
Sepanjang menuju ke apartemennya, Kenzo dan Edward tertawa terbahak-bahak membicarakan momen lucu sekaligus memalukan di mall tadi, Namun seketika tawa mereka terhenti saat membuka pintu melihat kedua orang tuanya sudah duduk bersama Nasywa di ruang tamu.
"Mamih...!" lirih Kenzo.
"Tante... Om... Kapan datang?" tanya Edward yang langsung mendekati mereka dan menjabat tangannya.
"Sudah lima jam yang lalu," saut Sekar sambil terus menatap Kenzo.
Kenzo yang melihat tatapan penuh selidik Mamih nya, Mengalihkan pandangannya dan mengambil satu-persatu paper bag yang Edward letakkan begitu saja.
"Nasywa, Ikut dengan ku," ucap Kenzo yang langsung menuju kamar Nasywa tanpa menyapa kedua orang tuanya.
Nasywa dengan perasaan tidak enak hati, Membungkukkan badan dan melewati Edward serta kedua orang tua Kenzo.
Sekar nampak semakin curiga dan tak suka kepada Nasywa yang dikiranya terus menjalin cinta dengan Kenzo meskipun mereka tau jika mereka tidak bisa menikah.
"Tante..."
"Ya!" Sekar tersentak dari lamunannya.
"Memang siapa gadis itu?"
"Memang kamu tidak tau, Bukankah kamu sangat dekat dengan Kenzo?"
"Kenzo gak mau cerita Tante. Aku juga baru pertama kali lihat Kenzo bawa dia ke apartemen."
"Jadi yang Nasywa katakan benar. Jika dia baru semalam kemari." batin Sekar.
__ADS_1
"Tante...?"
"Hah! Ohhh... Gadis itu?"
Edward mengangguk-anggukan kepalanya tak sabar ingin tau siapa Nasywa dan apa hubungannya dengan Kenzo.
"Dia Nasywa, Saudaranya Kenzo."
"Saudara? Saudara darimana? Aku gak pernah tau Kenzo punya saudara?" tanya Edward seakan tak percaya.
"Ya saudara, E... Saudara dari Malang, Bahkan mereka satu persu'suan jadi udah kaya adik kakak aja."
"Aku tidak melihat Kenzo memperlakukannya seperti seorang adik, Justru sebaliknya, Jika memang mereka saudara kenapa Kenzo terlihat begitu ragu mengatakan bahwa mereka saudara?" batin Edward yang tidak begitu saja mempercayai apa yang Sekar katakan.
•••
Kenzo menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan perlahan. Kemudian ia mendekati Nasywa yang duduk termenung di tepi ranjang.
"Gantilah pakaian mu, Aku sudah membelikan beberapa model baju untuk mu, Semoga cocok untuk mu."
Nasywa masih terdiam menundukkan kepalanya.
Melihat itu, Kenzo melangkah mundur untuk keluar.
"Aku akan menunggu di luar."
"Ken..." Nasywa mengangkat wajahnya menatap Kenzo dengan sedih.
__ADS_1
"Tidak seharusnya kita melakukan dosa itu." lanjut Nasywa.
Kenzo yang mendengarnya merasa sesak mengingat harapan yang membahagiakan baru ia rasakan kembali setelah cukup lama mereka berpisah.
"Sekarang Papih dan Mamih mu menatap ku penuh curiga. Bagaimana kalau mereka tau. Aku tidak bisa menatap wajah mereka lagi Ken... Aku malu... Hiks.. Hiks... Hiks..." Nasywa menutup wajah dengan kedua telapak tangannya menangisi apa yang sudah ia lakukan.
"Kamu menyesal telah melakukannya dengan ku?" tanya Kenzo penuh kekecewaan.
"Ini salah Ken, Cinta kita saja sudah diharamkan, Sekarang kita menambah dosa lagi dengan melakukan hal yang tidak seharusnya."
"Tidak ada cinta yang haram Nasywa! Berapa kali Aku bilang? Cinta ku begitu tulus dan suci, Hanya takdir saja yang begitu kejam kepada kita. Ini bukan salah kita!" Kenzo kembali merasakan kepedihan seperti saat pertama kali ia mengetahui jika mereka tidak bisa menikah karena perubahan mahram. Bahkan matanya berkaca-kaca menahan air mata yang memaksa ingin segera keluar.
"Ken..." tangis Nasywa.
"Nasywa...." Kenzo kembali duduk di samping Nasywa dan menangkup kedua pipinya dengan tatapan penuh kesedihan. Ia tidak ingin rasa berdosa Nasywa kembali memutuskan hubungan mereka yang baru sehari terajut kembali.
"Kenzo..." pekik Sekar.
Kenzo dan Nasywa menurunkan pandangannya dan mengikis jarak satu sama lain.
"Apa yang kalian lakukan di kamar?"
"Pergilah Ken, Jangan membuat Mamih mu semakin curiga."
"Baiklah Aku akan keluar, Tapi pembicaraan kita belum selesi, Jadi pikirkan baik-baik sebelum kamu mengambil keputusan. Oke..." Kenzo mengusap pipi Nasywa sekilas dan keluar menemui Mamih nya.
Bersambung...
__ADS_1