Cinta Yang Haram

Cinta Yang Haram
Melarikan Diri


__ADS_3

Kenzo yang baru selesai meeting membuka ponselnya dan begutu terkejut melihat begitu banyak panggilan telepon dari Nasywa.


Bagaimana tidak, Nasywa yang tidak pernah menghubunginya lagi setelah mereka berpisah tiba-tiba menelfonya berkali-kali.


"Hah! Ini tidak mungkin salah pencet kan, Nasywa menelpon ku berkali-kali," ucap Kenzo tertawa lebar. Namun seketika tawanya terhenti saat perasaanya tiba-tiba merasa tidak enak tentang Nasywa.


"Tunggu, Kenapa Nasywa tiba-tiba menghubungi ku, Apa terjadi sesuatu pada nya?" Kenzo yang merasa khawatir langsung mencoba menelpon Nasywa.


Dan deringan ponsel Nasywa mengagetkan Herman yang masih berusaha menggaga'hi Anak tirinya tersebut. Melihat Herman lengah, Sekuat tenaga Nasywa menendang bagian Vital Herman hingga membuatnya mundur dan menahan rasa sakitnya.


"Awhhh..."


"Nasywaaaa... Angkat ponselnya, Jangan membuat ku khawatir," ucap Kenzo yang terus berusaha menghubungi Nasywa.


Dengan tangan gemetar Nasywa mengambil ponselnya dari dalam tasnya.


"Ken..." Nasywa tersenyum dan memiliki secercah harapan untuk bisa lari dari Herman. Namun belum sempat ia bicara dengan Kenzo, Herman sudah kembali mendekapnya.


"Lepaskan! Lepaskan!"


"Nasywa!" teriakan Nasywa terdengar oleh Ken yang berada di ujung telpon. Ken dapat mendengar dengan jelas bagaimana Nasywa memberontak dari seorang yang terus memaksanya.


"Kamu semakin berrrani melawan ku, Maka terimalah ini! Plakkk..!!!"

__ADS_1


"Nasywa...!" pekik Kenzo yang mendengar tamparan itu. Namun setelah itu Kenzo tidak bisa lagi mendengar dengan jelas karena ponsel Nasywa terlempar jauh darinya.


"Nasywa! Nasywa!" Ken yang tidak lagi mendengar suara Nasywa bergegas meninggalkan kantor dan mencoba berbagai cara untuk melacak keberadaan Nasywa melalui nomor telponnya.


Sementara Nasywa yang tertelungkup di lantai dengan susah payah meraih ponselnya kembali. Namun belum juga ia berhasil mendapatkan ponselnya. Herman menarik kakinya hingga semakin jauh dari ponselnya. Tidak mau menyerah begitu saja. Nasywa berbalik badan mengayunkan kedua kakinya hingga membuat Herman cukup kewalahan melindungi alat vitalnya yang masih terasa begitu ngilu.


Dengan itu Nasywa dapat kembali bangkit dan mengambil ponselnya kemudian berlari keluar dari ruko.


Ia menuju motor dan berusaha meninggalkan tempat tersebut. Namun sayangnya kunci tidak ada dalam motornya. Sementara Herman telah terlihat keluar dari ruko.


Tidak mau tertangkap lagi, Nasywa berlari sekencang mungkin meninggalkan motornya. Ia yang melihat ada mobil terparkir di tepi jalan, Bersembunyi di samping mobil tersebut. Sementara Herman yang berlari tak jauh dari Nasywa berdiri di sisi mobil yang lainnya.


Dengan langkah perlahan, Herman memutari mobil terbuka yang berisi Kerajinan Bambu tersebut. Tidak mau ketahuan Nasywa yang melihat ada celah untuk bersembunyi di atas mobil tersebut langsung naik dan bersembunyi di antara kerajinan Bambu tersebut.


"Hey Pak! Sedang apa di sini?" tanya salah seorang supir yang membawa terpal untuk menutup Kerajinan Bambu yang ia bawa.


"Nyari seseorang apa mau nyuri, Mencurigakan sekali." timpal yang lainnya.


Dengan tatapan curiga kepada Herman, Kedua pria itu menutup rapat barang bawaannya dan naik ke mobil.


Hingga mobil itu meninggalkan lokasi, Herman tak mengetahui jika Nasywa juga ikut terbawa di dalamnya.


"Siallll... Aku kehilangan kesempatan emas lagi," ucap Herman yang kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut.

__ADS_1


Nasywa yang merasa sudah cukup aman membuka sedikit terpal untuk menghirup udara karena merasa nafasnya begitu sesak. Tubuhnya juga terasa begitu lemah akibat seluruh tenaganya habis untuk melawan Bapak tirinya yang bia'dap. Bahkan ketika ponselnya berdering Nasywa sudah tidak mendengar dan jatuh pingsan di antara kerajinan bambu tersebut.


"Nasywaaaa... Angkat ponselnya, Jangan membuat ku khawatir." Kenzo yang belum berhasil melacak keberadaan Nasywa, Semakin khawatir karena terakhir ia mendengar pertengkaran Nasywa dengan seorang pria.


Tidak puas hanya menunggu hasil, Kenzo menghubungi Hasna untuk memastikan keberadaan Nasywa.


"Nak Kenzo..." sapa Hasna dari ujung telpon.


"Bu Hasna, Apa Nasywa di rumah?"


"Tidak, Dia tadi sore meminta izin untuk memastikan pekerjaan yang baru saja ia dapat."


"Jadi benar, Nasywa tidak di rumah." batin Kenzo yang semakin yakin jika Nasywa tengah berada dalam masalah.


"Memangnya ada apa, Tumben telpon ke ibu?"


"Jika Aku katakan pada Bu Hasna tentang yang ku dengar pasti Bu Hasna semakin khawatir." batin Kenzo.


"Nak Kenzo?"


"E... Tidak papa Bu Hasna, Aku hanya ingin tau kabarnya, Bu Hasna tau kan sejak kami berpisah kami tidak pernah lagi saling memberi kabar."


"Ya kamu benar, Ibu turut sedih untuk itu, Sekali lagi Ibu minta maaf ya Nak Kenzo.."

__ADS_1


"Tidak papa Bu Hasna, Seiring berjalannya waktu Aku semakin bisa menerima jika mencintai tidak harus selalu memiliki." Kenzo kembali merasa sedih mengingat pertemuan terakhirnya dengan Nasywa.


Bersambung...


__ADS_2