
Setelah mengetahui kenyataan tentang Tania, Kenzo semakin berpikir ulang untuk melanjutkan pernikahannya.
Kenzo yang terus menatap Tania dengan berbagai macam pertanyaan, Di kagetkan oleh suara kedatangan kedua orang tua Tania dan juga kedua orang tuanya di luar ruangan. Kenzo pun beranjak bangun dari duduknya dan melangkah keluar.
Ckleekkk...
"Kenzo, Bagaimana keadaan Tania?" tanya ibunda Tania panik.
"Dia masih belum sadarkan diri."
Mendengar hal itu, Ibunda Tania langsung masuk ke dalam melihat putri kesayangannya.
Setelah kedua orang tua Tania masuk, Sekar mendekati putranya untuk menanyakan kondisi calon menantunya.
"Apa kata Dokter?"
"Tania..." Kenzo merasa ragu untuk mengatakannya.
"Tania kenapa?"
"Tania hamil Mih."
"Apa! Hamil?! Jadi kamu sudah menghamili Tania?"
"Apa yang Mamih katakan, Tania memang hamil tapi belum tentu itu Anak ku?"
"Apa maksudnya belum tentu?" lanjut Clarence.
__ADS_1
"Jadi kamu sudah melakukan itu sebelum pernikahan?" sambung Sekar lagi.
"Papih Mamih, Berhentilah memberondong ku dengan pertanyaan kalian, Aku melakukannya dengan tidak sadar." Kenzo menjeda ucapannya.
"Pada saat malam pernikahan Nasywa, Aku mabuk berat dan Tania memanfaatkan keadaan ku."
"Pernikahan Nasywa kan baru terjadi sebulan lebih, Berapa Minggu kandungan Tania?" tanya Sekar.
"Dokter bilang sekitar sepuluh minggu lebih,"
"Bohong! Itu tidak mungkin terjadi!" saut Ibunda Tania yang mendengar pembicaraan mereka.
"Terserah Tante mau percaya atau tidak, Yang jelas itu bukan bayi ku!"
"Kamu tidak bisa lari dari tanggung jawab dong Ken, Kamu kan juga pernah tidur dengan Tania, Jadi ada kemungkinan kamu lah Ayah nya."
•••
Sesampainya di rumah, Edward melempar jas nya dengan kesal.
Hatinya merasa gusar karena Kenzo tidak jadi menikah. Ia benar-benar merasa khawatir jika Kenzo tidak jadi menikah, Akan kembali mempengaruhi pernikahannya dengan Nasywa.
"Edward, Kenapa kamu marah?"
"Nasywa! Apa kamu merasa senang Kenzo tidak jadi menikah?"
"Apa maksud mu?"
__ADS_1
"Nasywa, Aku tau kamu belum bisa melupakan Kenzo sepenuhnya kan? Dan sekarang dalam hati mu pasti sedang bersorak bahagia karena Kenzo tidak jadi menikah!"
"Edward! Apa yang kamu katakan, Kenapa kamu cemburu tak beralasan?"
"Ada alasannya Nasywa! Kalian sudah pernah menghabiskan malam bersama, Dan Aku yakin kamu pasti tidak bisa melupakan malam itu karena itu pertama kalinya untuk mu!"
"Edward! Ucapan mu semakin ngelantur, Itu semua hanya masa lalu, Bukankah kamu sendiri yang mengatakan akan menerima semua masa lalu ku, Lalu kenapa sekarang kamu mengungkitnya lagi?"
Edward terdiam, Hatinya masih belum merasa puas mengungkapkan apa yang menjadi ganjalan di hatinya. Namun Nasywa yang sudah merasa kesal, Meninggalkan Edward yang terlihat masih ingin mengatakan sesuatu. Hal itu membuat Edward kesal dan mengejar Nasywa dengan menarik tangannya.
"Nasywa! Aku belum selesai bicara! Beginikah cara mu bersikap kepada suami mu?!"
"Edward... Sejak awal kamu tau keadaan ku, Kenapa kamu tetap mau menerima ku jika di hati kecil mu masih tidak menerima ku?!" Nasywa mencoba melepaskan cengkraman tangan Edward pada pergelangan tangannya. Namun Edward terus mencengkamnya dengan kuat hingga tarik menarik pun terjadi.
"Edward lepaskan!"
"Tidak akan!"
"Edward..." tiba-tiba Nasywa menghentikan perlawanannya dengan tubuh yang begitu lemas. Melihat hal itu, Edward menjadi begitu khawatir dan melepaskan cengkraman tangannya.
"Nasywa..."
"Nasywa!" Edward langsung menangkap tubuh Nasywa yang tiba-tiba jatuh pingsan.
"Nasywa bangun Nasywa! Maafkan Aku." Edward menepuk-nepuk pipi Nasywa untuk menyadarkannya. Namun tidak ada respon dari Nasywa sehingga dengan segera Edward membopong tubuh Nasywa dan membawanya ke rumah sakit.
Bersambung...
__ADS_1