
Mereka masih saling memandang dengan posisi Kenzo yang sudah menindih tubuh Nasywa. Bahkan Nasywa yang kini hanya tinggal mengenakan kain terakhir yang menutupi bagian inti nya dapat merasakan sesuatu yang mengganjal di bawah sana. Terasa begitu keras menghimpit tubuhnya.
"Ken..." Nasywa sedikit mengangkat kepalanya untuk meraih bibir Kenzo yang masih terdiam tak melakukan apapun.
Kecupan lembut yang terasa begitu hangat Kenzo rasakan membuat ia tidak bisa lagi menahan diri dan segera membuka pakaiannya yang masih melekat di tubuhnya.
Nasywa menatap sayu tubuh Kenzo yang kini terlihat mengarahkan senjata yang belum pernah ia lihat seumur hidupnya secara langsung. Begitu besar dan panjang membuat Nasywa susah payah menelan salivanya. Namum di saat bersamaan ia juga membuka kedua pa'ha nya seoalah tak sabar ingin merasakan bagaimana senjata itu menghujam miliknya untuk pertama kalinya.
Tidak meminta persetujuannya lagi perlahan Kenzo mulai menembus liang kewanitaannya yang sudah begitu basah entah sejak kapan.
"Akkkhhh...!" Nasywa memekik menahan sakit saat Kenzo dengan satu kali hentakan menembus pertahanannya.
__ADS_1
Kenzo melum'at bibir Nasywa untuk mengurangi rasa sakitnya dan berfokus pada kenikmatan yang sebentar lagi akan ia berikan. Setelah melihat Nasywa tenang, Kenzo kembali menghentak hingga membuat Nasywa kembali memekik saat merasakan senjata Kenzo menusuk begitu dalam. Rasa nikmat yang belum pernah ia rasakan sekalipun dalam bayangan mulai menjalar ke seluruh tubuhnya. Rasa sakitnya kalah jauh dari rasa nikmat yang Kenzo berikan.
Desah'an demi desah'an tak mampu lagi Nasywa tahan saat semakin lama Kenzo semakin menghujamnya dengan di barengi lenguhan yang tak kalah menggai'rahkan.
"Aarrrgghhh..." Kenzo menengadahkan kepalanya ke atas menikmati betapa nikmatnya senjata miliknya di esap dengan begitu kuat dari bawah sana.
"Keeeeennnn...." Nasywa pun meracau tak karuan ketika senjata Kenzo semakin terasa menembus dinding rahim hingga membuat seluruh tubuhnya menggelinjang hebat dan terkulai lemas.
Hingga fajar menyingsing dari ufuk timur mereka masih berbagi keringat kenikmatan seolah prrotes dengan takdir yang harus mereka jalani. Mereka tidak lagi memikirkan cinta mereka yang tidak bisa di satukan oleh ikatan pernikahan. Entah sudah berapa kali keduanya mengerang nikmat hingga akhirnya kedua insan itu terkulai lemas dengan posisi sama-sama tertelungkup membenamkan wajahnya di kasur empuknya.
Keduanya nampak mengatur nafas yang masih naik turun hingga tanpa mereka sadari keduanya tertidur pulas ketika matahari mulai menampakkan sinarnya.
__ADS_1
Beberapa Jam Kemudian, Samar-samar Kenzo mendengar suara pintu di ketuk dari luar. Dengan sangat berat, Ia membuka mata yang terasa masih begitu mengantuk. Tidak langsung melihat siapa yang datang. Kenzo menatap Nasywa yang setengah wajahnya terbenam di kasur. Ia kembali mengingat dosa terindah yang sudah mereka lalui sepanjang malam. Entah bagaimana hubungan mereka nanti, Yang jelas saat ini ia begitu bahagia karena mereka telah menyatu seutuhnya meskipun tanpa ikatan pernikahan.
Kenzo tersenyum mengusap kepala Nasywa dan mengecup keningnya dengan sayang. Setelah perpisahan yang menyesakan dada nya akhirnya ia dapat mencium kembali gadis pujaannya. Bahkan ia telah bercinta tanpa memaksanya. Hal yang hampir mustahil ia lakukan setelah mengetahui jika mereka saudara sepersusuan.
Nasywa yang merasakan sentuhan tangan Kenzo membuka mata dan sedikit menaikan tatapannya pada Kenzo yang tepat berada di atas kepalanya. Kenzo menyambut Nasywa dengan senyum termanisnya dan mencubit kecil pipi nya.
"Selamat pagi Nasywa baby..."
"Ken..." seperti orang bingung Nasywa beranjak duduk dan menelisik seluruh tubuhnya yang hanya terbalut selimut tanpa mengenakan sehelai benang pun.
Melihat hal itu Kenzo nampak begitu tegang "Apa Nasywa tidak sadar dengan apa yang ia lakukan semalam?" batin Kenzo cemas.
__ADS_1
Bersambung...