Cinta Yang Haram

Cinta Yang Haram
Dilema


__ADS_3

Semua Orang menatap Edward atas pengakuan yang baru saja ia katakan. Hasna yang tidak mengenalnya, Kenzo yang semakin merasa resah akan kehilangan Nasywa selamanya dan Nasywa yang bertanya-tanya kenapa Edward melakukan itu.


"Jadi kamu menyerahkan kehormatan mu padanya. Pria yang kamu ceritakan tadi, Pria yang baru kamu kenal?"


Nasywa menggelengkan kepalanya dengan sedih. Tak tau harus mengiyakan atau menyangkal ucapan ibunya.


"Bu Hasna..."


"Ini salahku." lagi-lagi Edward tidak memberi kesempatan Kenzo untuk bicara.


"Maafkan Aku, Aku bersalah dan Aku akan bertanggung jawab dengan menikahi Nasywa secepatnya."


Kenzo yang mendengarnya merasa sesak. "Inkaah saatnya ia benar-benar kehilangan Nasywa?" Kenzo terus membatin. Andai saja mereka bukan saudara sepers'usuan pasti ia akan menyangkal pengakuan Edward dan mengaku dialah yang merenggut kesucian Nasywa.


"Baiklah dengan satu syarat," ucap Bu Hasna.


"Syarat apa yang harus ku penuhi ibu?" tanya Edward.


"Aku ingin bertemu dengan Mas Hernan, Aku ingin dia yang menemani ku, Setelah ibu sembuh, Kalian bisa menikah."


"Itu tidak akan terjadi Bu Hasna!" tegas Kenzo.


Kini semua orang menatap Kenzo.


"Dia suda berkali-kali mencoba memperko'sa Nasywa, Orang sepertinya pantas mendekam di penjara!"

__ADS_1


"Mencoba. Hanya mencoba, Itupun versi Nasywa kan? Tapi pada kenyataannya pria ini yang merenggut kesucian Nasywa, Jika ada yang harus di penjara dialah orangnya!"


Mendengar hal itu, Kenzo tak berkutik. Ia tidak mungkin menolak permintaan Bu Hasna dan membiarkan Edward di penjara atas kesalahan yang tidak ia lakukan.


"Bapak benar-benar sudah mencuci otak ibu, Dia lebih mempercayainya daripada putrinya sendiri." batin Nasywa.


"Baiklah, Bu Hasna akan mendapat apa keinginan ibu. Tapi Aku minta maaf, Jika Aku tidak bisa membiarkan Nasywa tinggal bersama kalian lagi!"


Bu Hasna tercengang mendengar apa yang Edward katakan. Hatinya mulai merasa ragu dengan apa yang ia percayai.


"Ayo Nasywa!" Tanpa meminta persetujuan siapa pun Edward menarik tangan Nasywa keluar dari ruangan.


Bu Hasna hanya bisa melihat putrinya di bawa Edward. Ia tidak beranjak dari tempat tidur karena kepercayaannya lebih besar kepada Hernan. Sementara Kenzo langsung mengejar Edward yang dengan cepat keluar dari rumah sakit.


"Edward... Kamu mau membawa ku Kemana, Aku tidak akan membiarkan ibu tinggal bersama Bapak." Nasywa yang tertatih-tatih mengimbangi langkah Edward yang begitu cepat mencoba melepaskan tangannya.


"Ibu mu lebih mempercayainya dan memilih bersama baj'ingan itu daripada putrinya, Lalu apa kamu akan tetep tinggal bersama mereka dan membiarkan baj'ingan itu berhasil mendapatkan yang ia inginkan?"


Nasywa menggelengkan kepala dengan linangan air mata. Tak tega melihat Nasywa menangis seperti itu Edward meraih tubuh Nasywa dan meletakan kepalanya di dadanya.


Disaat itu juga Kenzo sampai di sana dan melihat pemandangan itu. Dimana dengan lembut Edward mengusap-usap kepala Nasywa sambil terus meyakinkannya.


Tak tergambarkan betapa sakitnya hati Kenzo melihat Nasywa yang semakin terlihat nyaman dalam dekapan Edward. Seandainya saja status mahram mereka tidak berubah, Tentu sekarang ini ia yang berada di posisi Edward.


Tidak berhenti sampai disitu, Kenzo kembali terkesiap melihat Edward yang membawa Nasywa bersamanya. Kenzo segera berlari mengejar mereka dan menghentikannya.

__ADS_1


"Loe mau bawa Nasywa kemana?" tanya Kenzo mencekal tangan Edward.


Edward hanya menatap Kenzo sinis sambil melepaskan tangan Kenzo dari pergelangan tangannya.


"Loe sudah denger kan tadi di dalam?"


"Apa loe serius akan menikahi Nasywa?"


"Apa gue terlihat main-main?"


"Edward, Nasywa...."


"Aku tidak peduli apa yang sudah terjadi pada kalian, Yang terpenting setelah Nasywa menikah dengan ku, Tidak ada lagi hubungan lebih antara kalian berdua!"


"Edward..." dengan perasaan bersalah Nasywa menengahi keduanya.


"Aku tidak ingin karena kehadiran ku, Persahabatan kalian jadi rusak, Aku juga merasa tidak pantas untuk mu Edward..."


"Tidak ada yang rusak jika Ken menyadari dan menerima jika kamu hanyalah saudara sepers'usuan yang sampai kapanpun tidak akan pernah bisa ia nikahi."


"Dan jika dia sahabat yang baik dan mempercayai ku, Tentu dengan ikhlas ia akan merelakan diri mu padaku."


Kenzo menarik nafas dalam-dalam, Dalam benaknya ia membenarkan semua ucapan Edward. Mungkin ia bisa bertahan dengan hubungan yang tidak ada solusinya itu, Tapi bagaimana dengan Nasywa? Bagaimana jika kelak semua orang tau dan memandang rendah Nasywa seperti yang ibu kandungnya lakukan padanya?


Kenzo terus bergelut dengan pikirannya. Rasa tak relanyanya melepaskan Nasywa mulai memudar menatap kesedihan yang harus Nasywa tanggung akibat kesalahan mereka berdua.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2