
Kenzo mengepalkan kedua tangannya. Ingin sekali ia menghajar Herman yang begitu licik dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keinginannya. Namun ia harus menahan diri karena kondisi Bu Hasna saat ini jauh lebih penting.
"Sekarang bagaimana Ken?"
"Aku akan ke rumah sakit terdekat atau mencari orang yang memiliki golongan darah yang sama dengan Bu Hasna, Aku tidak ingin darah baj'ingan itu mengalir di tubuh ibu mu."
"Bagaimana dengan darah ku?"
Kenzo dan Nasywa tercengang dan menoleh ke arah suara.
Dan alangkah terkejutnya mereka melihat Edward yang berdiri di sana.
"Edward..." lirih Nasywa.
"Apa loe rela jika darah gue yang mengalir ke dalam tubuh Bu Hasna?"
Edward kembali mengulangi pertanyaannya dan mendekati Kenzo dengan tatapan yang tak biasa.
"Edward bagaimana kamu bisa disini?"
"Itu tidak penting, Bukankah yang terpenting sekarang adalah menyelamatkan Bu Hasna?"
"Ya itu benar." Kenzo tidak bisa memprotes. Meskipun pertemuan terakhir mereka Kenzo yang menghajarnya. Namun kali ini keadaan seolah berbalik pada Kenzo.
"Edward... Apakah darah mu O-?" tanya Nasywa memastikan.
"Jika bukan, Aku tidak akan menawarkan diri. Aku sudah dengar semuanya."
__ADS_1
Setelah itu Edward menemui Dokter untuk mendonorkan darahnya.
Namun hal itu tidak membuat Kenzo dan Nasywa tenang. Justru mereka merasa tegang dengan sikap Edward yang tidak seperti biasanya.
"Apa kamu merasa ada yang aneh dengan sikap Edward?" tanya Nasywa.
"Ya, Dia tidak seperti biasanya."
"Apa mungkin dia marah karena Aku pergi dengan mu tanpa berpamitan dengan nya?"
"Nasywa... Apa kamu sudah mulai mencintainya?" Bukannya menjawab pertanyaan Nasywa, Kenzo malah menanyakan ketakutan di hatinya akan kehilangan cinta yang pernah Nasywa miliki untuk nya.
Nasywa langsung mengalihkan pandangannya dan mengingat kesepakatan mereka sebelum mendengar kondisi Bu Hasna.
"Nasywa... Apa itu benar?" sekali lagi Kenzo mengulangi pertanyaannya.
Kenzo menarik nafas dalam-dalam. Rasanya ia begitu sesak menerima keputusan Nasywa yang tidak juga berubah. Padahal sebelumnya ia masih memiliki sedikit harapan karena bisa mendampingi Nasywa di masa tersulitnya. Namun dengan kedatangan Edward sebagai pahlawan penyelamat, Membuat harapan Kenzo pupus tak tersisa.
"Menikah? bahkan Edward tidak pernah mengutarakan keinginannya untuk menikahi ku." batin Nasywa yang ragu akan perkataannya sendiri.
"Dia hanya bilang mencintai ku, Tidak mengatakan ingin menikah dengan ku, Lagi pula apakah dia bisa menerima ku jika dia mengetahui Aku sudah tidak suci lagi? Terlebih Aku melakukannya dengan sahabatnya yang jelas-jelas kami adalah saudara sepers'usuan."
Nasywa masih terus membatin hingga pada saat Dokter keluar membuatnya sedikit tersentak.
"Dokter bagaimana keadaan ibu saya?"
"Syukurlah pendonor datang tepat waktu, Sehingga ibu Anda bisa melewati masa kritisnya, Tapi untuk saat ini beliau belum sadarkan diri."
__ADS_1
Nasywa bernafas lega, Meskipun ibunya belum sadarkan diri, Setidaknya ibunya sudah melewati masa kritisnya. Kemudian ingatannya beralih pada Edward yang datang tepat waktu untuk menyelamatkan ibunya.
"Kalau Pendonornya sendiri bagaimana keadaannya Dok?"
"Dia masih memerlukan istirahat. Tapi jika Anda ingin menjenguknya, Kami persilahkan."
"Terimakasih Dokter."
Tanpa mempedulikan Kenzo Nasywa masuk ke ruangan menemui Edward.
"Bahkan dia lebih memilih untuk melihat keadaan Edward, Daripada melihat ibunya terlebih dahulu." batin Kenzo yang merasa begitu sedih.
Nasywa memang lebih memilih menemui Edward terlebih dahulu karena ia begitu merasa berhutang budi pada Edward yang telah menyelamatkan ibunya. Selain itu, Ibunya juga belum sadarkan diri sehingga ia merasa perlu untuk mengucapkan terimakasih terlebih dahulu kepada Edward.
Edward menatap Nasywa yang perlahan berjalan kearahnya.
Begitupun dengan Nasywa yang terus menatap Edward hingga ia berdiri di samping nya.
"Edward, Bagaimana keadaan mu?"
"Aku tidak apa-apa, Dokter saja yang berlebihan menyuruhku istirahat."
"Terimakasih untuk apa yang telah kamu lakukan pada ibuku, Seumur hidup Aku tidak bisa membalas kebaikan mu."
"Kamu memang tidak akan pernah bisa membalasnya Nasywa!"
Nasywa terkesiap menatap Edward yang terus menatap lurus kedepan. Ntah kenapa Nasywa merasa ada yang aneh dengan sikap Edward sejak pertama kali ia datang.
__ADS_1
Bersambung...