Cinta Yang Haram

Cinta Yang Haram
Pengakuan


__ADS_3

Dengan tegang Edward mengikuti Kenzo masuk. Netranya terus menatap pintu kamar Nasywa yang sedikit terbuka. Jantungnya benar-benar serasa mau copot karena takut ketahuan menyembunyikan Nasywa di apartemennya.


Sementara Kenzo melihat seisi sudut ruangan merasakan ada sesuatu yang aneh dalam hatinya. Padahal ini bukan kali pertama ia datang ke apartemen sahabatnya tersebut. Tapi kali ini rasanya benar-benar beda seperti ada sesuatu yang mengganjal hatinya.


"Ken..."


"Hah!"


"Apa yang loe cari?"


"Tidak, Aku hanya merasa ada sesuatu yang aneh."


"Makud loe apartemen gue terasa ada hantunya gitu?"


"Bukan, Tapi... Bukankah loe bilang apartemen loe sedang di bersihkan? Kemana bibi, Gue tidak melihat siapa pun?"


"A... Emm... Entahlah, Loe kan tau sendiri gue baru pulang, Jadi mana gue tau. Sudahlah jangan di bahas lagi. Duduklah " Edward langsung menghindari Kenzo dengan langsung masuk ke kamar untuk meletakkan barang belanjaannya.


Meskipun merasa aneh dengan sikap Edwar, Kenzo menuruti perkataan Edward yang menyuruhnya duduk di sofa. Tempat duduk yang langsung menghadap ke kamar yang Nasywa tempati, Membuat Nasywa yang sedari tadi mengintip dari celah pintu dapat melihat dengan jelas wajah pria yang begitu ia cintai. Wajahnya nampak begitu sedih bahkan ia terlihat sangat resah dan tidak bisa duduk dengan tenang. Seketika Nasywa menjadi panik saat Kenzo mengangkat wajahnya dan menatap ke arahnya.

__ADS_1


Jebrettt...!!!


Tanpa sadar Nasywa menutup pintu dengan kencang membuat Kenzo langsung beranjak dari duduknya. Karena penasaran, Kenzo melangkah menuju kamar di mana Nasywa bersembunyi.


"Ken... Loe mau ngapain?" tanya Edward yang baru kembali.


"Pintu kamar itu seperti ada yang menutup dari dalam, Apakah ada seseorang?"


"Siapa Ken, Tidak ada siapapun, Mungkin hanya tertiup angin," ucap Edward beralasan.


Kenzo yang merasa ragu dengan jawaban Edward, terus melirik pintu tersebut. Namun Edward segera menarik tangan Kenzo untuk duduk.


"Ini tentang Nasywa. Dia pergi dari apartemen."


"Apa masalah kalian, Dan kenapa Nasywa begitu mempengaruhi loe, Bukankah kalian hanyalah saudara, Kenapa loe bersikap seperti kekasihnya?"


"Edward, Asal kamu tau, Kekasih yang selama ini Aku ceritakan kepada mu, Kekasih yang akan segera ku nikahi, Itu adalah Nasywa."


"Apa!"

__ADS_1


"Ya."


"Bagaimana bisa, Bukankah Mamih Sekar bilang kalian saudara? Saudara banget loh sampai kalian menyu'su pada ibu yang sama."


"Itu dia masalahnya curut! Ternyata ibunya Nasywa pernah Nyus'uin gue pada saat gue masih bayi, Dan karena hal itu katanya gue dan Nasywa tidak boleh menikah."


"Astaga, Pantas saja mereka tidak terlihat seperti saudara." batin Edward.


"Dan semalam Nasywa meminta gue untuk menikah dengan cewek lain, Mana bisa... Loe tau gue sangat mencintai Nasywa sampai fotonya saja gue gak pernah tunjukan pada temen-temen gue termasuk loe. Itu semua gue lakuin karena gue takut kehilangannya, Takut orang lain naksir dia."


"Segitu cintanya Kenzo pada Nasywa." batinnya.


"Sekarang gue harus gimana, Seharian gue nyariin dia tapi gak ketemu, Gue khawatir terjadi sesuatu padanya dia tidak punya uang dan dia tidak punya siapapun."


Nasywa yang mendengar semua ucapan Kenzo dari dalam kamarnya meneteskan air mata. Jika saja mereka bukan saudara sepersusuan pasti Nasywa akan menjadi wanita yang sangat beruntung di cintai begitu besarnya. Namun kenyataan yang harus ia terima tidak begitu adanya. Nasywa harus menerima takdirnya dan membiarkan pria yang begitu ia cintai menikah dengan wanita lain sesuai permintaan Tante Sekar.


"Percayalah Ken, Pasti ada seseorang yang menolong Nasywa," ucap Edward sambil mengusap-usap punggung Kenzo yang kini tengah menunduk sedih.


Edward menghelai nafas panjang. Ia berpikir kenapa Nasywa juga menutupi hubungannya dengan Kenzo seperti yang di lakukan Mamih Sekar.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2