
Nasywa tak lagi menjawab panggilan Kenzo hingga membuat Kenzo panik dan langsung berlari meninggalkan Apartemen. Ia bergegas memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Setelah berbulan-bulan berlalu, Ia pikir Nasywa telah bahagia bersama Edward hingga tak lagi menghubunginya. Namun apa yang terjadi sebenarnya, Kenapa Nasywa terdengar begitu kesakitan? Berbagai macam pertanyaan muncul dalam benaknya hingga membuat Kenzo tak berkonsentrasi dalam menyetir dan hampir menabrak kendaraan di depannya. Namun beruntung Kenzo masih bisa menghindar sehingga ia selamat dari kecelakaan.
Sementara di kota Malang, Herman yang tak memiliki harapan kembali bertu dengan Nasywa, Mengusir Hasna dari rumahnya dengan membawa wanita lain yang lebih muda dan cantik dari Hasna.
"Pergilah dari sini karena Aku sudah muak berpura-pura baik pada mu!"
triak Herman sembari melempar tas pakaian Hasna.
Hasna hanya tercenung tak percaya melihat sifat asli suami yang begitu ia cintai hingga tak mempercayai putri kandungnya.
"Apa yang kau lihat Hasna?! Kau pikir Aku benar-benar mencintai wanita tua seperti mu?"
"Ya, Mungkin dulu Aku mencintai mu, Tapi sejak Nasywa beranjak dewasa. Nasywa lah incaran ku. Aku sangat menginginkannya. Tapi dia selalu berhasil lolos dari ku!" dengan sendirinya, Herman menceritakan semua kelakuan bejat nya terhadap Nasywa selama ini.
Hasna yang mendengarnya begitu terkejut. Ia yang begitu mempercayai Herman hingga menepis kecurigaannya dan memilih merestui Nasywa menikah dengan syarat membebaskan Herman dari penjara, Justru harus menelan pil pahit dengan pengakuan Herman.
"Tunggu apa lagi, Sekarang pergilah dari sini dan jangan pernah kembali lagi!"
Jebrettt...!!! Herman langsung menutup pintu dengan begitu kerasnya tanpa memperdulikan Hasna yang masih berdiri di sana.
Kini Hasna benar-benar merasa menyesal karena tidak mempercayai putrinya sendiri dan memilih pria baj'ingan seperti Herman.
"Nasywa..." dengan melangkah meninggalkan rumah Herman, Hasna mencoba menghubungi Nasywa. Berkali-kali ia mencoba, Namun Nasywa tak juga mengangkat ponselnya.
"Apakah kamu begitu marah pada ibu sehingga kamu tak mau mengangkat telpon dari ibu?" tangis Hasna.
Setelah terdiam beberapa saat, Hasna memutuskan untuk menghubungi Kenzo. Kenzo yang masih berada dalam kecepatan tinggi dan rasa khawatirnya pada Nasywa, Langsung mengangkat ponselnya tanpa melihat siapa yang memanggilnya.
"Hallo..."
"Nak Kenzo..."
"Bu Hasna?"
"Nak Kenzo bagaimana kabar mu, Bagaimana kabar Nasywa?"
"Bu Hasna, Aku tidak tau apa yang tengah terjadi pada Nasywa, Yang jelas, Terakhir dia menelfon dia memintaku untuk menyelamatkan bayinya, Aku..."
Teeeeettttttttttt....!!!!
"Aaaaaaaaaaa...."
__ADS_1
"Nak Kenzooooo....!!!"
Jenddderrrrrrr....!!!
Hasna begitu shock mendengar suara tabrakan yang terdengar dengan begitu kerasnya. Terlebih Kenzo tak lagi melanjutkan ceritanya. Hanya terdengar bunyi klakson dan orang-orang yang meminta tolong.
"Nak Kenzo... Nasywa..." tangis Hasna pecah membayangkan apa yang terjadi dengan keduanya.
Sesuai apa yang Hasna dengan Kenzo memang mengalami kecelakaan maut yang mengakibatkan dirinya terhimpit di dalam kemudinya.
Tak lama kemudian ambulance dan beberapa anggota polisi tiba di lokasi, Setelah seseorang menghubunginya.
Dengan susah payah tubuh Kenzo berhasil di evakuasi dan segera di larikan ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, Perawat langsung menyambutnya dan meminta petugas untuk membaringkan tubuh Kenzo di atas Brankar.
Dari arah lain perawat juga tengah mendorong pasien ibu hamil yang tak lain adalah Nasywa yang di bawa oleh tetangganya.
Kedua Brankar itu bertemu di satu lorong rumah sakit. Brankar yang sejajar membuat punggung tangan Kenzo dan Nasywa saling bergese'kan membuat tubuh keduanya saling merespon satu sama lain.
