Cinta Yang Haram

Cinta Yang Haram
Tercengang


__ADS_3

Ckleekkk...


Suara pintu terbuka membuat Nasywa dan Edward secara kompak melihat siapa yang datang.


Kenzo menghentikan langkah di ambang pintu tatkala melihat tatapan Edward yang tak seperti biasanya.


"E... Nasywa... Ibu mu sudah sadar," ucap Kenzo sembari menghindari kontak mata langsung dengan Edward.


"Benarkah?" Nasywa langsung berlari meninggalkan mereka berdua dan segera menuju ruang dimana ibunya di rawat.


Kenzo yang merasa canggung. Berniat menyusul Nasywa. Namun Edward langsung menghentikannya.


"Ada apa dengan loe Ken?"


Mendengar pertanyaan Edward. Kenzo kembali menoleh ke arahnya.


"Terakhir kali kita bertemu, Loe menghajar gue tanpa ampun, Tapi kenapa sekarang loe yang terlihat takut seolah loe sedang berselingkuh dengan pacar gue?"


Mendengar kata pacar membuat hati Kenzo tak terima, Ia mengangkat wajahnya dan mendekati Edward.


"Loe baru mengatakan jika loe mencintainya, Nasywa belum menjawab, Jadi dia bukan pacar loe!"


"Apa setelah ini loe pikir Nasywa akan menolak gue?"


Kenzo terdiam dan mengingat kata-kata Nasywa yang mengatakan jika ia sudah mulai mencintai Edward dan akan segera menikah. Terlebih dengan jasa Edward yang telah menyelamatkan Bu Hasna sangat mungkin untuk Nasywa menerima Edward dan benar-benar meninggalkannya.


"Argh! Kenapa bukan darah ku saja yang cocok untuk Bu Hasna. Kenapa harus darah Edward, Jika begini Aku akan benar-benar kehilangan Nasywa." batin Kenzo.

__ADS_1


"Ada apa Ken, Kenapa kamu diam saja, Apa loe masih tidak rela melepasnya? Ingat Ken, Kalian saudara sepers'usuan!"


Kenzo menarik nafas dengan sangat berat. Rasanya nafasnya terasa begitu sesak mendengar ini dari orang lain.


•••


Hasna tersenyum senang melihat Nasywa datang.


Ia langsung menciumi seluruh wajah Nasywa bertubi-tubi.


Akhirnya setelah sekian lama kecemasan tanpa kehadiran Nasywa hingga membuatnya sakit terbayarkan.


"Akhirnya kamu pulang Sayang, Selama ini kamu di mana?"


"Nasywa di Jakarta Bu."


"Sama Kenzo?"


"Tapi Kenzo juga ada disini, Barusan dia menemui ibu."


Nasywa terdiam menundukkan kepalanya.


"Nasywa, Kalian tidak berbuat macam-macam kan, Kalian masih ingat jika kalian Saudara sepers'usuan?"


Nasywa menangis dalam hati mengingat apa yang sudah ia lakukan dengan Kenzo. Sebuah dosa yang seharusnya tidak mereka lakukan terlebih setelah mengetahui jika mereka tidak bisa menikah.


"Nasywaaa...?"

__ADS_1


"E... Tidak ibu, Aku tidak tinggal bersama Kenzo, Aku tinggal bersama temannya."


"Laki-laki?"


"Ya, E... Tapi ibu jangan khawatir, Dia sangat baik, Dia tidak pernah macam-macam pada ku, Aku membantunya membersihkan apartemen, Memasak dan membantu ia menyediakan segalanya."


"Jadi kamu bekerja dengan nya?"


"E... Ya, Anggap saja seperti itu, Hehe..."


Kemudian Nasywa duduk di tepi ranjang menggenggam tangan ibunya dengan sedih. "Bagaimana ini bisa terjadi Bu?"


"Ibu hanya kurang berhati-hati Sayang, Jadi ibu terpeleset di kamar mandi dan harus kehilangan calon adik mu," ucap Hasna sedih.


Nasywa pun terdiam sedih. Padahal jelas-jelas Herman mengirimkan video itu dengan senyum kelicikan. Tidak mungkin jika ibunya hanya kebetulan terpeleset. "Pasti Bapak sengaja melakukan ini untuk mencelakakan ibu agar membuat ku pulang." batinnya.


"Ada apa Sayang, Kenapa kamu diam, Dan dimana Bapak mu?"


Lagi-lagi Nasywa tertegun melihat ibunya. Sudah begitu banyak kejahatan yang di lakukan Herman. Namun sedikit pun ibu tidak mengetahui apa yang sudah suaminya lakukan.


"Nasywa... Kok di tanya malah diam?"


"Ibu, Sudah saatnya ibu mengetahui tentang kejahatan Bapak."


Hasna tercengang mendengar apa yang Nasywa katakan. Bahkan Hasna langsung melepaskan genggaman tangan Nasywa seakan tidak siap mendengar keburukan tentang suaminya.


"Apa maksud kamu mengatakan itu, Memangnya kejahatan apa yang sudah Bapak mu lakukan? Apa kamu akan mengatakan jika Bapak mu mencoba memperko'sa mu?!"

__ADS_1


Nasywa tercengang mendengarnya. Bagaimana bisa ibu bertanya seperti itu, "Apakah Herman juga sudah mencuci otak ibu dan memutar balikkan fakta?"


Bersambung...


__ADS_2