
Herman mencoba menyentuh lengan Nasywa namun langsung di tepis olehnya. "Bagaimana keadaan ibu Pak, Nasywa ingin bertemu,"
"Kenapa terburu-buru Sayang, Kemarilah."
"Pak!" Nasywa kembali menghindar dari tangan Herman yang kembali ingin menyentuhnya. Hal itu membuat Herman kesal dan mencengkam paksa lengan Nasywa.
"Aowh" ringis Nasywa.
"Nasywa!" Kenzo memekik kecil tatkala melihat apa yang Herman lakukan pada Nasywa. Ingin sekali ia langsung keluar dan Menghajar Herman saat itu juga. Namun Nasywa yang menyuruhnya menunggu dan tidak boleh gegabah menahan diri untuk bertindak.
"Sekarang ikut Bapak!" Herman menyeret Nasywa kedalam dan menghempaskan tubuh Nasywa dengan kasar ke kamarnya.
Naf'su bina'tang nya ingin segera menerkam putri tirinya yang sudah bertahun-tahun ia dambakan. Dan tanpa membuang waktu lagi, Herman membuka pakaiannya jemudian merangkak naik keatas tubuh Nasywa sembari menekan kedua pergelangan tangannya.
"Ibuuu... Ibuuuu..." pekik Nasywa memberontak.
"Teriaklah sampai suara mu habis, Kamu tidak akan bertemu ibu mu sebelum melayani ku!"
"Apa yang Bapak lakukan pada ibu?"
"Diamlah dan layani Aku, Maka kamu akan mengetahuinya." Herman mencoba mendekatkan wajahnya pada Nasywa dan di saat bersamaan, Kenzo masuk membawa polisi yang telah menyaksikan sendiri kejahatan Herman.
Herman yang langsung di sergap dua polisi tak bisa berkutik. Namun wajahnya menunjukkan amarahnya pada Kenzo yang kini telah berdiri di samping Nasywa.
"Kenapa kamu memanggil polisi Ken?" tanya Nasywa khawatir.
"Apa Aku harus membiarkan dia menyentuh mu?"
"Tapi dia belum memberitahu keberadaan ibu."
"Lalu apa kamu akan menyerahkan tubuh mu agar dia mau bicara?"
__ADS_1
Nasywa terdiam bingung. Dalam hati kecilnya ia sungguh tidak sudi di sentuh oleh Herman. Namun ia tidak bisa memikirkan cara lain membuat Bapak tirinya mengatakan dimana keberadaan ibunya.
"Sekarang katakan di mana Bu Hasna?" tanya Kenzo mencengkam kerah baju Herman.
"Cih! Jangan harap Aku akan memberitahukan keberadaan Hasna pada mu sebelum Aku mendapatkan yang ku inginkan!"
"Kalau begitu, Mendekamlah di penjara!" Kenzo melepas Herman dengan paksa dan menyuruh polisi membawanya.
"Sekarang ikut kami," Polisi langsung membawa Herman masuk ke mobilnya. Namun Herman tetap bersikap tenang seperti telah menyiapkan rencana cadangan, Bahkan ia tertawa licik kepada Nasywa dan Kenzo yang melihatnya di atas mobil polisi.
"Buat Mas dan Mbak nya ikut kami untuk memberikan keterangan di kantor."
"Baiklah, Kami akan menggunakan mobil sendiri."
Sepanjang perjalanan Nasywa merasa cemas karena belum mengetahui keberadaan ibunya. Mengingat ekspresi wajah Herman, Nasywa merasa tidak yakin dengan keputusan Kenzo yang memanggil polisi.
"Nasywa tenanglah, Pak Herman tidak akan bisa lagi menyentuh mu maupun mengancam mu."
"Polisi akan membuatnya bicara, Percayalah."
Nasywa menarik nafas dalam-dalam mencoba mempercayai apa yang Kenzo katakan.
•••
Setelah memberikan pernyataan, Nasywa dan Kenzo menunggu Hernan menjawab beberapa pertanyaan dari polisi, Termasuk mengenai keberadaan Bu Hasna. Namun Herman terus membungkam mulutnya dan tidak mau menjawab pertanyaan itu Sehingga polisi harus bersikap tegas padanya.
"Kami bertanya satu kali lagi, Dimana keberadaan Bu Hasna atau kami akan memperberat hukuman mu!" sambil mencengkram erat kerah Hernan, Polisi menodongkan pistol ke kepalanya.
"Baiklah akan ku katakan," ucap Herman yang masih terlihat begitu tenang.
Nasywa langsung bangkit dari duduknya dan tak sabar mengetahui dimana keberadaan ibunya.
__ADS_1
"Katakan!" tegas polisi lagi.
"Dia ada di RSU ibu dan anak."
"Apa! Jadi yang ada dalam video itu benar?" tanya Nasywa.
"Aku sudah menjawabnya, Jadi Aku tidak perlu menjelaskan secara detail." Herman tersenyum smirk seoalah masih menyimpan kartu As untuk melawan Nasywa.
"Mas Kenzo dan Mbak Nasywa sepertinya interogasi kali ini sudah cukup. Biar kami membawanya ke sel."
"Terimakasih untuk kerjasamanya," ucap Kenzo.
Setelah keluar dari kantor polisi mereka langsung menuju rumah sakit. Dan sesuai yang di katakan Herman, Memang benar Bu Hasna tengah di rawat di sana, Namun yang membuat Nasywa shock adalah, Ibunya dalam keadaan kritis karena baru saja mengalami keguguran dan membutuhkan golongan darah yang tak tersedia di rumah sakit.
"Jadi ini alasan Herman bersikap begitu tenang," batin Nasywa.
"Ada apa Nasywa?"
"Ken, Darah ibu O- Dan golongan darah ini hanya bisa menerima transfusi dari golongan darah yang sama."
"Ya Aku tau, Lalu?"
"Ken kamu gak denger barusan Dokter bilang apa, Tidak ada stok darah di rumah sakit, Dan golongan darah yang sama dengan ibu hanya Bapak."
"Apa?!" Kenzo begitu tercengang mendengarnya.
Nasywa mengangguk sedih ia tidak tau rencana apa lagi yang tengah di susun oleh Herman untuk mendapatkan keinginannya.
Bersambung...
Maaf Slow Up, Dari kemarin ACC lama sekali,
__ADS_1
Jadi kurang semangat 😕🙏