
Setelah selesai sarapan, Edward bersiap untuk berangkat ke kantor.
Sementara Nasywa yang melihat Edward dari pantulan cermin hanya berdiri di ambang pintu.
Melihat Nasywa yang terlihat murung, Edward tidak bisa mengabaikannya begitu saja, Ia menoleh ke belakang dan mendekatinya.
"Bukankah kamu sudah mengambil cuti?" tanya Nasywa yang seolah tidak ingin di tinggal oleh Edwar.
"Aku hanya akan ke kantor sebentar untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan penting. Setelah itu Aku akan pulang dan menghabiskan waktu bersama mu, Hmm?" dengan lembut Edward mengangkat dagu Nasywa yang terus tertunduk sedih.
"Baiklah, Aku akan menunggu mu."
Edward mengangguk dan mengecup kening Nasywa.
Kemudian ia meninggalkan Apartemen tanpa menoleh lagi ke belakang.
Setelah kepergian Edward, Nasywa masuk ke kamar dan mendengar Notifikasi pesan di ponselnya. Ia pun segera mengambil benda pipih itu dan melihat pesan masuk di aplikasi berwarna hijau tersebut.
Ia melihat ada beberapa pesan gambar dari nomor yang tidak tercatat di ponselnya. Dengan rasa penasaran, Satu-persatu Nasywa mengunduh gambar tersebut. Begitu gambar terunduh Nasywa langsung membelalakkan mata melihat foto Kenzo yang nampak begitu ma'buk di sebuah club malam. Kemudian Nasywa melihat foto kedua yang memperlihatkan Kenzo mulai tak sadarkan diri, Masih penasaran dengan foto selanjutnya, Nasywa mengunduh foto ke tiga yang memperlihatkan Kenzo berbaring di ranjangnya dengan jarum suntik yang masih menan'cap di tangannya. Seketika Nasywa langsung menangis dan panik melihat keadaan pria yang hingga kini masih singgah di dalam hatinya.
__ADS_1
"Ken..."
"Apa kamu begitu terluka dengan pernikahan ku sampai kamu seperti ini?" tangis Nasywa.
Nasywa yang menjadi sangat khawatir memikirkan hal terburuk pada Kenzo langsung bergegas mengambil mini bag nya dan berlari meninggalkan Apartemen Edward tanpa berpikir dua kali.
"Tidak ada yang boleh terjadi pada Kenzo, Jika sampai terjadi sesuatu padanya Aku akan merasa bersalah seumur hidup." batin Nasywa sambil menghentikan taksi yang lewat.
Sepanjang perjalanan, Nasywa tidak bisa berhenti memikirkan Kenzo dan berdoa agar tidak terjadi sesuatu padanya. Hingga saat ia sampai di apartemen Kenzo, Nasywa yang mencoba mengetuk pintu, Mengurungkan niatnya karena pintu yang sudah sedikit terbuka.
Dengan berlari tergopoh-gopoh, Nasywa langsung menuju kamar Kenzo. Lagi-lagi pintu kamar juga sedikit terbuka hingga tanpa berpikir lagi Nasywa langsung masuk ke dalam kamar. Namun alangkah terkejutnya Nasywa melihat Kenzo yang terlihat begitu segar dengan rambut basah dan balutan handuk yang melilit pinggang yang menandakan ia baru saja selesai mandi. Jauh sekali dari apa yang ia lihat di foto yang seseorang kirim ke nomornya.
Seperti merasakan kehadiran seseorang, Kenzo menoleh ke belakang dan langsung membelalakkan mata melihat Nasywa yang berada di dalam kamarnya.
"Ken... kamu..."
Jebrettt...!!!
Pintu kamar tiba-tiba tertutup dari luar. Hal itu membuat Nasywa panik dan menggedor-gedor pintu tersebut.
__ADS_1
Melihat Nasywa panik, Kenzo melangkah mendekatinya.
Bhrukkk... Bhrukkk... Bhruk... Nasywa terus menggedor-gedor pintu tersebut tanpa mempedulikan Kenzo yang kini berdiri di sampingnya memperhatikan dirinya.
"Nasywa... Tenanglah..."
Mendengar hal itu, Nasywa berhenti menggedor pintu dan menatap Kenzo dengan tatapan penuh curiga.
"Ada apa, Kenapa menatap ku seperti itu?"
"Kau sengaja melakukan ini?" tanya Nasywa penuh kekesalan.
"Apa, Melakukan apa, Apa yang kamu maksud?"
"Tidak usah berpura-pura Ken! Kamu pasti sengaja bersandiwara agar Aku datang kemari kan?!"
"Sandiwara apa Nasywa, Aku tidak mengerti apa yang sedang kamu katakan?"
"Aku benar-benar tidak menyangka kamu bisa melakukan ini Ken!"
__ADS_1
Kenzo terdiam bingung dengan apa yang Nasywa katakan. Ia benar-benar tidak tahu apa yang membuat Nasywa datang dan begitu marah padanya.
Bersambung...