Cinta Yang Haram

Cinta Yang Haram
Menuntaskan


__ADS_3

Edward masih menatap Nasywa yang diselimuti kabut gair'ah.


Wajah yang begitu sensual menahan hasrat yang ingin segera di tuntaskan, Membuat Edward ingin terus memandangnya.


"Edwaaaard..." Nasywa yang tidak juga mendapatkan apa yang ia inginkan segera bangkit dan meraih milik Edward dan segera memasukkan ke mulutnya. Dengan rakus ia memaju mundurkan benda tumpul itu hingga si empunya mengerang nikmat.


"Oughhhhhhhh... Nasywaaa..." Edward menengadahkan kepalanya ke atas sambil menjauhkan kepala Nasywa yang seakan ingin menelan utuh-utuh miliknya. Namun hal itu tidak membuat Nasywa melepaskan benda tumpul itu dan semakin bersemangat untuk terus menikmatinya.


Edward yang sudah merasa tidak tahan lagi meledakkan cai'ran hangat nya bebarengan dengan Nasywa yang melepaskan miliknya.


"Aaaarrrrrrggghhhhhh..." setelah mengatur nafasnya. Edward mengangkat dagu Nasywa dan mengusap bibirnya dengan ibu jarinya.


Kemudian Edward melum'at nya sesaat dan menarik kedua kaki Nasywa ke arahnya.


"Giliran mu Sayang." Edward langsung menghentak dengan penuh tenaga hingga membuat Nasywa tak berhenti mendes'ah.


Tidak memberi jeda untuk Nasywa beristirahat Edward membalik tubuh Nasywa dan kembali melesapkan miliknya. Hentakan dan rema'san kuat di bo'kongnya, Membuat Nasywa semakin menggila hingga membuatnya tak berhenti mendes'ah.

__ADS_1


"Ssshhhhh.... Akhhhhh Akhhh Akhhh... Edwaaaard..." Namun ketika Nasywa akan segera mencapai puncaknya Edward kembali menghentikan hentakannya. Hal itu membuat Nasywa frustasi dan kembali mengiba untuk segera di tuntaskan.


"Edward jangan lakukan ini... Aku sudah tidak tahan lagi..."


Edward tersenyum dan menarik rambut Nasywa hingga wajahnya menengadah ke atas dengan dada yang membusung dan nafas yang naik turun membuat Nasywa terlihat begitu sensual di mata Edward.


"Katakan dulu, Bagaimana permainan ku?" tanya Edward di telinga Nasywa dengan mengatupkan giginya.


"Permainan mu enak sekali Edward, Cepat lanjutkan." Nasywa yang menahan hasratnya asal menjawab pertanyaan Edward.


"Apa lebih enak dari Kenzo?"


Mendengar pujian yang diberikan Nasywa, Edward tersenyum bangga dan kembali mendorong tubuh Nasywa untuk menuntaskan permainannya dengan penuh gair'ah yang membara.


•••


Sejak malam itu, Hubungan Edward dan Nasywa semakin mesra,

__ADS_1


Tidak ada malam yang mereka lewatkan tanpa bercinta.


Karena hal itu juga perlahan Nasywa mulai melupakan perasaannya pada Kenzo, Ia mulai menerima Edward dengan sepenuh hati, Bahkan saat ia mengetahui jika Kenzo akan segera menikahi Tania, Ia sudah tidak terlalu merasa sedih. Justru Nasywa merasa lega karena bukan hanya dirinya yang melanjutkan hidupnya. Tapi Kenzo juga akan segera melanjutkan hidupnya tanpa berharap lagi padanya.


"Kamu terpengaruh dengan undangan itu?" tanya Edward memeluk Nasywa dari belakang.


Nasywa tersenyum dan memutar tubuhnya menatap Edward.


"Tidak, Justru Aku merasa bahagia, Akhirnya Ken juga akan segera menikah."


"Jangan pernah khianati cinta dan kepercayaan ku Nasywa, Aku bisa menerima semua masa lalu mu, Tapi tidak penghianatan."


Mendengar kata-kata Edward yang begitu serius, Nasywa tercenung.


Ia jadi merasa takut jikalau suatu saat membuat kesalahan dan membuat Edward kecewa dan tak mengampuni kesalahannya.


Sementara di tempat lain dengan sangat bahagia, Tania tengah fitting baju pengantin yang akan ia kenakan dua hari lagi. Akhirnya penantiannya selama ini akan segera berakhir di pelaminan. Namun tidak dengan Kenzo yang nampak murung memikirkan keputusannya yang sudah ia ambil tanpa berpikir panjang. Waktu itu begitu Nasywa pulang dari apartemennya, Kenzo langsung meminta Tania menjadi istrinya. Tentu saja Tania langsung menyetujui itu dengan sorak sorai di hatinya.

__ADS_1


Meskipun ia telah berusaha keras untuk mengikhlaskan Nasywa dan menerima pernikahannya dengan Tania. Namun kini Kenzo di selimuti keraguan di dalam hatinya.


Bersambung...


__ADS_2