
Nasywa terus mencoba membuka pintu dengan kesal. Ia benar-benar merasa di tipu oleh Kenzo hingga ia melupakan Edward yang mengatakan hanya ke kantor sebentar.
Melihat perubahan sikap Nasywa setelah menikahi Edward,
Kenzo dengan sikap dinginnya menangkap tangan Nasywa yang terus memukul-mukul pintu.
"Apa kamu begitu tersiksa berada dalam satu ruangan dengan ku?"
Nasywa hanya melirik Kenzo sesaat dan kembali menarik-narik gagang pintu dengan paksa.
"Baru satu malam kamu menikah dengan nya, Tapi kamu sudah begitu membenci ku tanpa Aku tahu kesalahan ku." lanjut Kenzo.
Nasywa terdiam menghentikan tangannya yang sibuk memaksa agar pintunya terbuka.
"Baiklah Nasywa, Jika memang bertemu dengan ku begitu menyiksa mu, Maka jadikan pertemuan ini menjadi pertemuan terakhir kita."
Mendengar hal itu Nasywa langsung menatap Kenzo dan mengingat foto yang ia lihat di ponselnya. "Apa maksud perkataannya, Apa dia benar-benar akan melakukannya?" batin Nasywa.
Ia yang menjadi panik, Langsung menarik tangan Kenzo yang ingin melangkah pergi dari hadapannya.
__ADS_1
"Apa yang ingin kamu lakukan Ken?"
Kenzo hanya terdiam dan melepaskan tangan Nasywa dari pergelangan tangannya. Kemudian ia mengambil pisau buah yang terdapat di atas nakas.
Melihat hal tersebut Nasywa langsung berlari memeluk Kenzo dan menangis di punggungnya.
"Jangan lakukan itu Ken, Jangan lakukan..."
Mendengar Nasywa menangis, Kenzo memutar tubuhnya dan mengusap air mata yang mengalir di pipinya. "Apa yang kamu pikirkan, Aku hanya ingin membuka pintu dengan pisau ini, Aku tidak tau kemana kunci pintunya."
Mendengar hal itu Nasywa semakin merasa bingung dengan apa yang terjadi. Kemudian Nasywa memegang tangan Kenzo untuk memeriksa apakah ada bekas ja'rum sun'tik seperti apa yang di lihat dalam foto yang ia terima. Namun baik tangan kiri maupun tangan kanannya nampak mulus tak terlihat satu titik pun noda, Apa lagi bekas ja'rum sun'tik.
"Ken, Kamu tidak akan pernah berpikir untuk bun'uh diri kan?"
"Apa! Bun'uh diri?"
Nasywa menganggukkan kepalanya dengan sedih.
"Kenapa kamu berpikir demikian?"
__ADS_1
"Aku mendapat beberapa foto dari nomor tak di kenal yang menunjukkan kamu semalaman tidak baik-baik saja."
Melihat kekhawatiran Nasywa, Kenzo dapat sedikit tersenyum, Rupanya Nasywa masih peduli padanya, Padahal sebelumnya ia pikir Nasywa sudah begitu marah dan membencinya.
"Ken... Kenapa kamu diam, Jawab pertanyaan ku?"
"Tidak akan Nasywa, Aku tidak akan melakukan apapun yang akan membuat mu sedih dan merasa bersalah. Meskipun kamu tidak lagi bersama ku dan telah menikah, Aku akan terus berusaha hidup untuk melihat mu bahagia."
Mendengar hal itu, Nasywa menjadi sangat terharu dan memeluk Kenzo seakan tak menyadari Kenzo yang hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya. Sementara Kenzo yang mendapat pelukan itu tiba-tiba, Menahan nafasnya dalam-dala. Ia tidak ingin sentuhan itu membuat juniornya menggeliat dan membuatnya lupa jika sekarang Nasywa bukan hanya saudara sepers'usuan nya, Melainkan setatusnya kini telah menjadi istri dari sahabatnya.
"Menikahlah dengan Mbak Tania Ken..."
Ucapan itu membuat Kenzo tersentak dari apa yang tengah menjalar di dalam tubuhnya. Ia merenggangkan pelukannya dan menatap Nasywa seakan tak percaya dengan apa yang baru saja Nasywa katakan.
"Apa maksudmu menyuruhku menikah dengan nya?"
"Ken... Kenapa kamu begitu terkejut, Aku meminta mu menikah dengan Mbak Tania jauh sebelum Aku menikah. Dan sekarang Aku sudah menikah, Aku sedang berusaha membina rumah tangga ku dengan Edward, Aku harap kamu juga melakukan hal yang sama dengan ku."
Kenzo berbalik badan membelakangi Nasywa. Mendengar permintaan Nasywa, Ia kembali mengingat kejadian tadi pagi yang membuatnya terkejut, Dimana Tania mengatakan jika mereka telah menghabiskan malam bersama.
__ADS_1
Bersambung...