Cinta Yang Haram

Cinta Yang Haram
Bertemu Kembali


__ADS_3

Setelah mempertimbangkan matang-matang akhirnya Kenzo menerima niat baik Tania. Mereka pergi sarapan bersama sebelum akhirnya Kenzo berangkat ke kantor.


"Terimakasih Kenzo," ucap Tania tersenyum bahagia.


"Aku yang berterimakasih, Terimakasih sudah mendengar keluh kesah ku."


"Kapan pun kamu membutuhkan ku Aku siap mendengarnya."


Kenzo mengangguk dan masuk ke kantornya.


Ia merasa lebih tenang karena telah mencurahkan kesedihannya. Langkah kakinya terus menuju ruangannya melewati beberapa karyawan yang terlihat berlarian hingga tak menyadari kedatangannya. Kenzo yang merasa bingung menghentikan salah satu karyawannya untuk menanyakan apa yang terjadi.


"Apa yang terjadi kenapa berlarian?"


"Ada yang pendarahan di toilet."


"Apa! Pendarahan?!"


"Iya Tuan."


"Bagaimana bisa?"


"Saya juga tidak tau."


"Baiklah kita kesana."


Kenzo bergegas ke toilet dan melihat Edward sudah membopong tubuh karyawatinya yang sudah terlihat lemas.


"Apa yang terjadi?"


"Gue gak tau Ken, Tadi anak-anak bilang cuma ada yang pendarahan."

__ADS_1


"Ada obat-obatan ini?" celetuk karyawan lain yang menemukan obat tergeletak di lantai.


"Obat apa itu?" Kenzo mengambil obat itu dan memeriksanya.


Namun ia tidak mengetahui kegunaan obat tersebut.


"Apa kita harus membawanya ke rumah sakit?" tanya Edward.


"Ya, Tentu saja, Itu tanggung jawab kita." Kenzo dan Edward pun membawa karyawatinya tersebut ke rumah sakit.


Sesampainya di sana wanita berusia sekitar 20th tersebut langsung di tangani oleh Dokter, Sementara Edward menunggu di luar, Kenzo menemui Dokter lain untuk menanyakan obat apa yang mereka temukan.


"Darimana Tuan mendapatkan obat ini, Ini kan obat keras yang bisa menggugurkan kandungan."


"Apa?!"


"Benar Tuan, Ini obat ilegal yang biasa di gunakan oleh pasangan yang tidak terikat oleh sebuah pernikahan, Memangnya..."


"E... Jangan berpikir macam-macam Dok, Dia hanya karyawan ku, Aku hanya membantunya. Dan mohon untuk Dokter tidak memperpanjang masalah ini."


"Bagaimana kalau Nasywa hamil?" batin Kenzo yang mulai merasa resah atas apa yang sudah mereka lakukan.


"Ken... Kemana Aja loe?" tanya Edward yang berlari ke arah Kenzo hingga mengagetkannya.


"Gue... Gue dari ruang Dokter, Gimana keadaan nya?"


"Kata Dokter dia baru saja menggugurkan kandungannya dengan obat-obatan karena itu dia pendarahan."


Kenzo terdiam. Ia tidak begitu terkejut karena sudah lebih dulu mendapat penjelasan Dokter. Namun yang mengusik pikirannya kenapa wanita itu tega menggugurkan kandungannya.


"Apa lagi Ken? Dia belum menikah tapi dia mengandung." saut Edward yang mendapat pertanyaan dari Kenzo.

__ADS_1


"Apa pacarnya tidak mau bertanggung jawab?"


"Dia bilang pacarnya tidak tau, Dia memutuskan itu sendiri karena tidak ingin keluarganya tau."


"Sudah satu bulan lebih dari kejadian malam itu, Bagaimana jika Nasywa benar-benar hamil dan tidak memberitahu ku." batin Kenzo yang kembali merasa resah.


"Loe baik-baik saja Ken?" Edward yang memperhatikan sikap sahabatnya itu menepuk punggungnya hingga mengagetkan Kenzo.


"E... Ya, Gue hanya merasa prihatin padanya. Sekarang urus semuanya dan hubungi seseorang untuk menjaganya. Kita harus kembali bekerja."


Tidak membantah. Edward menuruti perintah Kenzo untuk mengurus semuanya. Sementara Kenzo meninggalkan rumah sakit dan kembali ke kantor.


•••


Malam harinya Kenzo yang tidak bisa tidur karena terus memikirkan Nasywa. Kembali bangkit dan mengambil kunci mobilnya. Sekar yang melihatnya mencoba menghentikan Kenzo dan menanyakan kemana ia pergi malam-malam begini. Namun Kenzo hanya menjawabnya sekilas dan meninggalkan apartemen.


Seperti yang yang Tania katakan ia akan mendengar keluh kesah Kenzo kapan pun Kenzo inginkan. Mereka bertemu di sebuah resto yang sudah mereka sepakati. Kali ini Kenzo tidak ingin mencurahkan kegelisahannya kepada Edward karena ingin mengetahui pemikiran berbeda dari sisi perempuan.


"Katakan Ken..." ucap Tania yang kini sudah duduk berhadapan dengan Kenzo.


"Begini Tania, Aku ingin..." ucapan Kenzo terhenti saat netranya tertuju pada pintu masuk. Pandangannya terbelalak seolah tak percaya dengan apa yang ia lihat.


"Nasywa!" Kenzo langsung beranjak dari duduknya. Membuat Tania yang di hadapannya ikut menoleh ke belakang.


Senyumnya seketika mengmbang melihat wanita yang selama ini ia cari telah berdiri hanya berjarak kurang dari lima meter. Kenzo pun meninggalkan meja dan bergegas menghampirinya. Namun belum sempat ia sampai ke hadapan Nasywa. Seorang pria telah mendahuluinya hingga ia tak dapat melihat wajah cantik Nasywa yang kini terhalang punggung pria tersebut.


"Siapa pria itu?" batin Kenzo yang berusaha melihat wajah pria itu.


"Ken... Siapa yang kamu lihat?"


"Nasywa, Tapi... Siapa pria itu?" Kenzo yang begitu penasaran kembali melangkahkan kakinya untuk mengetahui siapa pria tersebut. Namun lagi-lagi langkahnya terhenti saat pria itu membalikkan tubuhnya ke samping dan mengajak Nasywa mencari tempat duduk.

__ADS_1


"Edward?!" Kenzo begitu shock. Ia seakan tak percaya pria yang kini bersama wanita yang begitu ia cintai, Yang ia cari selama ini, Bersama sahabat yang setiap hari bekerja dengan nya dan menjadi tempat keluh kesahnya.


Bersambung...


__ADS_2