Cinta Yang Haram

Cinta Yang Haram
Keliling Pulau


__ADS_3

Sinar mentari pagi menerobos masuk melewati sela-sela jendela kamar. Sinar itu menyinari wajah kedua saudara sepersusuan itu hingga keduanya terusik akan silaunya cahaya yang memancar ke wajah mereka.


Nasywa mulai membuka mata dengan sangat berat.


Dilihat dirinya yang tidur berbantalkan dada Kenzo sementara tangan Kenzo mendekap erat tubuhnya.


Karena pergerakan itu, Kenzo pun membuka mata dan melihat Nasywa dengan posisi demikian.


"Nasywa..." ucap Ken lembut sambil menyelipkan anak rambut ke belakang telinganya.


"Ken..."


Keduanya terdiam sesaat sebelum akhirnya Nasywa tersadar dan langsung duduk membelakangi Kenzo.


Kenzo pun duduk melihat punggung Nasywa. Ia mengingat apa yang baru saja terjadi. "Bagaimana bisa kita bangun saling berpelukan, Sementara sebelum tidur ada guling yang jadi pembatas mereka." batin Kenzo yang masih terlihat bingung.


Sementara pandangan Nasywa tertuju pada guling yang tergeletak di lantai. "Kenapa guling itu bisa ada di lantai?" batin Nasywa.


Keduanya saling melirik satu sama lain dan mengingat-ingat apa yang terjadi semalam.


"Oh.. Astaga..." batin keduanya yang sama-sama mengingat apa yang mereka lakukan.


Untuk menyembunyikan perasaannya, Nasywa langsung berlari ke kamar mandi. Ia bersandar di balik pintu memegangi dadanya yang berdebar begitu kencang. Bayangan saat Kenzo menyentuh dirinya membuat desiran aneh menjalar ke seluruh tubuhnya.


"Ssshhhhh... Ck... Apa yang ku pikirkan, Perasaan seperti ini tidak boleh ada lagi di dalam hati dan pikiran ku," ucap Nasywa memegangi kedua ujung pelipisnya.

__ADS_1


Tidak berbeda dengan Nasywa Kenzo yang telah mengingat kejadian semalam juga memejamkan mata meresapi momen yang tanpa sengaja ia lakukan. Keadaan ngantuk dan rasa dingin menusuk tulang membuat dirinya melakukan itu dalam keadaan setengah sadar.


"Arghhhhh... Sial!" Kenzo merutuki dirinya sendiri tatkala juniornya menggeliat hingga membuat celananya terasa sesak.


"Aku harus mengalihkan ini, Jika tidak, Nasywa akan melihatnya dan membuat ku kehilangan muka," ucap Ken yang kemudian lompat dari ranjangnya.


Ia pergi ke luar untuk menikmati udara segar di pagi hari sambil memandang keindahan alam yang Tuhan ciptakan. Setelah merasa tenang, Ia memesan sarapan sebelum menikmati liburan yang sebenarnya di pulau indah itu.


"Ken..." lirih Nasywa yang sudah terlihat segar dengan pakaian serba hitam tanpa lengan.


"Hey! E... Aku sudah memesan sarapan. Duduklah."


"Kamu tidak mandi dulu?"


"Aku rasa tidak perlu, Hari ini Aku akan mengajak mu menyelam. Jadi Aku akan mandi setelah kita puas bermain air."


Kenzo diam-diam mencuri pandang pada Nasywa, Hatinya bertanya-tanya kenapa Nasywa terlihat biasa saja setelah apa yang terjadi semalam.


"Ken..."


"Hah! Ya?!" Kenzo tersentak dari pandangannya.


"Besok kita pulang kan?"


"Kenapa, Apa kamu sudah ingin cepat-cepat berpisah dari ku?" suasana hati Kenzo mendadak berubah mendengar pertanyaan Nasywa.

__ADS_1


"E... Bukan begitu Ken, Aku hanya bilang tiga hari pada ibu, Aku tidak ingin membuatnya khawatir."


Belum sempat Kenzo menjawab pertanyaan Nasywa. Pelayan datang membawa pesanan mereka.



"Makanlah, Aku tidak ingin membicarakan hari esok. Aku ingin kita menikmati kebersamaan kita," ucap Kenzo yang langsung melahap makanannya.


Nasywa terdiam dan mengaduk-aduk makanannya. Bukan dia tidak ingin terus bersama Kenzo, Tapi keadaan seperti itu sungguh menyiksa batinnya. Ia harus bersikap biasa saja sementara hatinya begitu bergelora akan cinta yang ia miliki.


Melihat wajah Nasywa yang bersedih, Kenzo memegang tangan Nasywa dan memberinya pengertian.


"Nasywa, Aku tidak tau kapan kita akan bersama lagi seperti ini, Jadi Aku mohon jangan pikirkan apapun Aku ingin menikmati kebersamaan ini tanpa beban apapun."


"Ya." Nasywa tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya.


Setelah sarapan selesai mereka mengelilingi Pulau Cinta menggunakan perahu untuk menikmati pemandangan laut yang begitu memukau. Laut yang terhampar lepas. Air yang begitu jernih sangat memanjakan mata.


Ken tersenyum melihat Nasywa yang terlihat bahagia menikmati keindahannya. Ia mengabadikan setiap momen dengan ponselnya tanpa sepengetahuan Nasywa.


"Aku tidak tau takdir kita di masa depan. Yang jelas Aku tidak akan melewatkan momen indah ini begitu saja tanpa mengabadikannya." batin Kenzo sambil melihat hasil foto yang ia abadikan.


Setelah puas mengelilingi pulau, Mereka mengunjungi Teluk Tomini untuk snorkeling. Perairan yang memiliki kedalaman sekitar 2-3 meter. Mereka dapat melihat pemandangan bawah laut dari jarak yang begitu dekat.


__ADS_1


Bersambung...



__ADS_2