"Mereka masih berbafas," ucap salah seorang perawat.
"Cepatlah bawa mereka ke ruang operasi dan hubungi keluarga mereka masing-masing."
Sementara tetangga yang membawa Nasywa, Segera menghubungi Edward untuk memberitahukan kondisi istrinya.
Tak lama kemudian, Sekar dan suaminya sampai di rumah sakit. Begitupun dengan Edward.
Mereka berada di ruangan berbeda menunggu oprasi keduanya.
Sekar terus menangis di pelukan suaminya sementara Edward merasakan kesedihan di sudut hatinya yang masih menyisakan sedikit cinta untuk Nasywa. Namun karena rasa sakitnya yang merasa di khianati membuat ia gelap mata menyiksa Nasywa dengan begitu kejamnya.
Taring...
Lampu operasi telah padam. Edward bergegas mendekati Dokter dan menanyakan keadaan Nasywa.
Dengan berat hati Dokter harus menyampaikan jika Nasywa tidak dapat di selamatkan.
"Tidaaaakkkk...!!! Tidak mungkin putraku telah tiada." di ruang operasi lainnya. Sekar juga tengah menerima kabar duka yang sama. Dimana Dokter nenyatakan jika Kenzo telah tiada.
"Ini tidak mungkin Dok, Istri ku tidak mungkin tiada," ucap Edward.
__ADS_1
"Tapi itulah kenyataannya Tuan. Bayi Anda juga tengah dalam masa kritis."
Mendengar kata bayi Edward terdiam sejenak. Kemudian ia hanya mengikuti perawat yang mengantarnya untuk melihat bayinya yang masih di tempatkan di ruang bayi.
Edward menatap bayi yang beratnya hanya 1,9kg itu dengan selang yang menempel di seluruh tubuhnya. Perlahan ia mendekati inkubator untuk melihatnya lebih dekat. Namun belum sempat ia mendekat, Perawat memanggilnya untuk mengurus jenazah Nasywa.
Dengan tetesan air mata. Edward melihat Nasywa untuk terakhir kalinya.
Dari ruang jenazah, Edward bertemu dengan kedua orang tua Kenzo yang juga tengah mengurus kepulangan jenazah Kenzo.
Edward semakin merasa hancur mendengar sahabatnya yang juga telah tiada bersamaan dengan kematian istrinya. Terlebih hubungan mereka yang tidak baik beberapa bulan ini membuat penyesalan tersendiri di hati Edward. Namun penyesalan tinggalan penyesalan.
Ia tidak bisa merubah takdir yang telah merenggut istri dan sahabatnya.
Keesokan harinya Edward dan kedua orang tua Kenzo sepakat untuk memakamkan jenazah Nasywa dan Kenzo bersebelahan.
Sekar tak berhenti menangis meratapi kepergian putra satu-satunya. Terlebih semasa hidupnya Kenzo begitu menderita karena cintanya yang tidak kesampaian, Membuat Sekar semakin merasa bersalah karena tanpa sengaja telah mengakibatkan Kenzo dan Nasywa menjadi saudara sepers'usuan.
Tidak berbeda dengan kedua orang tua Kenzo, Edward pun begitu menyesali perbuatannya. Terlebih setelah menerima hasil tes DNA yang menyatakan jika bayi lelaki yang Nasywa lahirkan adalah darah dagingnya, Hal itu benar-benar membuat Edward semakin menyesali segala perbuatannya karena tidak mempercayai Nasywa.
"Nasywa... Maafkan Aku." tangis Edward mengusap foto Nasywa yang terdapat di atas makamnya.
Setelah meratapi kepergian Nasywa, Edward beralih pada makam Kenzo dan meminta maaf padanya.
"Ken... Maafin gue, Maafin gue karena gue membuat orang yang begitu loe cintai menderita. Maafin gue juga karena tidak mempercayai mu." Edward terus menangis meratapi keduanya hingga tangisnya terhenti oleh dering ponselnya.
Seakan hukumannya belum berakhir, Edward kembali di kejutkan oleh kabar kematian putranya di rumah sakit.
T.A.M.A.T
📌 Terimakasih buat yang sudah baca dari awal sampai akhir.
Kalau ada yang komen Novel ini gak ada bahagianya memang begitulah konsepnya. Di dunia ini terkadang ada orang yang tidak mendapat kebahagiaan semasa hidupnya. Mungkin di akhirat Allah telah menyiapkan kebahagiaan yang kekal untuk nya.
Jadi ambil baiknya jika ada kebaikan dari novel ini, Tapi jika tidak anggap saja sebagai hiburan semata.
❤️❤️❤️
Nantikan Novel Author selanjutnya...
__ADS_1
"Menikahi Ayah Pelakor" Coming soon 🤗