
"Ken... Ini demi kebaikan kita berdua, Mungkin dengan kita sama-sama menikah, Kita akan mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan dengan cara yang berbeda."
Kenzo menarik nafas dalam-dalam kemudian kembali menatap Nasywa. Di lihatnya wajah Nasywa yang terlihat bersungguh-sungguh dalam ucapannya. Seakan ia sudah ingin terbebas dari hubungan rumit yang tidak ada ujungnya itu.
Tidak ingin membuatnya lebih menderita lagi akhirnya Kenzo menganggukkan kepalanya.
"Baiklah jika itu yang kamu inginkan."
Mendengar hal itu Nasywa tersenyum getir. Sungguh dalam sudut hatinya jika ia bisa merubah takdir, Ia tidak rela jika Kenzo menikah dengan orang lain.
"Kamu serius Ken?"
"Ya, Apapun yang membuat mu tenang, Yang membuat mu bahagia akan ku lakukan, Bersiaplah menghadiri pernikahan ku."
Keduanya memaksakan senyum dalam tangis di hatinya. Kemudian mereka kembali saling memeluk untuk terakhir kalinya. Mencoba berlapang dada, Mengikhlaskan apa yang sudah di takdirkan untuk mereka.
•••
Setelah itu Nasywa pulang dengan hati yang lebih tenang.
Bahkan ia sedikit mengukir senyum untuk menyambut kepulangan Edward. Namun baru saja ia membuka pintu, Nasywa di kejutkan oleh Edward yang sudah berdiri menyambutnya.
"Edward..." lirih Nasywa tegang.
"Nasywa... Darimana saja, Aku sudah menunggu mu lebih dari satu jam."
"A-akkuuu..." belum sempat Nasywa menyelesaikan ucapannya, Edward melangkah mendekatinya. Di ambilnya paper bag yang ada di tangan Nasywa kemudian Edward memeriksa isinya.
Melihat isi dalam paper bag tersebut, Edward tersenyum menggigit bibir bawahnya.
"Dasar nakal! Jadi kamu pergi untuk beli ini?"
__ADS_1
Nasywa merasa bingung dengan reaksi Edward setelah melihat isi paper bag nya, Padahal Nasywa merasa hanya membawa pakaian nya yang tertinggal di apartemen Kenzo. "Lalu apa yang membuat Edward berkata demikian?" batin Nasywa.
"Baiklah... Siapkan dirimu, Aku dudah tidak sabar melihat mu memakainya."
Meskipun merasa bingung, Nasywa mencoba mengukir senyum dan menuruti perintah suaminya.
Begitu sampai di kamar, Nasywa duduk di tepi ranjang dan membuka paper bag yang ia bawa. Ia sendiri pun merasa sangat penasaran apa yang membuat Edward bersikap seperti tadi.
Setelah membukanya, Alangkah terkejutnya Nasywa melihat isi paper bag nya yang telah berubah.
"Apa ini? Di mana bajuku?"
"Bagaimana bisa bajuku berubah jadi lingerie seperti ini?"
Nasywa merasa heran dengan paper bag yang ia bawa sendiri dari apartemen Kenzo. Padahal ia ingat betul jika dia hanya mengambil pakaian yang ia kenakan saat pertama kali tiba di Jakarta, Tapi bagaimana bajunya berubah menjadi lingerie transparan yang super seksi? Pertanyaan itu bermain di benak pikiran Nasywa.
"Nasywa... Tok ... Tok... Tok...."
"Kenapa lama sekali, Cepet keluar kalau kamu sudah selesai mengganti pakaian mu."
"E... Ya, Beri Aku sedikit waktu lagi." tawar Nasywa.
Edward yang di balik pintu tersenyum menggelengkan kepalanya.
Ia benar-benar sudah tidak sabar melihat sang istri yang baru ia nikahi memakai lingerie putih warna kesukaannya.
Sementara Nasywa yang sudah mengganti pakaiannya dan telah mengenakan lingerie. Menatap dirinya dalam cermin. Ia merasa begitu malu harus berpenampilan seperti itu di hadapan Edward. Kemudian Nasywa menutup mata dan mengatur nafasnya yang berdebar begitu kencang.
Disaat mata masih terpejam tiba-tiba Nasywa di kejutkan oleh kedua tangan yang melingkar di pinggangnya. Nasywa yang merasa kaget menoleh ke belakang hingga tanpa sengaja hidung keduanya beradu.
Tidak mau menyia-nyiakan moment itu, Edward langsung mengecup bibir Nasywa dengan lembut.
__ADS_1
Keduanya kembali terdiam dan menatap dengan begitu lekat. Rasa malu yang sempat Nasywa rasakan juga memudar dengan sendirinya begitu Edward mulai aktif menelusuri kedalam lingerie yang Nasywa kenakan.
Tidak mau kembali membuat kesalahan yang mengecewakan Edward, Nasywa memejamkan mata memfokuskan diri pada sentuhan yang Edward berikan.
Nafasnya mulai menderu tatkala Edward mulai menyapu tengkuk dan terus turun ke pundak dan punggungnya. Bahkan karena sentuhan itu Nasywa merasa tubuhnya terasa lemah hingga membuat Edward harus menopang kedalam dekapannya.
Edward tersenyum kecil karena sentuhannya berhasil membuat Nasywa pasrah dan membiarkan dirinya membopong tubuhnya ke ranjang. Kemudian Edward mengangkat tengkuk leher Nasywa dan kembali melum'atnya.
Ciu'man yang awalnya lembut kini berubah menjadi panas ketika Nasywa juga ikut membalas apa yang Edward berikan.
Decapan demi decapan terdengar begitu menggai'rahkan di telinga masing-masing hingga membuat keduanya semakin memanaskan dan saling membuka pakaian satu sama lain.
"Nasywaaa... Ahhhh...." Edward menelusuri leher Nasywa dan menyesapnya dengan kuat hingga membuat Nasywa memekik kecil.
Mendengar itu, Edward semakin bersemangat dan berganti menyesap kedua bukit indah Nasywa secara bergantian.
"Edwaaaard.... Akhhhhh..." Nasywa meremad rambut Edward dengan begitu kencang saat merasa esapan Edward yang terasa mengalir ke seluruh tubuhnya seperti aliran listrik.
"Lakukan sekarang Edward... Hhhh..."
Edward tersenyum smirk melihat wajah Nasywa yang terlihat begitu sensual saat di ujung hasratnya.
"Edwaaaard... Please..." Nasywa menarik kedua lengan Edward untuk segera menuntaskan hasratnya yang sudah tak tertahankan lagi.
Rasa malu dan gugup yang sebelumnya ia rasakan, Kini berganti dengan penuh gairah.
"Tenanglah Sayang, Aku akan memberikan kenikmatan yang lebih dari yang pernah kamu rasakan sebelumnya."
Bersambung...
Wah kira-kira Edward akan ngasih beneran gak yah?
__ADS_1
Selamat malam Jumat 😜