Cinta Yang Haram

Cinta Yang Haram
Malam Pertama


__ADS_3

Malam Hari 🌙


Malam dimana untuk pertama kalinya Nasywa berada dalam satu kamar dengan Edward, Pria yang kini telah resmi menjadi suaminya, Pria yang bersahabat baik dengan Kenzo mantan kekasihnya.


"Bagaimana Aku melakukannya?" pertanyaan itu muncul dalam diri Nasywa yang duduk di tepi ranjang menatap kamar mandi yang kini terdengar gemericik air menandakan aktivitas di dalam sana.


Beberapa menit kemudian Nasywa semakin tegang saat tak lagi mendengar suara air mengalir. Jantungnya semakin berdebar kencang saat tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka dan memperlihatkan sosok pria dengan tubuh sempurna yang kini hanya mengenakan handuk melilit pinggangnya.


"Edward..." Nasywa langsung berdiri sembari meremad-remad gaun pengantin yang masih membalut tubuhnya.


Perlahan Edward mendekati Nasywa dan berdiri tepat di hadapannya.


Aroma tubuh Edward yang begitu segar oleh harumnya sabun yang ia gunakan begitu menusuk hidung Nasywa yang kini hanya berjarak beberapa centi darinya.


Edward memegang pipi Nasywa dan menatapnya dengan senyum.


"Buka gaun mu!"


"Hagh!" Nasywa tercengang mendengar apa yang Edward katakan.

__ADS_1


"Apa kamu tidak ingin mandi?"


"A... E... Mmm... Ya! Biar Aku buka di kamar mandi." Nasywa langsung melangkah melewati Edward. Namun Edward menariknya kembali ke hadapannya.


Edward menatap lekat Nasywa hingga membuat Nasywa susah payah menelan salivanya.


Perlahan kedua tangan Edward melingkar ke tubuh Nasywa, Sementara dagunya berada tepat di pundaknya. Posisi yang begitu dekat hingga wajah Nasywa menyentuh dada sebelah kiri Edward.


Nasywa memejamkan mata ketika merasa jemari tangan Edward mulai membuka resleting belakangnya. Dengan cepat, Gaun pengantin itu luruh ke bawah dan hanya menyisakan pakai'an dalam yang menutupi kedua mahkota indahnya.


Edward berjalan dua langkah ke belakang. Ia menatap kemolekan tubuh Nasywa yang kini terpampang jelas di depan matanya. Situasi yang membuat Nasywa sangat tidak nyaman sehingga ia menutup bagian atas dan bawahnya menggunakan kedua tangannya.


Pertanyaan itu cukup membuat Nasywa terkesiap menatap Edward. Hatinya merasa begitu nyeri dengan kata-kata Edward yang seolah sedang menghinanya secara tidak langsung. Namun rasa itu segera di hentikan oleh senyum Edward yang kembali meneruskan ucapannya.


"Jangan tersinggung, Maksud ku Aku sudah menjadi suami mu, Jadi jangan merasa malu seperti itu padaku, Sekarang pergilah mandi."


Nasywa masih terdiam menatap Edward seolah mencari kejujuran di wajahnya. Entah kenapa ia merasa ucapan Edward yang pertama adalah kebenaran dari isi hatinya.


"Apa yang kamu pikirkan, Apa kamu ingin mandi bersama dengan ku?" tanya Edward yang kembali tersenyum dengan misterius.

__ADS_1


"E... Tidak... Aku akan mandi sendiri." Nasywa langsung berlari ke kamar mandi dan menutup pintunya dengan rapat. Ia menyandarkan tubuhnya di balik pintu, Kepalanya menengadah ke atas memikirkan sikap Edward yang terlihat aneh sejak ia menyusulnya ke Malang.


"Apa ini hanya perasaanku saja, Atau memang ada yang membuat Edward bersikap demikian?" batin Nasywa.


Tiga puluh menit di dalam kamar mandi, Akhirnya Nasywa keluar dengan mengenakan lingerie merah yang sudah Edward siapkan.


Dengan langkah perlahan ia mendekat ke ranjang. Melihat Edward yang sudah memejamkan mata di bawah selimut tebalnya, Nasywa ikut berbaring membelakanginya. Baru saja ia memejamkan mata Nasywa di kejutkan oleh tangan Edward yang memeluk pinggang rampingnya.


"E... Edward, Kamu belum tidur?" tanya Nasywa gugup.


"Bagaimana Aku bisa tidur, Ini kan malam pertama kita." dengan suara parau, Edward mulai menciumi pundak Nasywa hingga naik ke telinganya. Ia menghirup aroma tubuh Nasywa dengan penuh gair'ah hingga membuat Nasywa meremang dan menggenggam kuat ujung bantalnya.


Sentuhan demi sentuhan yang Edward berikan berhasil membuat tubuh Nasywa merespon dengan cepat. Nasywa memejamkan mata menikmati sentuhan tangan Edward yang kini meremad kedua bulatan kenyalnya secara bergantian. Kemudian Edward menggigit kecil leher Nasywa hingga membuat Nasywa memekik kecil.


"Ken..."


Seketika Edward langsung menghentikan aksinya dan duduk menatap Nasywa yang menyebut pria lain lain di malam pertama mereka.


Begitupun dengan Nasywa yang tersadar atas apa yang baru saja ia katakan beranjak duduk dan menatap Edward yang terlihat begitu kecewa dengan nya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2