
Edward masih menatap tajam Nasywa dengan tatapan penuh selidik.
Hatinya kembali meragukan Nasywa setelah mendapat begitu banyak pesan di ponselnya sebelum Dokter memberitahukan tentang kehamilannya.
"Edward ini tidak seperti yang kamu pikirkan?"
"Memang apa yang ku pikirkan?"
"Ed-Edward... Aku ke apartemen Kenzo hanya ingin melihat keadaannya, Waktu itu Aku mendapat pesan jika Kenzo sedang..."
"Jadi benar kamu ke apartemennya?"
"Edward dengarkan Aku."
"Nasywa! Apa yang perlu ku dengar setelah Aku melihat ini?"
Nasywa terperangah melihat foto dirinya tengah memeluk Kenzo yang hanya mengenakan handuk.
"Ed-Edward ini... T-tidak seperti yang kamu pikirkan, Kami tidak melakukan apapun... Kami..."
"Tidak melakukan apapun?" tanya Kenzo penuh arti.
Nasywa hanya menggelengkan kepala.
"Tak melakukan apapun tapi kamu pulang membawa ingerie dari Kenzo?!"
__ADS_1
"Edward..."
"Jangan pikir Aku bodoh Nasywa! Pasti sebelum kamu memakainya di depan ku, Kamu sudah memakainya terlebih dahulu di depan Kenzo dan mengulangi malam yang pernah kalian lakukan kan?!"
"Edward...!!!" pekik Nasywa.
"Jangan berteriaaakkk...!!!" dengan mata membulat sempurna dan rahang mengeras. Edward menunjuk wajah Nasywa, Hingga membuat Nasywa gemetar ketakutan.
"Kamu tidak pantas berteriak pada ku!"
Tanpa bisa membantah lagi, Nasywa hanya bisa mendengarkan luapan kemarahan Edward yang terus menuduhnya tanpa mau mendengar penjelasannya.
"Sudah berapa kali ku bilang, Aku bisa menerima semua masa lalu mu, Tapi tidak penghianatan di dalam pernikahan kita, Tapi apa yang kamu lakukan Nasywa! Kamu malah melayaninya sebelum kamu melakukannya dengan ku!"
"Cukup Nasywa! Aku tidak percaya lagi dengan mu!" Edward langsung bergegas meninggalkan ruangan.
"Edward... Edward..." Nasywa segera turun dari ranjang dan berusaha mengejar Edward dengan kondisi tubuh yang masih terasa lemah.
"Jangan tinggalkan Aku Edward, Bagaimana dengan bayi kura?"
Mendengar pertanyaan Nasywa, Edward berhenti melangkah dan menoleh menatap Nasywa.
"Bayi kita?"
Nasywa menganggukkan kepalanya dengan sedih.
__ADS_1
"Siapa yang menjamin itu bayi ku jika usia kehamilannya melebihi usia pernikahan kita?"
"Maka dari itu, Ikutlah denganku biar Dokter yang menjelaskannya." Nasywa meraihb tangan Edward dan menariknya untuk ikut dengannya. Namun Edward segera menghempaskan tangan Nasywa dan kembali meninggalkannya.
"Edward... Edward..." Nasywa yang ingin kembali mengejar Edward tiba-tiba merasa pandangannya berputar hingga tubuhnya nyaris terjatuh. Beruntung ada seorang perawat yang lewat dan langsung menahan tubuh Nasywa kemudian membawanya ke ruang untuk pemeriksaan.
"Dokter, Kenapa usia kehamilan ku melebihi tanggal pernikahan ku?" tanya Nasywa yang tengah di tangani oleh Dokter.
"Karena usia janin di hitung dari hari pertama haid terakhir (HPHT), bukan dari kapan nikah. Misalnya, seorang wanita yang mengalami haid terakhir pada 14 April, dan memiliki siklus teratur selama 28 hari. Maka, masa suburnya akan terjadi di tanggal 28 April. Saat ia menikah di tanggal 29 April ini bersamaan dengan masa suburnya mulai terjadi. Pada kondisi ini, kehamilan dapat langsung terjadi dan HPL dihitung dari sebelum masa subur atau Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT),
Itu artinya, Usia janin nanti akan dihitung mulai dari tanggal 14 April. Sehingga perhitungan usia janin bisa lebih tua dibanding tanggal pernikahan itu sendiri. Perhitungan ini sah karena sudah disepakati secara internasional."
"Jadi itu sebabnya usia kehamilan ku lebih dari tujuh minggu, Sementara pernikahan ku baru mau memasuki enam minggu." batin Nasywa.
"E... Dokter, Aku tidak membawa ponsel, Jadi apa Dokter bisa tulis penjelasan Anda barusan, Agar Aku bisa meyakinkan suami ku?"
"Ya tentu saja."
Setelah mendapat catatan dari Dokter. Nasywa merasa bingung bagaimana besok akan keluar rumah sakit.
Ia tidak membawa ponsel mapun uang sepeser pun. Bagaimana jika Edward tidak kembali menjemputnya?
•••
Bersambung...
__ADS_1