Cinta Yang Haram

Cinta Yang Haram
Keputusan Nasywa


__ADS_3

"Baiklah, Gue pulang dulu." Kenzo bangkit dari duduknya. Meskipun tidak ada solusi atas permasalahannya. Namun ia sudah sedikit lega karena telah mengungkapkan kesedihannya pada sahabatnya tersebut.


"Kenapa buru-buru, Loe terlihat tidak baik, Menginap lah disini."


"Tidak, Gue harus cari Nasywa lagi, Gue gak bisa diam saja di sini sementara Nasywa di luar ntah tidur di mana, Sudah makan atau belum."


"Ken... Sebenarnya..." Edward yang merasa tidak tega ingin mengatakan bahwa Nasywa berada di apartemennya. Tapi Edward yang neligat Nasywa berdiri di celah pintu sambil menggelengkan kepalanya membuat Edward mengurungkan niatnya.


"Sebenarnya apa?"


"E... Sebenarnya gue ingin nemenin loe mencari Nasywa, Tapi gue harus ngantar pakaian ke saudara gue, Jadi maafin gue."


"Tidak masalah, Kalau gitu gue pergi dulu."


Edward mengantar Kenzo sampai pintu. Setelah memastikan Kenzo pergi, Ia langsung masuk ke dalam untuk meminta penjelasan dari Nasywa.


"Nasywa... Buka pintunya, Kenzo sudah pulang."


Nasywa yang sejak tadi tidak jauh-jauh dari pintu membuka pintu untuk Edward kemudian duduk di tepi ranjang. Ia tau pasti Edward akan meminta penjelasan darinya atas apa yang Kenzo ceritakan.


"Kenapa kamu menyembunyikan kebenaran tentang hubungan kalian?"


"Kebenaran apa? Apa yang Tante Sekar katakan, Apa yang yang Aku katakan itulah kebenarannya."


"Kebenarannya tidak sebatas itu Nasywa! Kalian menjalin cinta selama tiga tahun."


"Lalu apa itu bisa merubah kenyataan jika kami saudara sepersusuan? Tidak Edward, Meskipun kami sudah bersama sepuluh tahun, Itu tidak akan merubah jika kami adalah saudara sepersusuan yang sampai kapanpun tidak boleh menikah."

__ADS_1


"Lalu kenapa kalau tidak menikah, Banyak orang di dunia ini tidak menikah tapi bisa hidup bersama dengan bahagia."


"Itu bukan budaya kita Edward."


"Persetan dengan budaya, Kita yang menjalani, Jangan pedulikan penilaian orang lain."


"Tapi Aku peduli, Tante Sekar benar, Kenzo tidak bisa seperti ini terus, Dia harus menikah dengan pilihannya, Maka dari Aku harus menjauh dari Kenzo."


"Nasywa... Pikirkan lagi, Dia sangat mencintai mu bahkan sekarang dia kembali mencari mu meskipun dia tidak tau harus mencarinya kemana. Melihatnya seperti itu, Aku jadi benar-benar merasa bersalah padanya."


"Baiklah, Aku tidak akan membuat kamu merasa bersalah lagi padanya, Aku juga tidak akan membuat mu berbohong lagi kepadanya, Maafkan Aku telah merepotkan mu." dengan tetesan air mata, Nasywa melangkah keluar. Namun Edward langsung menariknya kembali ke sisinya.


"Lepaskan Aku Edward!"


"Aku tidak akan melepaskan mu, Kemana kamu mau pergi malam-malam begini?"


"Kemana saja, Yang penting tidak disini, Tidak membuat mu berbohong pada sahabat mu, Tidak membuat mu merasa bersalah padanya!"


"Lalu seperti apa, Sudahlah Edward biarkan Aku pergi!" Nasywa terus memberontak mencoba melepaskan tangan Edward yang begitu kuat mencengkram kedua pergelangan tangannya. Namun tenaganya tidak cukup mampu melepaskan tangan Edward yang semakin kencang mencengkeramnya.


"Edward... Lepaskan... Aww...!" Keduanya jatuh ke ranjang saling berhadapan dengan tangan Edward yang masih memegang erat kedua pergelangan tangan Nasywa.


Keduanya terdiam dan saling menatap satu sama lain untuk pertama kalinya dari jarak yang begitu dekat. "Oh God... Nasywa jauh lebih cantik saat di lihat dari jarak dekat seperti ini." batinnya.


Nasywa yang melihat tatapan lekat Edward, Mengalihkan pandangannya dan kembali memberontak.


"Lepaskan Aku!"

__ADS_1


Kali ini Edward melepaskan tangan Nasywa begitu saja.


Kemudian Ia mengikuti Nasywa yang beranjak duduk membelakanginya.


Edward melirik ke pergelangan tangan Nasywa yang terus di usap-usap olehnya. Dan alangkah terkejutnya Edward melihat cengkraman tangannya membekas di pergelangan tangannya.


"Nasywa ini...?!" Pergelangan tangan Nasywa yang putih bersih semakin memperlihatkan jelas bekas jari-jemari Edward yang mencengkram dengan begitu kuatnya.


"Nasywa maafkan Aku, Aku tidak bermaksud melukai mu."


Nasywa hanya terdiam dan berdiri menjauhi Edward.


"Maaf jika kamu tersinggung dengan kata-kata ku, Tapi sungguh Aku tidak bermaksud apa-apa. Aku hanya ingin yang terbaik untuk sahabatku."


"Jika kamu ingin yang terbaik untuk Kenzo, Maka dukung Aku untuk menjauhinya, Biarkan dia menikah dengan wanita lain, Karena jika dia masih terus bersama ku dia tidak akan mau menerima perjodohannya."


"Meskipun tidak ada kamu di sisinya, Kenzo belum tentu menerima perjodohannya." saut Edward.


"Semua butuh waktu, Kita lihat sampai kapan dia bisa bertahan?"


Edward terdiam menatap Nasywa yang terlihat bersungguh-sungguh dalam ucapannya.


"Edward, Jika kamu tidak membiarkan ku pergi dari sini, Tolong jangan pernah kasih tau keberadaan ku pada Kenzo.." Nasywa menjeda ucapannya.


"Ini demi kebaikannya, Please..." lanjutnya lagi.


"Ya, Baiklah..." Setelah mempertimbangkan apa yang Nasywa katakan akhirnya Edward memutuskan untuk menyetujui keputusan Nasywa.

__ADS_1


Bersambung...


📌 Kalau Rame, Up 3x sehari 😂


__ADS_2