
Kenzo mengerjapkan mata merasakan hangatnya sinar mentari yang terasa menyengat wajahnya. Ia menutupi wajah dengan telapak tangannnta sembari menoleh ke sisi kiri ranjangnya. Alangkah terkejutnya Ken melihat seorang gadis tidur di sampingnya hanya berbalut selimut yang sama dengan nya.
Kenzo yang masih tak percaya dengan apa yang ia lihat mengusap-usap matanya berharap ia hanya salah lihat. Namun gadis itu tetap ada di hadapannya dengan posisi tidur membelakanginya.
"Hey!" Kenzo menarik lengan gadis itu hingga tubuh gadis itu telen'tang.
"Tania?" ucap Kenzo terjejut.
"Kenzo...." Tania langsung duduk sembari memegangi selimut untuk menutupi dadanya.
"Apa yang kamu lakukan di kamar ku, Dan..." Kenzo menghentikan ucapannya dan melihat dirinya yang juga tidak mengenakan pakaian.
"Tania! Apa yang terjadi, Kenapa kita...?"
"Kenzo... Apa kau tidak ingat apa yang sudah kita lakukan?"
"Apa, Apa yang sudah kita lakukan?"
"Apa kamu benar-benar tidak mengingatnya Ken?"
Tania menatap Kenzo cemas, Berharap pria yang sudah menghabiskan malam bersama dengan penuh gair'ah itu mengingat sesuatu.
Sementara Kenzo yang sama sekali tidak mengingat apa yang sudah terjadi, Mencoba mengingat sesuatu sambil memijit pelipisnya.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Kenzo mengingat ia terjatuh di atas ranjang dan melihat wajah Nasywa yang bersamanya. Namun yang ia lihat di sampingnya kini adalah Tania bukanlah Nasywa.
"Bagaimana bisa?"
"Apa maksudmu Ken?"
"Semalam Aku melihat Nasywa yang bersama ku, Tapi kenapa sekarang kamu yang berada di sini?!"
"Ken! Sejak semalam Aku yang bersama mu, Aku yang membawa mu pulang dari club, Aku juga yang mengantar mu ke kamar hingga kita..."
"Hingga kita apa?"
"Ken, Aku tidak perlu mengatakannya, Kamu bisa melihat sendiri keadaaan kita sekarang."
"Tidak! Aku tidak mungkin melakukannya dengan mu!" dengan kesal Kenzo meninggalkan ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi.
"Jahat sekali kamu Ken! Setelah apa yang sudah kamu lakukan, Dengan mudahnya kamu melupakan semuanya?
Ini semua gara-gara Nasywa! Dia harus membayar apa yang Kenzo lakukan pada ku, Lihat saja!"
•••
Seperti sebelum mereka menikah, Nasywa tengah sibuk menyiapkan sarapan untuk Edward. Namun kali ini sedikit berbeda karena sekarang Nasywa menyiapkannya dengan special untuk menebus kesalahannya semalam. Meskipun ia masih belum bisa menerima Edward dengan sepenuh hati. Namun ia bertekad untuk menjadi istri yang baik untuk nya.
__ADS_1
"Selesai..." ucap Nasywa tersenyum puas melihat meja makan yang ia hias dengan sedemikian rupa. Setelah itu ia berniat membangunkan Edward. Namun baru saja ia memutar tubuhnya, Edward sudah berdiri di belakangnya sehingga tubuh mereka beradu.
"Edward..." ucap Nasywa gugup.
Tanpa menjawab, Edward sedikit mencondongkan tubuhnya ke samping melihat meja makan yang sudah Nasywa hias dengan begitu indah. Kemudian ia menatap Nasywa yang terlihat cemas menatapnya.
"Kamu menyiapkan ini?" dengan senyum terukir, Edward memegang satu sisi pipi Nasywa.
"Apa kamu menyukainya?" Nasywa balik bertanya penuh harap.
"Sangat... Terimakasih untuk pagi yang indah ini."
Nasywa tersenyum lega melihat Edward yang tidak lagi marah padanya. Edward juga menarik tangan Nasywa untuk memulai sarapannya dengan suasana yang begitu romantis.
"Aku tidak menyangka kamu mau melakukan ini untuk ku,"
"Ini hanya hal kecil, Apa yang selama ini kamu lakukan untuk ku,
Tidak akan pernah bisa Aku membalasnya." dengan tulus Nasywa menggenggam tangan Edward yang kini telah resmi menjadi suaminya.
"Edward, Aku benar-benar minta maaf atas apa yang terjadi semalam, Aku..."
"Sudahlah Nasywa, Jangan ungkit lagi hal itu." seketika suasana hati Edward kembali berubah mengingat apa yang terjadi semalam.
__ADS_1
Nasywa menundukkan kepalanya melihat sikap Edward yang kembali terlihat kesal. Namun ia tidak bisa berkata-kata lagi selain bertekad untuk membayar malam pertama mereka yang tertunda karena dirinya.
Bersambung...