Cinta Yang Haram

Cinta Yang Haram
Kepulangan Nasywa


__ADS_3

Kenzo dan Nasywa masih terdiam saling menatap dengan mata berkaca-kaca mengingkari keputusan masing-masing. Namun mereka tidak ada pilihan lain kecuali memutuskan hal itu dengan alasan yang berbeda. Tatapan mereka terhenti tatkala notifikasi ponsel di tangan Nasywa berbunyi. Nasywa yang tengah khawatir dengan keadaan ibunya segera membuka pesan masuk di aplikasi warna hijaunya.


Netranya terbelalak melihat pesan masuk yang Herman kirimkan padanya. Ponsel terlepas dari tangannya, Jerit histeris tak dapat ia tahan. Menangis sejadi-jadinya sambil menutup kedua telinganya bebarengan tubuhnya yang putih ke lantai.


"Nasywa apa yang terjadi?" tanya Kenzo panik.


"Ibu... Ibu...." hanya tangisan dan kata itu yang keluar dari bibir Nasywa.


Kenzo yang ingin tau apa yang terjadi, Menoleh ke arah ponsel dan mengambil ponsel tersebut kemudian melihat pesan masuk yang membuat Nasywa menangis histeris.


Tak jauh beda dengan Nasywa, Kenzo juga membelalakkan matanya melihat video tersebut, Sebuah video yang memperlihatkan Hasna berlumuran darah di lantai kamar mandi dengan keadaan tak berdaya.


"Nasywa... Ibu....?"


Nasywa mengangguk-anggukan kepalanya dengan tangis yang tidak bisa berhenti.


"Apa yang terjadi Nasywa?"


"Ken... Bapak mengancam akan melukai ibu jika Aku tidak pulang, Aku pikir itu hanya gertakan saja, Tapi belum ada satu jam ia mengancam ku, Bapak benar-benar melakukannya, Hiks... Hiks... Hiks..."


Nasywa menyandarkan kepalanya di pundak Kenzo yang kini berada di hadapannya. Kenzo yang sudah tau betul permasalahan yang Nasywa hadapi berusaha menenangkan Nasywa meskipun dirinya juga tidak kalah khawatirnya.

__ADS_1


"Tenanglah Nasywa, Kita akan akan pastikan keadaan ibu."


Nasywa yang mendengarnya langsung mengangkat kepalanya dan menatap Kenzo.


"Ya, Malam ini juga kita terbang ke Malang, Kita pastikan apakah ini hanya rekayasa Bapak tiri mu agar kamu pulang, Atau dia benar-benar melakukan kejahatan pada ibu mu."


"Ken... Aku takut sekali." Nasywa kembali memeluk Kenzo.


Cukup lama ia berada didalam pelukan Kenzo. Sangat nyaman ia rasakan hingga tanpa mereka sadari, Edward yang baru datang melihat momen ini dari kejauhan.


Kenzo mengikis jarak dan menangkup kedua sisi wajah Nasywa kemudian mengusap air mata yang membasahi pipinya.


Nasywa menganggukkan kepalanya. Tanpa berpikir panjang Nasywa bersiap dan meninggalkan apartemen bersama Kenzo tanpa mengingat ia harus berpamitan kepada Edward yang selama ini selalu bersamanya.


Edward hanya bisa bersembunyi saat mereka berjalan melewatinya tanpa sama sekali menyadari kehadirannya. Hatinya begitu teriris merasa tidak di anggap sama sekali oleh wanita yang telah berhasil mencuri hatinya.


Hingga mereka menghilang dari pandangannya. Edward hanya terpaku melihat mereka yang katanya tidak bisa menikah namun masih sama-sama tidak ikhlas melepaskan satu sama lain.


Tanpa tau apa yang membuat Nasywa pergi dengan Kenzo. Edward menumpukan rasa kecewanya pada Nasywa di hatinya yang tengah mengharapkan cintanya.


Setelah perjalanan kurang dari dua jam. Akhirnya Kenzo dan Nasywa sampai di malang menggunakan pesawat pribadi milik keluarga Kenzo. Kemudian Mereka berpindah ke sebuah mobil yang sudah Kenzo siapkan dan langsung menuju rumah Nasywa.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Nasywa tidak bisa duduk tenang dan selalu meremad-remad jari-jemari tangannya. Namun Kenzo selalu menenangkannya dan melupakan sejenak permasalahan yang tengah mereka hadapi.


Sebelum mobil mereka sampai di depan rumah, Nasywa meminta mobil berhenti dan menurunkannya.


"Ini masih ada beberapa rumah lagi," ucap Kenzo


"Sampai di sini saja Ken, Aku tidak ingin Bapak semakin marah jika tau Aku pulang bersama mu."


"Tapi bagaimana jika Pak Herman macam-macam pada mu?"


"Kamu awasi Aku dari kejauhan saja Ken, Jika bapak macam-macam Aku akan berteriak sekuat-kuatnya."


"Baiklah, Kalau begitu berhati-hatilah."


Nasywa mengangguk dan turun dari mobil tersebut. Dengan perasaan takut dan khawatir akan kondisi ibunya, Nasywa mengetuk pintu dengan tangan gemetar.


Tak lama kemudian, Sosok laki-laki yang menganggap dirinya Bapak membukakan pintu untuknya. Pandangannya langsung menelisik seluruh tubuh Nasywa yang kini semakin cantik dalam pandangan matanya.


Melihat pandangan mes'um dari Bapak tirinya, Nasywa terus menundukkan kepalanya, Hatinya benar-benar merasa takut mengingat kejadian terakhir mereka bertemu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2