggalkan rumah ini secepatnya dan mencari pekerjaan yang jauh dari rumah." batin Nasywa.


Kemudian ia mengambil ponselnya dan membuka kontak nama yang terdapat pada benda pipih itu. Ia mencari-cari nama seseorang yang bisa membantunya mencarikan ia pekerjaan. Namun seketika ia menjadi sedih saat melihat nama 'My love Ken' masih belum di rubah apalagi menghapus dari kontaknya.

__ADS_1


"Ken... Bagaimana kabar mu sekarang?" batin Nasywa.


•••


Sementara Kenzo yang sudah kembali ke pekerjaannya tengah memandangi foto Nasywa yang terletak di mejanya. Meskipun dalam satu minggu ini ia telah berhasil tidak menghubungi Nasywa. Namun ia gagal menyingkirkan rasa rindu dan cintanya dari pikirannya walau satu menit saja.


"Bagaimana kabar mu sekarang Nasywa Baby?" tanya Kenzo mengusap foto Nasywa dengan penuh perasaan.


Memandangi foto Nasywa membuat hati Kenzo menjadi sangat merindukannya. Ia pun mengambil ponselnya dan membuka pesan masuk yang Nasywa kirimkan saat mereka masih bersama. Kenzo membaca kembali chattingan mereka yang saling mengungkapkan rasa rindu, Cinta hingga merencanakan masa depan yang begitu indah. Membaca itu semua membuat Kenzo tak tahan lagi untuk menghubunginya. Ia pun ingin menekan nama Nasywa dan memgetahui kabarnya. Namun ia mengurungkan niatnya dan mengganti dengan telpon di kantornya.


"Hallo..." terdengar suara Nasywa dari ujung telpon.


Kenzo langsung menarik nafas dalam-dalam, Mendengar suaranya saja ia merasa begitu bahagia.


"Hallo..." Nasywa mengulangi sapaannya.


Kenzo yang tidak ingin Nasywa mengetahui dirinya yang menghubunginya langsung mematikan kembali sambungan telponnya.


"Setidaknya Aku sudah mendengar suara mu dan mengetahui kamu baik-baik saja," ucap Kenzo merasa sedikit lega.

__ADS_1


Nasywa mengernyitkan keningnya melihat nomor telpon masuk yang tidak ia kenal. Kemudian ia kembali menghubungi seseorang untuk membantunya mendapatkan pekerjaan.


Bersambung...


__ADS_2